teratai

teratai
mulai kerja


__ADS_3

"Gus, kamu jangan bohong....,


Arga sudah ketemu kan?


Sudah hampir 2 minggu dari sekarang, dan tak ada konfirmasi apa pun dari pihak maskapai maupun keluarga,


Dimana Arga?"


Perempuan cantik itu mencekal lengan Agus yang baru keluar dari ruang meeting di kantor nya.


"itu bukan wewenang saya untuk memberikan konfirmasi mbak, karena saya hanya bawahan saja, dan bukan keluarga pak Arga."


"setidak nya kamu tahu kan dimana Arga?


Tidak mungkin kamu melakukan tindakan sendiri untuk urusan perusahaan."


"saya sudah mendapat kan wewenang untuk urusan perusahaan sejak sebelum terjadi kecelakaan, jadi semua yang saya lakukan sudah sesuai dengan prosedur nya."


"jangan berbelit belit lagi Gus, beritahu di mana Arga, aku tidak aka menyulit kan mu"


"saya tidak merasa di sulit kan, saya memang sudah di beri perintah untuk memenuhi semua kebutuhan dan fasilitas untuk keluarga mba Mitha.


Oh ya...rumah yang mbak tempati itu sekarang sudah atas nama mbak Mitha.


Surat surat lengkap nya akan saya kirim kerumah mbak Mitha minggu depan."


"atas perintah Arga?"


"bukan, ini perintah dari nyonya Anya"


"lalu di mana mama Anya?"


Agus menghela nafas nya kasar.


" beliau sudah kembali ke Jogja"


"aku minta alamat di Jogja!"


Agus mendelik kesal dengan ke gigihan perempuan cantik yang seakan tak pernah lelah mengejar cinta itu.


"maaf mbak, saya tidak bisa memberikan alamat tanpa seizin yang punya, saya takut melanggar privasi mereka.


Nikmati saja hidup mbak Mitha dengan semua fasilitas yang di berikan.


Bukan kah itu jauh lebih baik."


"aku akan cari sendiri."


Setelah berkata tanpa mendengar saran dari Agus, Mitha segera berlalu, berjalan cepat menuju arah keluar.


Wajah nya tampak kesal dan marah.


"aku tak bisa diam....aku....aku harus cari tahu....."


Gumam nya setelah berada dalam mobil hitam yang terparkir di parkiran perusahaan.


Tanpa harus bekerja, dia dan keluarga nya sudah mendapat kan semua fasilitas layak nya orang kaya. Uang bulanan, rumah, transportasi bahkan beberapa saham pun sudah di alih kan atas nama nya.


Dan tentu itu semua atas perintah dari ibu Anya yang ingin sedikit meringan kan beban putra semata wayang nya.


🥀


🥀


🥀


Matanya masih setia terpejam meski sudah hampir 2 minggu, wajah nya pun masih pucat, meski sudah tak sepucat dulu dan tubuh nya sedikit kurus.

__ADS_1


"sayang kamu di sini..."


Perempuan itu tersentak ada yang menepuk bahunya meskipun pelan karena sebelum nya dia larut dalam lamunan.


"iya ma...."


"kamu jadi ke kantor hari ini?"


"iya.... Aku sudah janji sama Michelle."


Setelah persalinan, michelle dan Ayu telah membuka satu cabang dari Lotus company di sekitar tempat nya tinggal, karena belum memungkin kan bila Ayu harus kembali ke pusat kota di mana central Lotus berada.


Dengan begitu dia juga bisa memantau semua kegiatan dari lotus Company, di pusat maupun di cabang, karena Ayu juga termasuk pemegang saham terbesar di perusahaan itu.


"Bry dimana ma?"


"sedang minum susu sekalian di jemur sama suster di taman"


Bryatta aswatama soedjiwa.


Nama putra nya yang baru berumur 2 minggu.


kini perawatan Arga pun di pindah kan di rumah yang sebelum nya telah di belikan Arga untuk nya demi menghindari hal hal yang tidak di ingin kan dengan fasilitas medis yang lengkap juga perawat dan dokter yang menjaga silih berganti.


"titip Bry ma, Ayu mau ke kantor dulu."


"iya sayang, Bry cucu mama, kamu nggak usah khawatir."


Sebelum beranjak dari kamar rawat Arga, di kecup nya sejenak kening laki laki yang masih setia memejam kan mata itu.


"Ayu berangkat ma"


"iya, hati hati di jalan, seperti nya Naya mau sekalian berangkat sekolah"


"iya ma, Ayu yang akan antar ke sekolah"


Hubungan mereka justru membaik pasca kecelakaan yang membuat Arga belum sadar sampai sekarang, meski kadang Ayu masih merasa sedikit terganggu kala memikir kan tentang sahabat nya yang masih mencari cari keberadaan Arga.


Rasa nya takdir benar benar mempermain kan nya.


"welcome back honey..."


"pagi Michell"


Kantor cabang yang baru di buka beberapa hari sudah nampak sibuk.


Karena di cabang ini mungkin Ayu akan melakukan produksi besar besaran untuk sketsa dari produk nya yang selama ini di buat selama menghilang dan belum sempat terkirim pada Michell.


Bahkan akan ada rencana merambah ke kosmetik dan kecantikan.


"honey apa kamu tidak akan kelelahan dengan semua ini, and then, how with your son?"


"jangan khawatir Chell, aku akan bagi waktu antara pekerjaan dan keluarga ku.


Lagi pula, aku sudah sangat bosan di rumah terus."


"oh iya honey, ini chiko orang kepercayaan ku yang akan jadi asisten kamu.


Meski dia cowok, tapi percayalah, dia profesional dalam pekerjaan."


"harus nya kamu tak perlu repot repot Chell, tapi makasih udah buat pekerjaan ku mudah"


"jangan sungkan honey"


Kedua nya saling berpelukan, mengingat kan Ayu pada sosok sahabat karib nya Mitha yang sudah bersahabat semenjak mereka masih sekolah.


"fokus saja ke masa depan honey, yang berlalu cukup jadi pelajaran.

__ADS_1


Sudah cukup memikir kan kebahagiaan orang lain, saat nya kamu memikirkan kebahagiaan mu juga kedua anak mu.


Jangan sampai keputusan mu membuat mu menyesal kelak.


Aku selalu dukung kamu"


"makasih Chell.... Aku harap, kedepan nya, aku bisa lebih tegas dan jujur pada diri ku sendiri."


"ehm......"


Perhatian kedua nya teralihkan saat seseorang yang sudah berdiri di dekat mereka berdehem keras karena merasa tak terlihat.


"" eh... Chiko....maaf .... Lupa kalau ada kamu..."


"it's ok Michell, sudah biasa..."


Ayu menahan tawa nya mendengar jawaban Chiko yang memang apa ada nya. Karena Michell terkadang lupa dengan orang yang ada di sekitar nya saat telah asik dengan sesuatu atau pun dengan seseorang.


"selamat pagi Chiko, senang kerja sama dengan mu, semoga kamu betah bekerja di sini"


"selamat pagi bu Ayu, saya akan bekerja dengan kemampuan saya, semoga bu Ayu tidak kecewa dengan kinerja saya nanti nya."


"apa an sih, gak usah terlalu formal juga kali.... Chiko ini, temen ku di Ausi Yu, kalau dia bandel, jewer aja kuping nya."


"eh mana bisa, itu nggak ada dalam kontrak kerja"


Protes Chiko kesal pada Michell.


"ya suka suka aku lah, disini kan yang jadi atasan aku sama Ayu"


"tapi itu nggak tertulis di kontrak, bisa kena pasal kekerasan pada bawahan kamu."


"ya udah, kalau nggak mau di jewer, kalau dia macam macam potong aja gaji nya..."


Chiko mendelik mendengar omelan Michell yang sudah mirip emak emak sedang memarahi anak nya.


"ha...ha ....ha..."


Ayu tertawa terbahak mendengar pertengkaran dua teman itu.


"udah Yu, jangan kasih ampun kalau macam macam...."


"apa an sih Chell... Teman ga ada akhlak."


Gerutu Chiko sesaat namun hilang seketika melihat wajah cerah Ayu yang tertawa lepas.


"cantik."


Gumam nya lirih mengagumi perempuan yang akan menjadi atasan nya itu.


🥀


🥀


🥀


🥀


"ini foto dan data diri nya, saya mau kalian cari informasi tentang dia secepat nya, tentang keberadaan nya sekarang itu yang terpenting, jika ada informasi sekecil apa pun kalian lapor kan pada ku."


"baik mbak, kami akan segera cari tahu"


"dan ingat ..... Jangan sampai ada yang tahu,.....aku tak akan segan menghabisi kalian "


"jangan khawatir mbak, kami sudah profesional, kami akan bekerja dengan baik sesuai dengan imbalan yang kami terima."


"ok... Ini untuk uang muka dan uang jalan kalian.....akan ada banyak bonus jika kalian berhasil."

__ADS_1


Perempuan itu melempar gepokan uang dalam amplop coklat besar yang di sambut dengan smirk dua orang laki laki dengan tubuh besar .


"pergilah dan gerak cepat lah, aku tidak suka sesuatu terlalu lama."


__ADS_2