teratai

teratai
Persiapan liburan


__ADS_3

Pagi ini Ayu memutuskan untuk mengurus semuanya sendiri, karena Arga pasti akan sibuk jika harus mengurus semua tentang keberangkatan mereka, dari visa, pasport, tiket pesawat serta rumah yang akan mereka tempati nanti.


Ayu memilih untuk pergi ke Pert, Australia, karena di sana ada teman nya yang siap membantunya menyiapkan segalanya, termasuk reservasi rumah sakit di mana Ayu akan menjalani operasi nya, teman SMA nya ada yang tinggal dan bekerja di sana, jadi Ayu bisa meminta nya mengurus semua nya, terima beres.


Ayu rencana nya akan membawa Naya ikut, karena mungkin akan lama disana apalagi pasca operasi nanti.


Sebelum memberitahu Arga, Ayu akan lebih dulu memberi tahu orang tua nya juga mertua nya.


"apakah kalian akan lama di sana"


Tanya bapak Rahardjo mendengar keinginan putrinya untuk berlibur ke luar negeri


"ayah nanti kangen sama Naya"


"kita kan bisa video call an yah, Ayah bisa ngobrol sepuasnya dengan Naya"


Ibu Rahmi yang mendengar kabar putrinya mau keluar negeri juga menjadi murung, pastinya karena Naya ikut bersama mereka.


"bisa nggak Naya nggak di bawa Yuk?"


Tanya ibu Rahmi sedikit memelas


"buk, Ayu nggak bisa tenang kalau Naya nggak ikut, kan jauh....kalau dekat 1 atau 2 jam sampe aja gapapa...kan jauh"


Kata Ayu menjelaskan pada kedua orang tua nya.


sepasang suami istri paruh baya itu kembali terdiam, antara rela tak rela.


"ayah sama ibuk kan sudah ada mas Raka dan mbak Gendhis yang temani, pasti nggak akan kesepian."


Ayu sebenar nya nggak tega juga melihat raut muka kedua orang tua nya, tapi Ayu pergi bukan karena ingin bulan madu, tapi mau operasi yang entah hasilnya antara berhasil dan gagal. Satu satu nya yang bisa membuat Ayu bersemangat adalah putri nya, karena nya Ayu bersikeras untuk membawa ikut Naya.


"jangan khawatir buk, di sana Ayu sudah menyiapkan baby siter yang akan membantu merawat Naya "


Tetap saja raut muka kedua orang tua nya tak nampak riang.


"oh iya mbak Gendhis mana buk?"


" di kamar, tadi sepulang mengantar Naya sekolah langsung ke kamar katanya lagi nggak enak badan"


"aku temui mbak Gendhis dulu buk"


Pasangan itu hanya mengangguk lemah.


"mbak"


Ayu langsung masuk ke kamar Gendhis yang pintunya sedikit terbuka, kosong, tak ada orang nya.


"huekk....huek...."


Terdengar suara perempuan sedang muntah muntah di kamar mandi


"mbak Gendhis kenapa?, masuk angin?"


Ayu memijit tengkuk Gendhis yang lagi muntah muntah


"nggak tau Yuk, beberapa hari ini rasanya nggak enak, pusing dan...."


Gendhis menutup mulutnya yang hampir muntah lagi.


"jangan jangan mbak Gendhis...."


Kata Ayu sumringah, tanpa meneruskan kalimatnya, Gendhis pun paham maksud Ayu


"benarkah..."


Mereka tersenyum bahagia penuh harap


"sebaik nya kita periksa mbak"


"bentar...aku punya tes pack, aku cek dulu aja"


Ayu mondar mandir di dalam kamar kakak nya menunggu kakak ipar nya tes kehamilan.


"gimana mbak hasilnya?"

__ADS_1


Gendhis keluar kamar mandi dengan wajah sumringah, dan memeluk Ayu.


"maksih Yuk...karena Naya akhirnya aku sama mas Raka akan punya momongan"


"aaaaaaa"


Kedua nya berteriak riang bersama, saling memeluk, teriakan mereka terdengar sampai ke seisi rumah


"ada apa Ayu, Gendhis?"


Semua penghuni rumah berlari ke kamar Gendhis mendengar teriakan kedua perempuan itu.


"buk....Gendhis..."


suara Gendhis terbata bata menahan tangis bahagia


"kenapa....kamu kenapa, jangan bikin ibu panik"


"ini buk, mbak Gendhis....hamil"


Seketika seluruh penghuni rumah bersorak gembira mendengar berita akan ada lagi cucu Rahardjo yang lahir.


Rasanya seperti sudah takdir, Ayu akan membawa Naya pergi, tapi akan di gantikan dengan kelahiran anak dari mas Raka. Ya Alloh terima kasihku pada Mu, telah memberi kebahagian pada keluarga ini...


Setelah memberitahu rencana liburan nya pada kedua orang tua nya Ayu juga memberi tahu kan pada mertua nya, tidak seperti orang tua nya yang sedih mendengar Ayu akan berlibur, tapi mertua nya justru merasa sangat senang, karena mereka berharap dalam liburan ini, mereka akan pulang dengan membawa calon cucu buat mereka.


Bahkan mereka sangat antusias ikut menyiapkan segala sesuatu keperluan yang mungkin akan di butuhkan saat mereka di luar negeri nanti.


Tinggal Arga yang belum Ayu beritahu, rencananya Ayu akan memberitahu Arga setelah semua nya selesai, dia yakin Arga akan setuju karena Arga sudah berjanji malam itu.


Mertuanya juga ikut membantu segala persiapan, bahkan mengenai pekerjaan Arga, mertuanya sudah mengurus segalanya, jadi saat Arga di beri tahu dia sudah tinggal setuju dan berangkat...


Itulah yang ada di benak Ayu saat ini.


Sebenar nya dia merasa bersalah kepada keluarga nya maupun keluarga Arga, dia merasa sudah membohongi mereka yang mengira Ayu akan berlibur dan honey moon ke luar negeri, padahal kenyataan nya Ayu pergi untuk melakukan operasi yang entah akan berhasil atau gagal. Dan Arga pun belum tahu perihal operasi Ayu.


Satu minggu surat surat yang di butuhkan untuk ke luar negeri sudah selesai.


Persiapan yang di lakukan mertua Ayu mengenai pekerjaan Arga pun sudah selesai, tinggal Ayu memberi tahukan Arga, kalau mereka akan berangkat segera.


Semua sudah siap.


Malam ini Ayu menunggu Arga pulang untuk memberikan kejutan nya, dia sudah berdandan secantik mungkin untuk menarik perhatian suami nya.


"kamu sudah pulang"


Sapa nya pada Arga dengan senyum yang mengembang.


"iya, ada apa sayang....kamu kelihatan nya seneng banget"


Ayu memeluk Arga dan menarik nya untuk duduk


"kamu mandi dulu, aku punya sesuatu untuk mu"


"sekarang aja"


Arga seperti sudah tak sabar di kejar nya bibir istrinya yang menggoda


"eits....no...no, mandi dulu, bau tau"


Arga mengerjap nakal di balas dengan senyuman menggoda Ayu


"setelah mandi yah...janji...."


Arga berkata sambil berjalan mundur ke kamar seperti anak kecil yang meminta janji nya di tepati.


"apa ini"


Tanya Arga ketika menerima berkas nerkas berisi pasport, visa, tiket pesawat dan surat surat untuk perjalanan ke Pert. Seketika raut wajah nya berubah.


"kenapa, kamu bilang akan menuruti semua kemauan ku"


Tanya Ayu melihat perubahan mimik muka Arga yang kelihatan tidak senang


"iya...tapi..."

__ADS_1


"tapi kenapa Ga, kamu tidak mencintaiku?"


Tanya Ayu mulai berkaca kaca


"bukan begitu Yuk, kamu satu satu nya perempuan yang selalu mengisi hatiku"


"lalu.."


Kejar Ayu ketika Arga menghentikan kata kata nya


"maksud ku tidak sekarang juga Yuk"


"kenapa sayang, masalah pekerjaan?


Semua sudah di atur sama papah dan mamah, kamu bisa tetap sambil kerja di sela sela waktu kita"


Bisik Ayu lembut meyakin kan Arga


"bukan itu masalah nya Yuk?"


"lalu apa Ga, ada yang kamu rahasiakan dari aku?"


"aku...aku tidak bisa pergi saat saat ini Yuk."


"tapi kenapa Ga? ....kamu bilang cinta dan akan menuruti apa pun keinginanku"


Arga menggeleng geleng sendiri seperti putus asa.


"aku...maafin aku Yuk"


Arga bersimpuh dan mencium kedua tangan Ayu


"maaf?.....maaf kenapa Ga?.... Apa yang kamu sembunyikan dari aku..."


Air mata Ayu mulai jatuh melihat Arga yang bersikap aneh


"aku benar benar cinta sama kamu Yuk, kamu harus percaya sama aku"


Arga pun menangis ketika mengungkap kan cinta nya pada Ayu.


"aku tahu Ga, aku percaya kamu cinta sama aku, tapi kenapa kamu minta maaf?"


Ayu semakin bingung dengan sikap Arga


"aku benar benar cinta kamu Yuk"


Sambil menangis Arga tak henti henti nya mengatakan cinta pada Ayu. Ayu hanya mengangguk antara seneng dan bingung


"aku cinta kamu Yuk, tapi aku tak bisa pergi...aku tak bisa..."


"tapi kenapa Ga... Apa ada yang lebih penting dari pada aku?"


Tanya Ayu bingung


"bukan Yuk, bukan kamu nggak penting tapi aku nggak bisa Yuk..."


"trus kenapa Ga, beri aku alasan nya"


"aku.."


Arga memandang Ayu dengan lekat, tatapan nya antara sedih, cinta dan entah lah...tatapan mata Arga terlihat aneh bagi Ayu.


"aku tak bisa jelasin Yuk, aku tak sanggup"


"kenapa tak sanggup?"


"jangan paksa aku Yuk"


"kalau kamu cinta harus nya kamu lakukan keinginan ku, bukan nya menyembunyikan sesuatu dari aku"


"oke...baaik lah..ikut aku, aku akan beritahu alasan ku, tapi yang jelas, cintaku tetap kamu Yuk"


Arga menarik tangan Ayu, menyuruh nya memakai jaket dan membawa Ayu keluar....


Ayu hanya ikuti kemana Arga akan membawa nya, dan rahasia apa yang akan Arga tunjuk kan padanya.

__ADS_1


Apa pun itu Ayu harus menyiap kan batin dan hati nya, entah itu rahasia yang menyenangkan atau pun sebalik nya dia harus siapkan hati nya.


__ADS_2