teratai

teratai
Malam pertama


__ADS_3

Hari minggu pagi sebenarnya waktunya untuk malas malasan, tapi sayangnya sekarang Ayu sudah punya suami lagi jadi mau tak mau harus mengurus semua keperluan suami nya


"hari ini tak usah masak, aku akan ketemu klien jam 9 nanti, kamu ikut aku!"


Arga tak bertanya Ayu mau atau tidak, langsung saja berkata ikut aku...


"kita meeting nya di outdoor jadi tak perlu berpakaian resmi"


Ayu mengangguk meng iyakan


"meeting nya di mana?"


"kita janji meeting di daerah Karanganyar"


Jawab Arga singkat, Ayu hanya mangut mangut, karena lumayan jauh ke Karanganyar dari Jogja mereka berangkat lebih awal.


Ayu memasuk kan roti bakar ke wadah makanan dan di bawanya


Suasana jalanan tidak begitu macet karena ini hari minggu jadi mereka tidak akan terlambat sampai di tempat yang sudah di booking


Lumayan jauh sih sekitar 2-3 jam an


Arga melirik Ayu yang duduk tenang seraya makan roti bakar yang di bawanya.


"Dasar istri durhaka"


Gerutunya lirih


"apa?"


Tenyata Ayu mendengar gerutunya


"apa tadi kamu bilang...istri...."


Kata Ayu seraya memainkan roti yang di pegangnya, Arga hanya nyengir melihat istrinya yang makan sendiri tanpa basa basi menawarinya


"kalau mau itu bilang aja, ndak usah nyindir nyindir."


"nggak, aku lagi nyetir"


Jawab Arga dengan bibir manyun


"nih..."


Ayu menjulurkan tangan nya menyuapi Arga yang sedang nyetir.


Sejenak mereka tersenyum senyum geli karena selalu mempermasalahkan hal hal kecil.


Lokasi yang di pilih klien adalah sebuah resto dan vila di kaki gunung lawu.


udaranya benar benar sejuk malah lebih ke dingin, cocok juga buat refreshing


"selamat pagi tuan Arga"


"selamt pagi tuan Suki"


Seorang dengan mata sipit, kulit putih menjabat tangan Arga, klien Arga adalah tuan suki dari Jepang.


Kami memilih duduk di gazebo vila di mana sepanjang mata memandang di suguhi hamparan kebun sayuran dan gunung lawu yng terlihat menjulang tinggi....hmmm nyaman sekali rasanya


Tuan Suki membawa asisten pribadinya, seorang perempuan cantik dan sexy juga bermata sipit.


Aku hanya diam, sesekali saja ikut nimbrung dengan candaan mereka.


Entah perasaanku saja atau memang laki laki itu terlihat genit, aku benar benar tidak nyaman dengan tatapan tuan Suki padaku...tatapannya sangat menjijik kan.


Ternyata mereka membahas tentang import yang akan di lakukan perusahaan Arga di bidang pangan,


"kami bawa sedikit contohnya tuan, bila anda mau sekretaris saya akan menunjuk kan pada anda"


Logat sedikit cadel tuan Suki

__ADS_1


"oh, baiklah.."


Arga beranjak dari duduknya dan pergi bertiga, menyuruhku untuk menunggu di sini saja


Aku hanya mengangguk menikamati terpaan angin yang menyibak rambut hitam panjangku yang terurai....


Rasanya ....benar benar menenangkan


"apa anda menikmatinya nona"


Aku di kejutkan dengan tangan tuan Suki yang tiba tiba sudah memegang pundak ku dan segera ku tepis


"iya, terima kasih atas jamuan nya"


Basa basiku mengingat dia adalah klien Arga meskipun aku sebenarnya sangat jijik melihat tatapan matanya


"sepertinya tuan Arga akan lama, saya akan menemani anda, nikmati saja"


Aku hanya tersenyum


"saya tidak tahu tuan Arga memiliki sekretaris yang sangat cantik"


Perasaanku sudah tak enak mendengar kata kata tuan Suki, dia mengira aku sekretaris Arga


"apakah nona suka dengan hidangan nya, silahkan di nikmati, kalau mau apa pun bilang sama saya, saya pasti akan memberikan nya pada anda..."


Tangan nya mulai nakal memegang tangan Ayu dengan tatapan seperti singa yang siap menerkam mangsanya


"terima kasih tuan, saya menikmati hidangan nya tapi saya tidak ingin apa pun"


Perasaan ku sudah tak karuan, menahan jijik, takut dan marah karena Arga meninggalkan ku sendiri dengan laki laki mata keranjang ini


"jangan takut nona, saya bukan orang jahat"


tersenyum canggung adalah satu satunya hal yang bisa di lakukan Ayu


"saya bisa melancarkan kontrak kerja sama ini jika anda mau"


"maksud anda"


"saya bisa langsung tanda tangan dengan bos anda, bila anda mau, dan pastinya nona akan mendapat bonus yang besar jika kerja sama ini berhasil....tapi..."


Ku tepis tangan tuan Suki yang berusaha merangkul pundak ku, sungguh sangat jijik aku


"maaf tuan anda salah paham tentang saya..."


"jangan sok jual mahal nona....sekretaris saya akan saya kasih bonus besar jika bisa membuat klien ku senang dan tanda tangan kontrak.."


"jangan macam macam tuan Suki"


Aku berdiri menghindari tangan nakal tuan Suki, sial nya tempat kami makan ada di teras villa jadi hanya pengunjung yang menginap di villa yang ada...


Tuan Suki mencengkeram tangan Ayu kuat


"saya harap anda bersikap sopan atau.."


"atau apa nona...jangan jual mahal lagi...saya tahu maksud tuan Arga membawa anda kesini, untuk meluluskan kontrak kerja sama ini bukan"


Muka ku merah padam mendengan kata tuan Suki, tak mungkin Arga seperti itu


"mari kita selesaikan segera nona, dan anda akan segera mendapat kan kontrak kerja ini"


Tangan kuat tuan Suki menarik Ayu masuk ke villa


"jangan macam macam atau saya akan teriak"


Ayu mulai panik dengan kelakuan klien Arga, sementara Arga tak kunjung datang


" tempat ini sudah saya booking nona, tak akan ada yang kesini, jangan jual mahal pada saya....saya akan memberi anda uang,"


Ayu mendorong tuan Suki yang mulai memegang pundak dan punggung nya.

__ADS_1


Tanpa di duga tubuh tinggi tuan Suki menarik tangan nya kasar dan mendorong Ayu ke dinding, berusaha mencium dan melakukan pelecehan pada Ayu


Ayu teriak sekuatnya, berusaha mengelak dan mendorong laki laki brengsek itu, tapi tubuh kecil Ayu yang di dorong ke dinding tak mampu mengelak dari cengkraman kuat tangan lelaki itu


Brakkkkk.....


sebuah pukulan mendarat tepat di muka laki laki itu


"Arga"


Ayu berhambur ke pelukan Arga sambil menangis, tubuhnya gemetar dan dingin karena ketakutan


"anda mau menjebak saya dengan sekretaris anda, benar benar laki laki brengsek "


Wajah Arga merah padam, nafasnya ngos ngos an menahan emosi yang meledak ledak


"tuan Arga , apa anda mau kontrak kita di batalkan?"


Laki laki itu bangun dengan mengusap darah di ujung bibirnya, berkata dengan nada tinggi dan juga ancaman


"saya tidak peduli dengan kontrak ini, karena anda sudah berani kurang ajar pada istri saya"


Arga ikut berteriak


"jangan membela perempuan murahan ini tuan, sekretaris murahan anda ini sudah merayu saya,"


Aku melotot mendengar laki laki busuk itu membuat pengakuan palsu.


mendengar kata kata itu Arga semakin kalap, di pukulnya pelipis laki laki jepang itu hingga terhuyung hampir jatuh di pegang beberapa bodyguard nya yang datang mendengar keributan ini


"berani berani nya anda menyebut istri saya murahan, cara anda mendapatkan kontrak ini yang murahan, saya tidak akan membuat kontrak kerja sama dengan anda."


Arga memutuskan membatalkan kerja sama nya setelah melihat perlakuan laki laki itu pada istrinya


"anda akan menyesal tuan Arga telah membatalkan kontrak ini demi perempuan murahan itu"


Mendengar kata kata murahan sontak emosi Arga meledak, di pegangnya krah baju laki laki sialan itu dan hendak memukul lagi tapi di halau para bodyguard


"anda yang akan menyesal kehilangan kontrak ini, laki laki bajingan"


Arga berteriak melihat laki laki jepang itu pergi dengan di papah bodyguard nya.


Di peluk nya tubuh kecil istrinya yang masih menangis dan gemetar ketakutan


"maafin aku Yuk...harusnya aku nggak ninggalin kamu sendirian"


Di usapnya kepala ayu dan di ciumi keningnya berusaha menenangkan istri nya yang syok dengan kejadian tadi


"kamu jahat ...aku benci kamu..."


Di sela isak nya Ayu memukul dada Arga


"iya ...iya...aku janji nggak akan ninggalin kamu lagi."


Di per erat pelukan ke tubuh mungil istrinya yang masih terisak.


Karena Ayu masih sedikit syok dan ketakutan Arga memutuskan untuk menginap di villa malam ini, sambil menunggu istrinya tenang


"jangan takut...aku tidak akan meninggalkanmu lagi"


"janji..."


"iya aku janji"


Di kecupnya lembut kening Ayu dan di peluk nya erat demi membayar rasa bersalahnya pada istrinya


"aku akan selalu menjagamu, jangan khawatir"


Di tatapnya dalam kedua mata sembab Ayu, lama mereka saling bertatapan


Cuppp....Arga memagut bibir mungil Ayu yang masih sedikit gemetar, di hisapnya dan di lumatnya bibir istrinya kuat kuat, membuat Ayu kelabakan membalas ciuman sang suami, masih dengan ciuman di angkatnya tubuh mungil Ayu dan di baringkan di kasur vila, sedikit demi sedikit tangan Arga mulai nakal, turun ke dad kembar Ayu yang sudah naik turun dengan nafas ngos ngos an menahan hasrat, perlahan tapi pasti di buka nya sedikit demi sedikit pakaian yang di kenakan istrinya sampai semua bagian tubuh Ayu terlihat...

__ADS_1


Arga menatap Ayu dalam, di usapnya kepala perempuan itu lembut, matanya mengisyaratkan meminta ijin untuk melakukan kewajiban nya sebagai seorang suami, dengan nafas memburu Arga melakukan kewajiban nya sebagai seorang suami, membuat Ayu kelelahan dan kesakitan melayani hasrat suami nya yang meledak ledak dan seakan akan tak mau usai hingga hampir pagi.


__ADS_2