teratai

teratai
CT scan


__ADS_3

"Ayu bangun sayang...Yuk bangun Yuk, jangan buat aku khawatir...sayang...bangun"


Arga mengguncang guncang tubuh Ayu yang sudah di baringkan nya di ranjang karena pingsan


"Ayu...jangan buat aku khawatir, ayo bangun Yuk, kita ke rumah sakit"


Arga terlihat sangat panik mendapati istrinya yang tiba tiba pingsan.


Perlahan aku membuka matanya, dan mengerjab perlahan


"sayang kamu sudah bangun...maafin aku, lain kali aku akan jaga kamu selalu,....kita ke dokter"


"nggah usah Ga, aku cuma sedikit pusing, nanti kalau sudah istirahat juga sembuh"


"please Yuk, kali ini kamu nurut, kita ke rumah sakit"


"nggak usah Ga,...kamu ini panik banget...aku cuma kelelahan saja"


Ayu mencoba bangung dari tidurnya, meskipun bibirnya menggunakan lipstik wajahnya tetap terlihat pucat dan lesu.


"tapi Yuk.."


"Arga...aku baik baik saja....jangan khawatir....ini juga sudah mendingan"


Arga memeluk istrinya yang duduk di ranjang


"maafin aku Yuk.."


"maaf kenapa...aku nggak apa apa...ini kecelakaan"


Ayu menatap Arga meyakinkan


"harusnya aku jaga in kamu, aku...."


Arga menghentikan kata katanya, ada sesuatu yang tersembunyi di balik gurat wajahnya, sesuatu yang belum bisa dia utarakan pada istrinya.


Ayu menyadari hal itu tapi saat ini dia lagi tak mau ribut, kepala nya terasa seperti berputar putar, dan dia tidak mau jujur atau pun mengeluh, takut membuat panik semau orang. Mungkin lain kali saat kondisi Ayu sudah fit dia akan menanyakan pada Arga agar lebih jelas juga tentang kelanjutan rumah tangga mereka kedepan nya.


Hari ini Ayu sudah membuat janji dengan dokter bedah yang menangani Ayu saat kecelakaan kemaren, meskipun sudah bisa berjalan tapi masih tertatih sedikit pincang.


"Edo kamu tunggu di sini"


"Non, sakit ?"


Tanya Edo saat Ayu memintanya mengantar ke dokter


"tidak ini hanya cek up biasa pasca operasi"


Edo mengangguk mengerti


"untuk lebih jelasnya kita akan lakukan CT scan, kalau ibu bersedia"


Ayu menceritakan keluhan nya yang sering pusing setelah operasi, karena memang saat kecelakaan kepala Ayu juga terbentur lumayan keras. Dan juga terkena sedikit pecahan kaca.


"oke dok, saya bersedia, apakah saya bisa langsung tau hasilnya?"


"untuk lebih akurat nya butuh waktu sekitar 1 minggu"


"oke , saya siap dok"


Ayu memutuskan untuk melakukan tes CT scan karena memang semenjak kecelakaan itu sepertinya kesehatan nya sering bermasalah


"kok lama non, ada masalah dengan kaki nya?"


Edo yang kelamaan nunggu di parkiran bertanya karena memang hampir 5 jam Ayu di rumah sakit, bukan hanya untuk CT scan, sekalian juga cek up kesehatan nya, termasuk kaki nya yang habis di operasi


" tidak apa apa Do, tadi sekalian cek up, makanya lama"


"oh.."


" kita kembali ke kantor atau pulang non?

__ADS_1


"pulang aja Do, rasanya aku sangat lelah"


Memang terlihat dari wajah nya bahwa Ayu sangat lelah, wajahnya lesu dan seperti tidak bersemangat.


Bagi Ayu, Arga seperti berkepribadian ganda, kadang sangat lembut, perhatian dan romantis tapi kadang seperti acuh dan dingin. Namun satu yang pasti bahwa Arga tak pernah bersikap kasar dan dia tak pernah melupakan tanggung jawab nya sebagai suami.


Hari ini Ayu sengaja libur kerja karena mau mengambil hasil tes CT scan yang dia lakukan seminggu lalu.


"Edo kamu urus masalah kantor , aku mau keluar, oh iya kamu langsung ke kantor aja, aku sudah pesan taxi online."


Ayu mematikan handphone nya setelah mendengar jawaban dari seberang telefon.


"bagaimana hasilnya dok?"


Tanya Ayu tak sabar mendengar hasil tes nya


"begini ibu Ayu, untuk kaki ibu, semuanya bagus, tinggal nunggu tulangnya kuat, pen bisa di lepas, soal CT scan nya, ....ada penggumpalan darah di otak ibu Ayu"


Dek....rasanya jantung Ayu seperti berhenti berdetak mendengar hasil tes nya


"apakah itu berbahaya dok, dan kenapa bisa ada pendarahan di otak saya"


"ini bisa terjadi karena benturan yang keras, jadi ada pendarahan di dalam otak, untuk soal bahaya tidak nya, masih bisa di lakukan operasi tapi..."


"tepi kenapa dok?"


Kejar Ayu mendengar dokter menghentikan kata katanya


"kemungkinan besar ibu Ayu akan kehilangan sebagian dari ingatan ibu Ayu"


Rasanya seperti terjatuh dari ketinggian, benar benar di luar dugaan Ayu, kecelakaan yang terjadi bisa membuatnya sedemikian rupa


"dan saran saya ibu Ayu segera melakukan operasi sebelum 2 bulan setelah kecelakaan yang ibu Ayu alami"


Ayu menghela nafas panjang, bagaimana dia harus menceritakan ini pada keluarganya, dan betapa sedih nya keluarga nya jika tahu hal ini


"apakah ada kemungkinan terburuknya"


Ayu menunduk lemas, seakan tulang tulangnya seperti tak punya kekuatan sama sekali.


Setelah dari rumah sakit Ayu memutuskan pergi ke danau, danau yang terletak di pinggiran kota dengan begitu banyak bunga teratai membuat Ayu cukup bisa meluapkan segala keluh kesahnya.


Pikiran nya ruwet tak karuan, memikirkan harus bagaiman, apakah dia harus jujur atau diam diam melakukan operasi, tapi bagaimana kalau sampai operasinya gagal....


Ah....kenapa harus aku


Bisik hati Ayu seperti ingin protes pada takdir.


"kamu dari mana saja, kata Edo kamu tidak ke kantor, kenapa baru pulang, aku khawatir"


Baru membuka pintu apartemen Ayu sudah di brondong dengan banyak pertanyaan dari Arga


Ayu hanya tersenyum, melihat Arga yang kalang kabut mencarinya, di peluknya Arga, berharap bisa membuat nya sedikit tenang.


"kamu kenapa? Ada masalah?"


Bisik Arga lembut membalas pelukan Ayu, Arga memang tak pernah bisa move on dari Ayu semenjak tau di jodohkan dia tak pernah membuka hati nya untuk orang lain, tapi sayang nya Ayu yang kabur dalam perjodohan itu.


Ayu hanya menggeleng dan tersenyum tanpa makna


"kalau ada masalah, kamu ngomong"


Arga mengusap usap kepala istrinya lembut


"aku....lapar!!!"


Jawab Ayu dengan sedikit senyuman nakal nya.


"kamu mau makan apa, kita makan keluar"


"nggak...aku mau makan di rumah aja, kaki ku sangat lelah untuk aktifitas lagi"

__ADS_1


"oke...aku pesankan makanan, kamu mandi sana, bau..."


Arga mengecup kening istrinya lembut menunjuk kan rasa sayang nya, sebelum Ayu pergi ke kamarnya untuk mandi.


Dalam waktu 1 jam ruang makan di sulap menjadi begitu romantis, dengan lilin di meja, dan alunan musik klasik.


Ayu yang keluar hanya dengan piyama kaget, ternyata suami nya bisa juga memikirkan hal romantis seperti ini.


Tiba tiba Arga memeluk nya dari belakang dan menciumi pundak Ayu yang baru selesai mandi, masih beraroma sabun aromatherapi yang wangi nya khas. Ayu kegelian mendapat ciuman di pundak, punggung dan lehernya, membuat Arga semakin menyukai nya.


"kita makan dulu sayang"


Bisik Arga tepat di telinga Ayu membuat bulu bulu halus di tengkuknya merinding.


"setelah makan kita..."


Arga tak melanjutkan kata katanya, tapi kembali mencium leher, telinga dan pundak Ayu.


Ayu tersenyum paham dengan maksud Arga. Makan malam romantis tak perlu keluar ke resto mahal, di rumah pun bisa, bahkan menu makanan yang mewah juga bisa di pesan jadi tak perlu repot repot keluar rumah


"kamu makan nya yang banyak sayang, nanti biar nggak lemes"


Arga mengambilkan potongan daging untuk istrinya, Ayu hanya mengeyitkan kening nya mendengar Kata kata Arga


"hmmmm enak makanan nya"


"ini dari resto favorit kamu, kamu suka?"


Ayu mengangguk sembari tersenyum.


"kita dansa"


Arga menarik tangan istrinya setelah mereka selesai maka , mengajaknya dansa dengan iringan musik klasik dan cahaya lampu lilin yang remang remang


"sayang...."


Arga memeluk kuat tubuh kecil istrinya, sampai sampai Ayu susah bergerak


"Arga"


"iya"


"aku boleh minta satu hal sama kamu?"


"apa pun yang kamu mau, akan aku turuti"


Kata Arga seraya menciumi seluruh wajah Ayu. Ayu memdorong wajah Arga sedikit mundur agar bisa berbicara padanya, namun tangan nya malah di ciumi Arga membuatnya kegelian


"aku mau jalan jalan ke luar negeri"


Arga memandang istrinya sayu


"kamu mau bulan madu? Kemana? aku akan turuti"


Belum sempat Ayu mengatakan kemana Arga sudah ******* dan menghisap bibir mungil nya begitu kuat dan penuh hasrat, bukan hanya bibir nya, tangan nya pun mulai meraba raba bagian sensitif istrinya. Ayu yang hanya menggunakan piyama tanpa pakaian dalam membuat Arga semakin leluasa mengelus, meraba setiap bagian tubuh Ayu, di lucuti nya piyama yang di kenakan Ayu hingga istrinya polos tanpa sehelai benangpun, dada kembarnya mulai naik turun seiring dengan deru nafas nya yang memburu karena nafsu.


bahkan Arga tak memberi sedikit pun kesempatan Bagi Ayu untuk sedikit bernafas bebas, mulut dan tangan nya bergerak liar membuat Ayu hampir ambruk.


"Arga.."


Desis Ayu dengan mata sayu, setengah terpejam


"ahhh..."


Pekik Ayu ketika bibir Arga dengan buas ******* dada kembar dan tangan masih liar ke seluruh tubuh nya.


Tanpa basa basi di gendong nya tubuh Ayu dengan sedikit berlari ke kamarnya, "Argaa....."


Ayu sedikit menjerit karena Arga melakukan dengan sedikit kasar sudah mirip orang kesurupan, di ***** nya bibir istrinya agar tak bisa berteriak, benar benar mirip sedang memperkosa perempuan dengan paksa, saat Arga mulai melakukan kewajiban nya sebagai suami.


Malam itu Ayu benar benar di buat tak berdaya, bahkan Arga tak juga berhenti sampai hampir pagi.

__ADS_1


Rasanya bagian sesitif Ayu seperti mau jebol melayani suami nya yang gairah nya tak berhenti sepanjang malam juga tak memberinya waktu untuk istirahat sejenak.


__ADS_2