teratai

teratai
Mencoba


__ADS_3

Setelah kejadian itu sudah hampir 1 bulan mereka menjadi jarang komunikasi, dan yang menjadi pelampiasan kedua nya adalah pekerjaan.


"selamat pagi, apakah ibu Ayu ada di ruangan nya?"


Seorang laki laki ber penampilan formal datang ke Lotus company.


" selamat pagi bapak, ibu Ayu ada di ruangan nya, apa kah bapak sudah buat janji?"


Tanya resepsionis ramah.


"sudah, saya sudah buat janji pagi ini dengan ibu Ayu."


Setelah mendapat petunjuk letak ruangan Ayu, laki laki itu segera berlalu dan mencari ruangan yang di maksud.


"selamat pagi bapak diego, silah kan duduk"


Dengan ramah Ayu mempersilah kan tamu nya duduk.


"terima kasih ibu Ayu, saya hanya ingin menyampai kan berkas berkas dan surat yang sudah selesai saya urus, tinggal menunggu tanda tangan ibu dan suami ibu."


Ayu menerima beberapa lembar kertas dari laki laki yang ternyata seorang pengacara yang sudah di pilih nya untuk mengurus percerai an nya dengan Arga.


Tangan nya gemetar membaca berkas berkas itu, antara sakit dan lega.


"terima kasih pak Diego, biar saya sendiri yang menyerah kan surat ini krpada suami saya."


Ayu tersenyum getir, membayang kan dia akan bercerai untuk kedua kali nya, dan kali ini bukan karena sudah saling tak cinta, melain kan karena keadaan yang tak memungkin kan mereka untuk bersama, meskipun itu bertolak belakang dengan hati kecil mereka.


Setelah pengacara Diego pergi, Ayu masih duduk di kursi kebesaran nya.


Di pandangi kertas di depan nya, hanya selembar kertas, tapi mampu menghancur kan hati nya menjadi tak terbentuk.


"pikir kan lagi honey..."


Tanpa Ayu sadari Michell sudah berada di samping nya, mengelus lembut pundak nya, memberi semangat pada sahabat nya.


"aku sudah lama berfikir Chell.... Mungkin ini sudah takdir yang harus kami jalani."


Kata Ayu seakan pasrah.


"no honey... kalian masih bisa merubah nya, karena kalian yang menjalani nya, pikirkan lah matang matang.... Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari, paling tidak pikir kan demi Naya."


Ayu membuang nafas kasar, mengingat putri kecil nya yang begitu dekat dengan Arga.


"tapi aku tak bisa egois Chell, mengorban kan kebahagiaan orang lain demi kebahagiaan ku sendiri."


"semua keputusan di tangan mu honey, aku percaya kamu akan memikir kan semua matang matang. Tetep semangat yah."


Michell memeluk Ayu haru, mencoba memberi sedikit ketenangan pada sahabat nya.


"I'm ok, jangan khawatir."


Ayu mencoba tersenyum, meski jelas terlihat senyum yang terpaksa.


"kamu pulang istirahat saja, biar kerjaan aku yang urus, beberapa minggu ini kamu selalu lembur, jangan terlalu memaksa diri mu, ingat kesehatan mu"


Ayu mengangguk pelan, karena memang pelampiasan nya jika ada masalah yang berat adalah pekerjaan, dia akan menjadi gila kerja hanya untuk melupakan masalah yang sedang di hadapi.


🥀


🥀


🥀


🥀

__ADS_1


"bos, mau kopi?"


"nggak"


"camilan atau apa?"


"nggak"


Agus mengeryit kan kening nya, pasal nya semenjak kejadian di kapal waktu itu, atasan nya melampias kan pada pekerjaan, hampir tiap hari lembur, dan tak jarang sampai tidur di kantor.


"bos.."


"nggak"


"ye.... Aku belum ngomong bos"


"sudah tahu"


"si bos sekarang sok tahu."


"emang tahu, palingan ngajak refresing"


Agus nyengir ternyata si atasan bisa menebak jalan pikiran nya.


"cepet selesai kan kerjaan mu, jangan banyak ngeluh, giliran dapat bonus semangat, suruh kerja bingung refresing."


Muka datar Arga tanpa ekspresi sama sekali. Berkali kali Agus mencoba ngajak si bos keluar sekedar cari angin, selalu di tolak. Bahkan sekedar makan keluar pun seperti nya Arga enggan, lebih memilih menyuruh Agus untuk membelikan nya. Seperti sudah tak ada gairah menikmati hidup.


"iya, iya bos... Ini juga sambil kerja, tapi nanti jangan lembur ya bos, weekend nih, sekali kali kita cek ke resort."


Dengan alasan menge cek kondisi resort Agus berharap atasan nya mau keluar meski sekedar makan malam


"hmmmm"


"emang ada masalah di resort?"


"ya nggak sih bos, tapi masa bos tak mau cek gimana suasana di sana, kenyamanan klien klien kita terjamin nggak"


Agus sedikit membual supaya Arga mau makan keluar bersama nya.


Akhir nya dengan banyak alasan yang di buat buat dan sedikit bualan Agus berhasil mengajak sang atasan keluar bersama nya.


"kamu yang pesen makanan Gus, terserah apa aja"


Arga berjalan meninggal kan Agus mencari tempat duduk yang berada di dekat kolam teratai yang langsung menghadap ke laut.


Di sulut nya sebatang rokok, dan menghembus kan asap nya perlahan, menimbul kan kepulan berwarna putih di atas kepala nya.


Raut wajah nya tetap datar tanpa ekspresi terlihat gurat lelah di wajah tampan nya.


"makanan datang..."


Agus mendekat dengan wajah sumringah di ikuti beberapa waitres yang membawa makanan.


"mau pesta Gus?"


"yeee...si bos, ini aku pesen kan yang banyak, biar si bos nggak kurus, nanti kalah ganteng sama aku"


Arga menoel kening Agus yang ke pedean.


"kalau kamu ganteng nggak bakalan jomblo sampe sekarang dodol."


"ee.... Siapa bilang aku jomblo, bukti nya aku selalu sibuk di weekend."


"iya, sibuk sama wanita bayaran."

__ADS_1


"yah, sekali kali kan nggak papa bos, buat olah raga"


"kalo kamu itu bukan nya sekali kali, tapi berkali kali"


"hehe.... Habis nya bikin ketagihan bos"


"dasar ..."


Arga kembali menonyor kepala Agus yang cengengesan.


"emang si bos nggak ketagihan kalau lagi..."


Agus menghenti kan kata kata nya melihat perubahan di mimik wajah Arga.


Wajah Arga berubah murung namun tetap memasuk kan makanan ke dalam mulut nya.


"hai Arga.... Kamu di sini.. Aku tadi ke kantor mu, kamu sudah pulang, ternyata ketemu di sini...seperti nya kita jodoh."


Seorang wanita cantik dengan pakaian seksi dan sedikit terbuka menghampiri kedua nya.


Agus yang memang gila dengan perempuan cantik dan seksi menghenti kan aktifitas makan nya, menyaksi kan pemandangan yang membuat mata nya segar.


Beda dengan Arga, wajah nya tetap datar.


"aku mau makan juga dong, aku juga belum makan, laper."


Tanpa menunggu jawaban, Sella langsung duduk di samping Arga dan mengambil beberapa makanan yang ada di meja.


"kalau masih kurang nanti saya pesenin lagi mbak Sella"


Tawar Agus masih tak berkedip melihat pakaian Sella yang cukup menggoda iman.


"oh, aku tak makan banyak, terima kasih Agus."


Sanggah Sella dengan menyungging kan senyum canggung.


"Ga, kamu nggak nawarin aku makanan yang lain"


Sella mencoba merajuk pada Arga, untuk mencari perhatian nya.


"ambil sendiri apa yang kamu mau, pesan lagi semau mu aku traktir."


Jawab Arga tetap dengan wajah datar nya.


"kalau aku mau nya kamu, juga kamu kasih kan?"


Tanya Sella dengan nada menggoda.


Arga tetap memasang wajah datar nya yang tanpa ekspresi.


"jangan kecentilan kamu, ini sudah malam, tak baik perempuan keluyuran malam malam"


"kalau gitu anter aku dong, kamu nggak kasihan aku pulang sendiri."


"memang kamu nginep di mana?"


"di villa ayah ku lah"


Meski dengan sedikit terpaksa Arga mengantar Sella pulang.


Berharap bisa sedikit menggeser posisi Ayu dari hati nya.


Ayu....


Hati Arga terasa nyeri ketika menyebut dalam hati nama Rahayu Cahyaning Tyas.....

__ADS_1


__ADS_2