
Daan ternyata benar dugaan Arga, selesai makan, wanita nya kembali marah marah, membuat nya harus mengelus dada dan bersabar.
Semua serba salah di mata perempuan yang sedang mode galak.
Diam salah, menjawab pun juga salah.
Mengaku salah bohong pun pasti ketahuan dan lebih salah...
Itulah wanita.
"sudah ya jangan marah terus, apa kamu nggak capek?"
Arga mencoba mengalih kan pembicaraan , agar perdebatan dan sumber kemarahan Ayu segera selesai.
"aku nggak akan capek kalau bukan kamu yang buat aku marah marah , buat aku kecapeka an..."
Kembali menarik nafas panjang adalah yang bisa di lakukan Arga.
"ya sudah.... Aku minta maaf, nggak akan ulangi lagi."
Ayu masih cemberut dengan bibir sedikit maju, entah lah rasa nya hari ini mood nya benar benar buruk.
Tak bisa mengontrol emosi nya.
"aku tidak percaya, bukti nya sekarang kita berada dalam masalah yang tak kunjung selesai, itu juga karena kamu yang hobi tebar pesona."
Arga mengerjap kan mata nya berkali kali, mendengar perempuan di samping nya yang terus nyerocos seakan tak lelah mulut nya komat kamit.
Sampai akhir nya tak terdengar lagi suara omelan dan kekesalan dari arah samping nya.
Arga yang heran karena mendadak suasana menjadi sepi segera menoleh ke samping, ternyata istri nya sudah tertidur pulas.
hfftttt
Aku tahu kamu lelah sampai tak bisa mengontrol emosi...maaf kan aku, semua karena ku.
Bisik hati nya melihat Ayu yang tertidur dengan wajah terlihat begitu lelah.
Perjalanan yang seharus nya hanya dua jam ternyata jauh lebih lama karena macet.
Drtt..drt...drt...
Ponsel Arga bergetar menandakan ada pesan yang masuk.
Dengan satu tangan tetap di kemudi, Arga meraih ponsel di saku dan membaca pesan yang masuk
📩 tinggal kan dia atau aku akan benar benar gila.
Pesan singkat yang membuat Arga mencengkeram erat ponsel di tangan nya.
📩dia istri ku, dan itu bukan urusan mu
Balas Arga geram.
📩aku lelah mengalah, kali ini kau yang memintaku menjadi gila.
📩kau memang sudah gila, dan aku tidak peduli.
Satu lagi jangan pernah mengancam ku, aku tidak takut dengan ancaman mu.
📩tenang saja aku tak melakukan apa pun pada mu, karena aku mengingin kan mu, tapi .... Dia yang menjadi penghalang antara kita.
📩jangan pernah sentuh keluargaku atau aku tidak akan memandang mu sebagai perempuan lagi, dan menyakiti mu dengan tangan ku sendiri.
📩oh.... Kau mengancam ku.... tapi sayang nya aku sudah tak peduli dengan semua itu, bila aku hancur kalian pun akan sama hancur nya.
📩dan aku tak akan membiar kan keluarga kecil ku tersentuh oleh mu.
📩oke....
Lihat kejutan apa lagi yang akan ku berikan besok pada kalian..... Siap siap lah.
__ADS_1
Arga memukul setir nya merasa geram dan marah, dia yang selama ini masih mencoba bersabar dan mengalah karena musuh nya perempuan.
Sebenar nya bisa saja dia memakai jalan pintas, menculik, membunuh atau jalan ekstrim lain nya karena bagi orang berduit hal seperti itu akan sangat mudah.
Segalanya jadi mudah karena uang, tapi dia masih menahan diri nya agar tidak melukai wanita secara fisik karena sadar dia lahir dan di besar kan juga oleh seorang wanita.
Tapi seperti nya perempuan satu ini benar benar sudah menguras habis kesabaran nya.
📩Agus jalan kan rencana yang ku katakan kemarin.... Jangan sampai lolos.
Satu pesan sukses terkirim kepada nomor Agus, Arga segera memasuk kan ponsel nya kembali ke saku jaket.
Menarik nafas panjang, mencoba menetral kan emosi nya yang sempat memuncak.
Karena kalau istri nya bangun masih ada kemungkinan dia masih mengomel seperti sebelum tidur, dan itu tentu saja membutuh kan kesabaran yang ekstra.
🥀
🥀
🥀
🥀
Di Apartemen yang mewah, Dina nampak begitu telaten mengganti diapers Sefia yang sudah penuh, dan menggendong nya serta memberi nya susu botol agar berhenti menangis.
Dengan sentuhan lembut dan ketelatenan Dina akhir nya bayi itu berhenti menangis dan meminum susu nya dengan lahap, mungkin kelelahan menangis.
Agus bernafas dengan lega melihat bayi nya anteng dalam gendongan Dina, lalu menyender kan punggung nya di sofa.
Akhir nya telinga nya menjadi tenang yang tadi nya sangat berisik dengan tangisan sang putri kini sudah tenang, hanya sesekali terdengar suara Dina yang mengajak bicara bayi itu pelan pelan, seolah dia sudah mengerti dengan ucapan nya.
Perlahan Agus memejam kan mata nya, karena memang sudah dari kemaren dia sama sekali tidak tidur karena bayi nya yang rewel.
"Din, kamu nginep di sini saja ya, nanti kalau tengah malam dia bangun lagi dan nangis, aku tak tahu cara mendiam kan nya"
Kata Agus dengan mata yang sudah hampir terpejam, meminta Dina untuk menginap di apartemen nya.
Dina tak menjawab hanya melihat wajah Agus yang nampak kelelahan dan hampir terpejam di sofa tempat nya duduk.
Jawab Dina tanpa melihat Agus dan tangan mengusap pelan wajah bayi yang mulai tenang dalam gendongan nya.
Dalam pikiran Dina, Agus menyuruh nya menginap karena terlalu kelelahan dan tak bisa mengantar nya.
Padahal sebenar nya Agus takut nanti malam Sefia akan terjaga tengah malam dan histeris lagi.
Setelah menidurkan Sefia di box nya, Dina tak langsung meninggal kan nya, dia masih takut bayi itu akan tebangun lagi, masih mengusap usap lembut wajah nya yang menggemas kan, setelah di rasa cukup lelap tertidur, Dina keluar dari kamar, di lihat nya Agus yang tertidur di sofa dengan posisi duduk dan mulut sedikit menganga, tampan, itulah yang ada di benak Dina.
Terlihat jelas di wajah nya rasa lelah, membuat Dina tak tega, dengan pelan pelan masuk ke kamar lagi dan mengambil selimut, menutupkan nya pada tubuh Agus yang masih menggunakan jas lengkap dengan sepatu nya. Mau membangun kan tak tega, mau bantu melepas kan sepatu takut Agus terbangun lagi.
Melirik sekilas jam di dinding ternyata sudah hampir tengah malam.
Dengan segala pertimbangan akhir nya Dina memutuskan kembali masuk ke kamar dan tidur di kamar Agus bersama Sefia dan baby sitter nya.
🥀
🥀
🥀
🥀
saat mobil sampai di depan rumah mewah, saat itu pula Ayu terbangundari tidur nya, dan menguap lebar sambil meregang kan otot nya.
"sudah sampai."
Gumam nya melirik arloji di tangan nya menunjuk kan pukul 11 malam.
Jarak yang seharus nya hanya di tempuh dalam dua jam menjadi lebih lama karena kemacetan.
Kedua nya berjalan menuju pintu utama dan memencet bel.
__ADS_1
Terdengar samar samar dari tempat mereka berdiri, tangisan kencang bayi.
"hhhhh...Bryatta masih rewel"
Gumam Ayu entah pada siapa.
"harus nya kau beritahu aku kalau Bryatta rewel, dia pasti rindu padaku"
Jawab Arga yang langsung mendapat decakan dari Ayu.
Seperti nya rasa kesal masih belum habis dalam diri Ayu.
"kenapa lama sekali buka nya?"
Gerutu Ayu sekali lagi memencet bel tamu, dan berkali kali, agar pintu segera di buka.
"tunggu lah mereka sedang menenangkan Bryatta, kamu dengar kan dia sedang menangis"
Jawab Arga mencoba menenang kan wanita nya.
Cklek....
Pintu terbuka dengan cahaya temaram lampu yang sudah di matikan, sosok perempuan tinggi berbaju panjang muncul dari balik pintu dengan wajah putih pucat.
Aaaaahhkkkkkk...
Teriak Ayu histeris meloncat ke arah Arga, mirip seperti koala minta gendong pada induk nya.
"aaa.......setaannnnnn"
Teriak nya lagi semakin mengeratkan pelukan di tubuh Arga dengan dua kaki melingkar erat di pinggang Arga.
Arga yang terkejut, diam dan melotot kaget dengan kelakuan istri nya.
"kamu kenapa sayang?"
Suara perempuan terdengar lembut dan halus menyapa mereka.
Ayu terdiam merasa mengenal suara itu, tapi tak melepas kan diri, tetap di gendongan Arga.
"mama!!!! Mama bikin istri ku jantungan saja"
Gerutu Arga yang menyadari bahwa perempuan itu adalah mama Anya, mama nya yang sedang memakai masker di wajah nya.
Ayu menoleh dan mengerjap berkali kali, memastikan pendengaran nya tak salah.
"mama Anya."
Menyadari perempuan di depan nya adalah mama mertua nya, Ayu segera turun dari gendongan Arga dengan wajah bersemu merah menahan malu.
Untung suasana agak gelap jadi wajah nya yang seperti kepiting rebus tak terlihat oleh Arga dan mertua nya.
"iya, ini mama, kamu kenapa sayang?"
Tanya mama Anya yang bingung melihat tingkah menantu nya.
"ee....mmmm...itu..aku... Mama kapan datang nya? Kenapa tak bilang kalau mau kesini, jadi bisa di jemput."
Jawab Ayu terbata mencari pengalihan agar tak malu.
"mama datang siang tadi.... Mama tak kasih tahu sebenar nya mau kasih kejutan.... Eh malah kamu nya nggak ada di rumah."
"mama sudah buat kejutan buat Ayu"
Gumam Arga pelan tapi masih bisa di dengar jelas oleh Ayu yang berada di dekat nya.
"apa ??? Kamu ngomong apa Arga?"
Tanya ibu Anya mendengar putra nya sedikit bergumam.
"tidak ma... Kalian lanjut kan, aku mau lihat putra ku, seperti nya dia merindukan ku."
__ADS_1
Jawab Arga segera berlalu, karena melihat Ayu yang sudah melotot pada nya.
Ternyata istri nya masih belum selesai dengan mode galak nya.