
"kita ke Lotus pusat?"
Tanya Ayu ambigu pada sahabat sekaligus rekan kerja nya.
"iya honey, karena dampak nya bukan hanya di sini, tapi di semua cabang Lotus, dan akan lebih efektif kalau kita adakan meeting nya di kantor pusat dengan kehadiran semua manager dari cabang."
Ayu mengangguk angguk kan kepala mengerti yang di maksud sahabat nya.
"oke, aku setuju, kita ke kantor pusat sekarang."
"oke, Chiko sudah menunggu kita di parkiran"
Kedua nya segera melangkah menuju parkiran untuk segera ke kantor Lotus pusat.
"Chiko, perintah meeting di kantor pusat sudah kamu email kan ke semua kantor cabang?"
Tanya Michell begitu mereka masuk ke mobil, dimana Chiko menunggu mereka.
"yap... Sudah semua, meeting nanti setelah makan siang, mengingat sebagian kantor cabang letak nya lumayan jauh."
Jawab Chiko menutup laptop nya dan segera mengambil kemudi untuk menuju ke kantor pusat yang akan memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan jika tidak macet.
"honey...ini bahan meeting nanti, dan beberapa strategi yang akan kita ubah"
Di dalam mobil Ayu dan Michell tidak hanya diam, mereka tetap sibuk dengan berkas berkas perencanaan baru.
Sementara Chiko yang fokus dengan kemudi nya sesekali mencuri pandang pada Ayu melalui spion tengah.
Melihat wajah serius Ayu yang menurut nya sangat berkharisma untuk seorang perempuan.
"kita adakan meeting nya di resort Teratai, Arga sudah menyiap kan semua nya, tapi kita ke kantor pusat dulu untuk mengambil beberapa berkas dari sana."
Kata Ayu yang di angguki kedua rekan kerja nya, Ayu selalu totalitas jika melakukan sesuatu juga termasuk dalam pekerjaan.
seketika Chiko mengerut kan kening nya mendengar nama Arga di sebut.
Bagaimana pun Arga adalah penyebab semua masalah ini, meski pun dia suami Ayu, tetap saja Chiko merasa sebal bila menyangkut laki laki itu.
Apalagi bila melihat Ayu yang terlihat kelelahan beberapa hari ini karena masalah perusahaan.
Setelah perjalanan 2 jam lebih lima belas menit akhir nya mobil yang mereka tumpangi sampai di kantor pusat Lotus.
Sapa ramah para karyawan lama membuat Ayu tak lepas dengan senyum di bibir nya, karena hampir semua karyawan lama pasti mengenal Ayu.
"masih ada waktu 2 jam sebelum meeting, kita bisa merevisi ulang semua nya."
Ke tiga nya memasuki ruangan yang dulu nya adalah ruang kerja Ayu, membahas terlebih dahulu sebelum nanti membahas ulang bersama para manager kantor cabang.
"honey, nanti kamu menginap di apartement ku saja!"
Minta Michell di sela sela pembahasan mereka yang sudah sedikit santai karena sudah ada kesamaan pendapat.
"maaf Chell, aku nanti langsung pulang, beberapa hari ini Bryatta rewel, aku tak tega meninggal kan dia terlalu lama"
"yah... Tapi apa kamu tidak akan kecapek an? Kamu juga harus jaga kondisi mu!"
Jawab Michell dengan wajah memelas melihat sahabat dan rekan kerja nya yang harus kelelahan karena masalah perusahaan.
"iya ... Aku pasti jaga kondisi ku, jangan khawatir."
balas Ayu menepuk pelan pundak sahabat nya.
"biar nanti Ayu pulang nya sama aku, jadi dia nggak kecapek an!"
Chiko ikut menimpali obrolan Michell dan Ayu.
"bukan nya kemaren kamu bilang, kamu juga ada urusan penting disini?"
Tanya Michell menatap curiga pada Chiko, karena dia tahu pasti bagaimana perasaan Chiko pada sahabat nya Ayu.
"nggak.... Urusan ku ngga jadi!"
jawab Chiko dengan senyum canggung nya dan menggaruk belakang leher nya yang tidak gatal sama sekali.
"kita lihat nanti saja, tapi aku juga tidak janji"
Jawab Ayu karena dia sangat tahu sifat posesif dan pencemburu Arga. Dan pasti akan menjadi sangat panjang kalau sampai dia tahu Ayu pulang berduaan dengan Chiko meski tak terjadi apa apa di antara mereka.
Lebih baik menghindari sebelum terjadi.
Itulah yang di pikir kan Ayu, meski pun sebenar nya jika dia pulang bersama Chiko, dia tak perlu menyetir sendiri, dan bisa istirahat di dalam mobil.
Tapi.... Sudah lah dari pada membangun kan singa yang sedang tidur, lebih baik cari aman saja.
__ADS_1
Ruang untuk meeting sudah di siap kan dengan baik oleh Resort teratai yang merupakan resort milik Arga.
sekalian menjamu para petinggi Lotus untuk makan siang di sana.
Rapat darurat itu berlangsung cukup lama, karena para manager cabang banyak yang mengutarakan gagasan dari cabang mereka masing masing.
selama 2 jam penuh rapat berlangsung.
Ayu merentang kan ke dua tangan nya, meregang kan otot nya yang kaku karena duduk selama rapat berlangsung.
"langsung pulang honey?"
Tanya Michell pada Ayu sembali melihat arloji di pergelangan tangan nya.
"seperti nya aku mau belanja keperluan Bryatta sekalian di sini, karena sampai rumah pasti malam."
Jawab Ayu memberesi berkas berkas di depan meja nya.
"oke, aku ikut ke mall"
Seru Michell girang mendengar hal paling di sukai perempuan....belanja....
"oke!"
"kalian belanja dulu, nanti kalau mau pulang aku jemput!"
Chiko segera menimpali ketika dua perempuan itu sudah bergandengan tangan hendak keluar dari resort.
"kamu nggak ikut?"
Tanya Ayu
"tidak... Kalian puas puas kan belanja dulu, aku ada perlu sebentar, nanti aku menyusul."
Jawab Chiko tak tertarik dengan kegiatan yang sangat di sukai para perempuan.
"oke, let's honey, kita ganti baju dulu, aku nggak suka dengan baju resmi seperti ini"
Ajak Michell yang segera menarik lengan Ayu untuk ke ruang ganti di mana dia sudah menyiap kan beberapa pakaian untuk diri nya sendiri juga Ayu.
"kamu bawa baju ganti?"
"of course, untuk mu juga"
Kedua nya segera berganti baju santai karena cuaca cukup panas hari itu, meskipun hari sudah sore.
meski belanja untuk kebutuhan rumah tangga, mereka cukup menikmati nya.
Karena memang mereka sudah jarang punya waktu luang untuk pergi berdua.
drt....drt...drt....
Asyik memilih barang barang belanjaan tiba tiba ponsel Ayu berdering.
Di ambil nya ponsel dari saku celana, tertera nama Arga sedang memanggil.
📞halo
📞kamu dimana?
tanya Arga sedikit meninggi mendengar suara berisik di sekitr Ayu.
📞oh aku sedang membeli beberapa keperluan Bryatta sebelum pulang
📞menginap saja di rumah ku
📞tidak, Bryatta sedang rewel akhir akhir ini, aku pulang saja.
Bantah Ayu memilih untuk pulang karena putra nya sedang tidak baik baik saja.
📞kenapa tak bilang pada ku kalau Bryatta sakit
📞dia tidak sakit, hanya sedang rewel saja"
Bantah Ayu lagi yang tak mengatakan bahwa Bryatta sakit.
📞sama saja, kenapa tak memberitahu ku, bagaimana pun dia putra ku
📞sekarang sudah tahu kan?
__ADS_1
📞kau pulang dengan siapa?
Tanya Arga curiga.
📞mmm.... Aku pulang sendiri saja
📞pulang bersama ku.
📞tak apa aku pulang sendiri, pekerjaan mu sedang banyak kan.
Jawab Ayu sedikit sungkan meski pun Arga adalah suami nya.
📞jangan membantah.
📞baiklah.
📞ya sudah, aku menunggu di taman dekat mall.
Setelah berdecak kesal Arga menutup panggilan nya.
Kembali duduk di bangku panjang taman mini dekat mall
Karena sebenar nya dia sudah berada di sana cukup lama, ingin tahu saja, apakah istri nya pergi dengan Chiko atau tidak.
"kenapa honey?"
Tanya Michell yang melihat Ayu mencibir kan bibir ku.
"yah.. Seperti dugaan ku!"
"dugaan?"
Michell mengerut kan kening nya tak paham.
"kamu tahu kan Arga,.... makanya tadi aku menolak pulang bersama Chiko"
"karena dia sudah bucin pada istri nya"
Kelakar Michell membuat kedua pipi Ayu bersemu merah. Ayu sudah bisa menduga tak mungkin Arga akan membiarkan nya pulang semobil dengan Chiko dan hanya mereka berdua, bisa di gantung hidup hidup si Chiko kalau sampai itu terjadi.
Setelah selesai dengan kegiatan belanja, mereka segera berjalan keluar menuju taman dimana Arga mengatakan sedang menunggu nya.
Dan benar saja, di taman itu, duduk seorang pria tampan yang menjadi pusat perhatian para wanita yang ada di sana.
Dengan pakaian casual nya dan jaket hitam dengan hoodie yang menutupi kepala nya, membuat penampilan nya begitu menarik, meski dia berusaha menutupi sebagian wajah nya dengan hoodie, tapi badan tegap dan atletis nya sangat menarik perhatian.
Seperti ini lah kira kira....
Ayu yang melihat bisik bisik para wanita di sana menjadi kesal sendiri.
"kenapa honey?"
Goda Michell yang melihat raut kesal di wajah sahabat nya.
"dia mencari perhatian para perempuan di sini.... Dasar menyebal kan"
Jawab Ayu spontan tanpa sadar, membuat Michell membungkam mulut nya sendiri, geli menahan tawa.
Arga yang melihat dua wanita menghampiri nya, satu terlihat tersenyum konyol sedang yang satu dengan wajah garang dan terlihat kesal, mencoba tersenyum, karena tak paham dengan apa yang sebenar nya terjadi.
"apa yang kau lakukan? mau obral tampang"
Hardik Ayu yang langsung memarahi Arga yang hanya bisa melongo karena tak mengerti apa salah nya, Arga menatap Michell mencari jawaban, sementara Michell hanya senyum senyum sendiri tak jelas.
"aku kenapa?"
Tanya Arga dengan tampang blo on kebingungan tak tahu di mana letak kesalahan nya, karena tiba tiba wanita nya marah marah.
"terus saja tebar pesona, suka kan kamu jadi pusat perhatian para perempuan di sini"
Jawab Ayu dengan sedikit nyolot, dan tanpa permisi segera menuju mobil Arga yang terparkir tak jauh.
Arga yang mendapat jawaban kesal dari Ayu akhir nya tersenyum, karena wanita nya ternyata sedang cemburu.
"hati hati... Singa betina lagi mode galak"
bisik Michell pada Arga dan segera berlalu mengikuti sahabat nya masuk ke mobil Arga.
Seketika senyum Arga langsung hilang berganti dengan wajah tegang.
Jantung nya berdetak lebih kencang setiap kali menghadapi kemarahan istri nya.
__ADS_1
"siap siap... Perang dunia ...."
Gerutu Arga segera menyusul dua wanita yang sudah duduk manis di mobil nya.