teratai

teratai
masih marah


__ADS_3

"aarrrrkkkkhhhhhhh...."


Teriak Agus frustasi karena dia belum bisa istirahat sama sekali....


Dari pulang kerja sampai sekarang bayi nya tak berhenti menangis, wajah nya benar benar kusut dan telinga nya sudah terasa sangat panas mendengar Sefia yang tak kunjung diam.


"shtt...shuttt... Jangan nangis sayang ku... Ada papa di sini,... Diam ya, Sefia mau apa sayang.....cup...cup...cup..."


Meski benar benar kelelahan Agus tetap mencoba menenang kan putri nya karena baby sitter nya pun kewalahan.


Dan sayang nya bayi itu tak berhenti menangis malah semakin kencang, membuat Agus semakin panik.


"suster lakukan sesuatu sus!"


Perintah Agus karena gugup melihat putri nya yang menggeliat geliat dalam gendongan nya.


suster memberikan susu botol pada Agus agar di susui, tapi bayi mungil itu tetap tak mau.


"apa kita bawa ke dokter aja sus, nangis terus dari tadi."


kata Agus yang merasa kasihan pada putri nya, melirik jam sudah menunjuk kan pukul 9 malam.


" tapi, dia tidak sakit pak!"


jawab suster pelan sambil menunduk, seorang suster pasti tahu kondisi bayi mana yang membutuh kan dokter dan mana yang tidak membutuh kan dokter.


"trus ini gimana sus.... Sefia nggak berhenti nangis dari tadi."


Panik Agus mendengar penuturan baby sitter bayaran nya.


"mungkin dia kangen mama nya pak!"


Agus berdecak kesal mendengar jawaban suster, ini baru dua hari, sedangkan Shella menitip kan nya satu minggu, bagaimana hari hari kedepan nya, serasa lemas tubuh Agus saat itu.


'aku harus hubungi Shella , tanya bagaimana cara membuat Sefia berhenti menangis'


Batin Agus yang menyerah kan bayi nya pada suster den segera mengambil ponsel nya.


di luar kendali nya, ponsel Shella masih tidak aktif sampai saat ini membuat Agus geram menggenggam kuat ponsel nya.


hati nya ikut miris mendengar tangisan bayi nya yang tak mau berhenti sementara dia sama sekali tak tahu bagaimana cara merawat bayi.


di acak acak rambut nya frustasi.


membuat nya seketika teringat sang sekretaris yang pernah membantu nya merawat Sefia.


segera di pencet nya nomor Dina.


📞halo, ada apa pak Agus?


Jawab Dina dari seberang telfon.


📞Din, gawat Din, aku minta tolong sama kamu.


📞hah... Apa nya yang gawat pak?


Dina ikut panik mendengar suara Agus yang juga panik.


📞itu Din, Sefia nangis dari sore tak mau diem.


Dina nyengir kuda mendengar jawaban Agus, dimana dalam pikiran nya adalah terjadi sesuatu dalam perusahaan, ternyata....


Masalah bayi Agus lagi.


📞 aku minta tolong sama kamu Din, kamu ku jemput sekarang ke apartement ku.


📞tapi ini sudah malam pak!


Elak Dina melirik jam di dinding sudah jam 9 malam.


📞belum Din, baru juga jam 9, ayolah bantu aku, aku sudah kewalahan.


Pinta Agus dengan suara memelas nya, karena memang dia benar benar sudah kehabisan akal dan tenaga.

__ADS_1


📞apa kamu tak kasihan padaku, 2 malam ini aku hampir tak tidur karena tangisan Sefia."


Agus semakin memelas mengingat kemarin malam dia juga sama sekali tak tidur demi bayi nya.


📞kemaren?


📞iya, Sefia di titip kan pada ku selama seminggu, apa kamu tak kasihan kalau aku mati kecapek an, dari kemaren aku juga tak bisa tidur.


Rengek Agus sedikit lebay, Agar Dina mau membantu nya.


📞baik lah


📞makasih Dina.... Love you...muuachh....muacch....aku jemput sekarang.


Mendengar jawaban Dina, wajah Agus yang lemas berubah sumringah. Kata love dan cium jauh, keluar begitu saja dari mulut nya yang memang notabene mulut buaya, Dan bergegas menyambar kunci mobil nya.


menyetir dengan cepat menuju rumah Dina.


Dina menegerut kan kening nya melihat ponsel nya mendengar kata Kata Agus yang terakhir tadi.


sampai di depan pagar rumah, Dina sudah duduk di teras menunggu nya.


Dengan cepat Agus menghampiri dan mengajak Dina segera ke apartement nya.



Agus yang begitu semangat segera merangkul Dina dan menuntun nya berjalan ke mobil, membuat Dina merasa sungkan dengan sikap nya.


🥀


🥀


🥀


🥀


Di waktu yang sama di lain tempat.


"kamu marah pada ku?"


Tanya Arga menoleh sekilas istri nya yang masih diam dengan wajah di tekuk.


Tak ada jawaban hening.


"aku minta maaf, kalau aku salah"


Lanjut Arga mencoba mengalah, menyadari wanita di depan nya sedang dalam mode galak.


"kamu tahu salah mu tidak?"


Bentak Ayu sedikit nyolot karena masih dongkol dengan Arga yang menurut nya sudah tebar pesona kepada wanita wanita genit di taman.


"iya!"


Jawab Arga pasrah.


"apa?"


Tanya Ayu melihat Arga sinis.


Arga menghela nafas dalam dan membuang nya kasar, memang saat wanita sedang cemburu, apa pun akan salah di mata nya, dan itulah yang di rasakan Arga saat ini.


"kamu tak paham salah mu kan?"


ulang Ayu lagi dengan nada tinggi melihat Arga yang diam tak menjawab nya.


"a...aku tahu salahku, maaf sayang... Jangan marah lagi."


Bujuk Arga berusaha menghindar dari perdebatan panjang nya.


"katakan apa salah mu?"


"iy...iya itu... Aku sudah tebar pesona dan membuat mu cemburu."

__ADS_1


Jawab Arga terbata melihat pelototan Ayu yang sama sekali tak bersahabat.


"siapa yang cemburu.. Aku tidak cemburu...."


Bentak Ayu semakin marah.


"oo.... Tidak ya..."


Arga nyengir kuda, bingung harus bagaimana menyikapi singa betina nya yang sedang marah.


"aku tidak cemburu... Aku hanya kesal pada mu....aku juga tidak peduli kamu mau obral tampang pada perempuan perempuan di luar sana"


Jawab Ayu sedikit melunak namun dengan muka yang masih di tekuk.


"lalu aku harus bagaimana?"


"berhenti saja!"


"berhenti!"


Ulang Arga ambigu, bingung dengan maksud Ayu yang mengatakan berhenti, padahal mereka dalam ramai nya kemacetan jalan sore itu.


"iya berhenti sekarang"


"sekarang sayang?"


Lagi lagi Arga mengulang kata kata Ayu dengan tatapan bingung nya.


"tapi kita belum sampai rumah!"


"aku bilang berhenti...."


Teriak Ayu kencang, membuat Arga seketika menginjak rem dan mobil nya berhenti seketika membuat pengendara lain mengklakson nya ramai, karena tiba tiba berhenti mendadak. Dan mendapat umpatan umpatan kasar dari pengendara lain di belakang nya.


"kenapa berhenti?"


Tanya Ayu padahal dia sendiri yang menyuruh suami nya berhenti.


"tadi kan kata nya berhenti"


"tapi tidak di tengah jalan juga kali..."


Geram Ayu menatap Arga semakin kesal.


Arga segera menepikan mobil nya, pelan.


"tadi kan kamu bilang berhenti sambil teriak, aku kaget, jadi langsung ku injak rem nya."


Bela Arga agar istri nya tak semakin marah.


"aku tadi meminta mu berhenti di sana, bukan di tengah jalan"


Tunjuk Ayu yang di ikuti arah mata Arga pada obyek yang di tunjuk istri nya.


"aku lapar, mau makan"


Lanjut Ayu, yang sebenar nya meminta Arga berhenti di sebuah resto untuk makan.


Arga menepuk jidad nya pelan, memahami perempuan yang sedang marah memang membutuh kan ekstra kesabaran.


Karena sudah tidak terlalu jauh, akhir nya kedua nya turun dan masuk ke resto yang di tunjuk Ayu.


berjalan dengan tangan Arga yang tak lepas dari pinggang ramping istri nya.



Meski kesal ayu kembali tersenyum saat memasuki restoran, apalagi setelah melihat hidangan yang di sajikan di meja depan nya....


Benar benar mood yang suka berubah ubah...


Tadi marah marah, begitu sudah berhadapan dengan makanan, langsung tersenyum cerah.


Berbeda dengan Arga yang masih tetap mode siaga, kalau kalau istri nya ngamuk lagi.

__ADS_1


__ADS_2