
"iya mbok, jangan panik, aku akan kesana"
"ada apa Yu?"
"tolong kamu selesaikan, aku mau pulang dulu"
"ada masalah, aku bisa bantu?"
"aku harus ke sekolah"
"aku antar"
Tanpa menunggu mendapat persetujuan Ayu, Chiko segera menyambar kunci di tangan Ayu dan berjalan mendahului nya.
Ayu yang merasa panik dan cemas tak berkata apa pun, hanya segera berjalan mengikuti Chiko ke area parkir kantor.
"apa yang terjadi mbok?"
kenapa bisa nggak ada?
kata guru nya gimana?
Apakah mbok Surti tadi telat?
Teman teman nya sudah di tanyai?"
Begitu tiba di parkiran sekolahan Ayu sudah menberondong mbok Surti dengan banyak pertanyaan.
Mbok Surti yang berada di parkiran bersama pak Eko nampak gelagapan mendapat banyak pertanyaan dari Ayu.
"saya datang cuma telat 5 menit bu, tadi mampir dulu ke pasar, sampai sini, kata temen nya Naya tadi menunggu di depqn pagar, kata guru nya di ajak masuk juga nggak mau, tau tau sudah nggak ada"
Jawab mbok Surti dengan wajah cemas dan takut.
"apa mungkin Naya ikut pulang bersama salah satu teman nya, main ke rumah teman nya?"
Chiko berusaha memberi asumsi nya agar ketiga orang itu tidak cemas.
"kayak nya nggak mas ganteng, soal nya tadi kata bu guru, Naya pulang nya paling awal, tadi saya, pak Eko juga guru guru sudah mencari di sekitar sini tapi nggak ada"
"saya tadi juga sudah minta rekaman cctv pada pihak sekolahan, tapi sayangnya cuma ada di sebelah sini, jadi cuma sampai di depan gerbang saja yang kelihatan"
Jawab pak Eko ikut memberi penjelasan.
"jangan jangan...."
Ayu membungkam mulut nya, membayang kan hal hal buruk, karena Arga pernah bilang bahwa Mitha pernah mengancam nya menggunakan nama Naya.
"jangan berfikiran buruk dulu Yu, kita cari dulu, kalau belum lama pulang nya, pasti juga belum terlalu jauh."
Chiko merangkul dan mengelus elus pundak Ayu mencoba memberi ketenangan dan semangat, melihat wajah Ayu yang sudah terlihat pucat karena cemas.
Guru guru pun menghampiri mereka dan meminta maaf atas keteledoran mereka, dan akan berusaha ikut membantu sampai Naya di temukan.
"sebaik nya kita berpencar, pak Eko sama mbok Surti ke arah kiri, saya dan Ayu ke arah kanan, dan jangan lupa komunikasi, ada petunjuk sekecil apa pun segera hubungi kami."
__ADS_1
"baik mas ganteng, kami segera ke arah kiri."
Chiko mengusul kan untuk mencari dan menyebar karena dia tahu Ayu yang panik tak akan bisa berfikir jernih dan pasti pikiran nya kalut saat ini.
"jangan panik Yu, kita pasti akan menemukan Naya, aku janji akan membantumu sampai Naya ketemu."
Chiko menggenggam jemari Ayu sembari menyetir mobil mencoba memberi semangat dan menenangkan Ayu, agar dia tidak merasa sendiri.
"kita sudah lama muter muter chik, dan seperti nya jarak ini sudah cukup jauh dari sekolah, Naya belum juga ketemu"
Ayu semakin panik setelah hilir mudik lebih dari 30 menit tapi belum juga menemukan putri nya.
"coba hubungi pak Eko siapa tahu mereka mendapat kan petunjuk"
Ayu segera mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi pak Eko.
"bagaimana?"
"belum juga ketemu, kita harus cari kemana lagi, ini sudah terlalu jauh dari area sekolah"
"kita puter balik di depan, siapa tahu tadi kita kurang jeli"
Chiko segera memutar arah menyusuri jalan jalan sempit gang gang kecil, yang dekat dengan area sekolah, mata nya menatap sekeliling mencari Naya, sesekali melirik Ayu yang duduk samping nya dengan wajah cemas dan sedikit pucat.
"chiko berhenti dulu, itu kenapa ada rame rame"
Chiko menepikan mobil nya, melihat ada orang berkumpul rame di tepi jalan.
"maaf pak, ada apa ya di depan itu, banyak orang?"
"oh itu mbak, ada anak kecil tertabrak mobil, yang nabrak melarikan diri, kelihatan nya anak iti meninggal karena separuh badan nya remuk."
Ayu membungkam mulut nya mendengar penjelasan orang itu, mata nya mulai basah, tubuh nya bergetar hebat.
"anak itu perempuan atau laki laki pak?
Orang tua nya di mana?"
Lanjut Chiko karena Ayu sudah tak bisa berkata kata lagi, otak nya benar benar blank.
"oh, anak perempuan mas, tadi kalau kata saksi mata, anak itu jalan sendirian tak tahu di mana orang tua nya, warga sudah menghubungi ambulan tapi belum juga datang, kasian banget kalau orang tua nya tahu."
Mendadak tubuh Ayu lemas seperti tak bertenaga, oleng dan hampir jatuh samapi akhir nya Chiko menopang dan memapah nya mendekat.
"Chiko.... Aku tak sanggup..."
Kata Ayu gemetar dengan tubuh lemas.
"jangan berfikir negatif dulu, itu pasti anak perempuan lain bukan Naya."
Chiko berusaha meyakin kan Ayu, memapah nya pelan menerobos kumpulan orang yang sedang melihat korban yang di tutupi kertas koran dengan ceceran darah menggenang di aspal.
Ayu terduduk di tempat nya, mata nya sudah tak bisa membendung tangis lagi, tubuh nya gemetar hebat.
"Ayu, kita pastikan dulu, itu pasti bukan Naya"
__ADS_1
"aku tak sanggup Chiko"
Bahu Ayu sudah naik turun karena isakan yang tertahan, mata nya merah dan basah.
"Chiko aku tak sanggup.... Aku benar benar tak bisa....."
Ayu teriak histeris, bahkan dia pun belum melihat wajah korban, tapi melihat darah yang menggenang seluruh tulang nya serasa tak bertenaga.
Chiko meraih Ayu yang histeris dalam pelukan nya, mencoba menenangkan nya.
Entah sengaja atau reflek berkali kali mencium pucuk kepala Ayu yang sedang syok.
"biar aku yang pastikan"
Chiko segera beringsut maju dan melihat wajah korban kecelakaan, seketika wajah nya lega, karena ternyata korban bukan lah Naya, putri Ayu.
"dia bukan Naya , Yuk"
mendengar kata kata Chiko, Ayu yang sudah lemas merangkak maju untuk memastikan sendiri bahwa korban itu bukan lah Naya.
melihat itu bukan lah anak nya, Ayu semakin menangis histeris. Antar lega dan juga cemas, karena putrinya belum juga di temukan.
Chiko segera merengkuh tubuh kecil Ayu lagi dan membopong nya menjauh, ke arah taman sebelah jalan.
"sudah sudah.... Tenang kan diri mu, dia bukan Naya, kita pasti akan segera menemukan Naya."
Chiko membelai dan mencium pucuk kepala Ayu berulang kali demi menenangkan nya.
Ada desiran yang hebat di dadanya kala merengkuh tubuh kecil itu dalam pelukan nya.
setelah sedikit tenang Chiko memberikan sebotol air pada Ayu.
"makasih Chiko"
"sebaik nya kamu istirahat di rumah, biar aku yang mencari Naya"
"nggak Chik, aku nggak akan tenang sebelum Naya ketemu"
Ayu menolak saran Chiko untuk pulang, pikiran nya tak tenang sama sekali.
Drtt...drt.....drt....
Panggilan dari pak Eko mengagetkan Ayu yang masih sesenggukan.
"bagaimana Yu?"
"kata pak Eko, ada yang melihat Naya jalan sendiri"
"kita kesana sekarang"
Mereka segera menuju arah yang di tunjukan pak Eko.
Sebuah taman mini di dekat pusat kota.
*****Kalau ada yang lihat di mana Naya kasih tau othor ya....
__ADS_1
Othor cari cari juga belum ketemu🤦♀️🤦♀️**