teratai

teratai
saling cinta tapi...


__ADS_3

"bagaimana kondisi anak saya dok?"


"putri ibu demam nya cukup tinggi, saya beri resep obat untuk penurun demam, kalau dalam tiga hari demam nya tidak turun, sebaik nya ibu bawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan."


Ayu merasa bersalah, karena diri nya yang menyibuk kan diri pada pekerjaan demi bisa melupa kan Arga justru membuat putri kecil nya jatuh sakit.


Di usap nya pelan rambut pirang putri nya.


"maafin mama sayang, mama terlalu sibuk sampai lupa sama kamu"


Wajah kecil yang tampak pucat itu tak bereaksi, mata nya terpejam.


"papa....papa Arga..."


Tiba tiba bibir mungil itu memanggil manggil Arga.


"sayang ini mama nak, Naya bangun sayang"


Mata bocah cilik itu masih terpejam tapi mulut nya terus memanggil Arga.


"papa.... Papa Arga... Papa...."


Ayu mengusap bulir bening pada sudut mata nya, bingung harus bagai mana.


Dia tak mungkin merusak kebahagiaan anak lain, tapi anak nya sendiri sedang membutuh kan Arga.


"sayang, buka mata mu nak, ini mama"


Suara Ayu parau, tak tega melihat kondisi putri nya.


"papa Arga..".


Suara Naya semakin lirih, membuat Ayu semakin tak bisa menahan tangis nya.


Ayu segera mengirim pesan pada Arga seraya mengusap air mata yang berlinang.


Tak berapa lama bel rumah sudah berbunyi.


"bagaimana keadaan Naya."


Arga sudah berada di depan pintu.


Ayu tak menjawab hanya mempersilah kan Arga masuk.


"papa Arga...."


Terdengar suara lirih yang lemah dengan kedua mata masih terpejam


"sayang...ini papa, Naya kenap sayang?"


Arga menggenggam tangan bocah cilik itu dan menciumi wajah nya penuh sayang, wajah nya sangat panas.


"papa Arga..."


"ini papa nak....Naya, buka mata mu nak, papa sudah datang.."


Ayu yang melihat itu tak kuasa menahan tangis, segera keluar kamar, hati nya trenyuh, melihat kedekatan kedua nya.


Kedatangan Arga bisa di rasakan oleh gadis cilik itu, dia tak lagi mengigau, dan suhu badan nya sedikit menurun.


Arga dengan setia menunggui bocah itu, dan mengganti kompres nya.


"papa!"


Perlahan Naya membuka mata nya yang sayu, nampak senyuman tersungging dari bibir pucat nya ketika melihat sosok Arga berada di dekat nya.


Di rentang kan nya kedua tangan nya mengharap pelukan hangat seorang Ayah.


"sayang kamu sudah sadar"

__ADS_1


Arga memeluk dengan sayang gadis kecil itu.


"papa, Naya kangen"


"papa juga kangen."


Arga membelai lembut wajah kecil yang pucat, dia memang bukan putri kandung nya, tapi mereka terasa sangat dekat, ikatan batin kedua nya sangat erat.


"papa jangan pergi pergi lagi"


"nggak sayang, papa nggak kemana mana, papa di sini sama Naya"


Ayu yang mendengar percakapan kecil itu merasa sedih.


"sayang, kamu sudah sadar"


"mama, bilang ke papa jangan pergi lagi, Naya kangen sama papa"


Sejenak mereka saling pandang, tak tahu harus menjawab apa.


"papa janji nggak kemana mana syang, papa akan jagain Naya."


"janji"


Naya mengulur kan satu jari manis nya .


"janji"


Arga menaut kan jari manis nya dengan jari kecil Naya.


"papa tinggal disini sama Naya aja"


Arga dan Ayu saling menatap tanpa arti.


"papa nggak mau?"


wajah pucat itu terlihat kecewa.


Ayu menghela nafas panjang, tidak tahu harus bagaimana menyikapi permintaan putri nya


"sekarang Naya bobok yah, papa disini."


Gadis kecil itu mengangguk pelan.


"makasih sudah perhatian sama Naya"


Ayu berkata pelan. Berjalan keluar kamar setelah memastikan Naya sudah tertidur, Arga mengikuti langkah Ayu pelan.


"itu sudah tugas ku."


Ayu menghela nafas dalam, harus membiar kan Arga di sini sementara atau menyuruh nya pulang, tapi sudah pukul 2 dini hari.


Arga memijit pelipis nya pelan, terlihat sekali wajah nya yang lelah, sesekali masih terdengar igauan Naya memanggil manggil Arga.


"aku buat kan makan"


Ayu berinisiatif membuat makanan, melihat wajah Arga yang lelah karena memang Arga datang sejak magrib tadi, pasti belum makan malam.


Pandangan Arga tak lepas dari Ayu yang sibuk di dapur. Rasa nya ingin menghampiri dan memeluk tubuh kecil istri nya yang begitu di rindukan nya.


Ayu yang menyadari Arga mengamati nya mendadak menjadi gugup.


"ahh..."


Karena tidak fokus pisau mengenai jari nya hingga berdarah.


"kenapa Yuk."


Arga segera mendekat mendengar Ayu yang teriak kecil terkena pisau.

__ADS_1


Di sambar nya jemari Ayu dan di hisap nya darah yang keluar sampai darah nya mampet.


Ayu hanya terdiam melihat Arga yang begitu peduli pada nya.


Kedua nya saling diam, saling pandang, jelas sekali dari mata kedua nya ada rasa cinta yang terpancar, tapi terhalang masalah lama.


"terima kasih"


Ayu berkata pelan menarik tangan nya, tapi Arga terlalu kuat memegang tangan nya. Ayu menunduk menahan rasa yang entah antara sakit atau bahagia di dalam hati nya.


Perlahan Arga mengusap lembut kepala Ayu, semakin membuat sakit di hati Ayu.


"Arga..."


Suara Ayu terdengar parau, menahan gemuruh di dada nya.


"aku siap,.... Untuk....kita ...bercerai..."


Dengan terbata Ayu mengucap kan kata cerai, air mata pun sudah jatuh di pipi bersih nya.


"aku nggak akan pernah mencerai kan kamu"


"jangan egois Ga"


Ayu mulai terisak.


Arva menarik tubuh kecil Ayu ke dalam pelukan nya, erat.


"apa pun yang terjadi, aku tak akan pernah mencerai kan kamu"


Arga semakin memper erat pelukan nya.


"kamu tak bisa seperti ini Ga"


"hukum aku...apa pun itu...aku terima....tapi aku tak akan pernah mencerai kan mu"


Air mata Ayu semakin deras mendengar kata kata Arga.


Pelukan erat Arga terasa hangat dan nyaman bagi Ayu, tapi Ayu sadar, itu salah, dia tak bisa egois, ber bahagia di atas luka perempuan lain.


"Arga"


Suara Ayu semakin parau.


Tanpa dia duga Arga meraih bibir nya dan mencium nya lembut, tangan nya mengusap air mata yang membasahi pipi bersih nya.


"aku mencintai mu Ayu."


Kembali menyambar bibir seksi Ayu, mencium nya lembut, mencumbu, menghisap dan ******* nya.


Memegang tengkuk Ayu semakin memperdalam ciuman nya, sesaat Ayu terbuai dengan ciuman hangat dan lembut Arga.


"aku mohon.....kita tak bisa seperti ini"


Bisik Ayu dengan mata sembab


"kenapa.... Apa kamu tidak mencintai ku"


Arga menatap Ayu penuh harap.


Ayu memaling kan wajah nya, karena sejujur nya dia juga cinta pada Arga, tapi itu salah.


Ayu mendorong tubuh Arga sedikit mundur.


"aku siap kan makanan dulu."


Ayu mencoba mengalih kan perhatian dari pertanyaan Arga.


Arga menghela nafas panjang, tahu persaan Ayu yang sebenar nya tapi dia sendiri tak bisa memaksa Ayu.

__ADS_1


Malam itu Ayu membiar kan Arga menginap di rumah nya karena Naya yang masih mencari cari papa nya.


Meskipun perasaan nya jadi tak karuan.


__ADS_2