
Pagi itu Arga terbangun karena merasa mual pada perut nya
Ayu yang terbangun karena melihat Arga yang terburu buru menuju ke kamar mandi, segera menyusul nya.
Arga mengeluar kan semua isi perut nya.
Ayu memijit mijit tengkuk Arga, karena merasa iba.
"aku buat kan teh hangat"
Setelah Arga bersih bersih, Ayu menyodor kan secangkir teh hangat pada nya.
"aku sudah menghubungi Agus, dia sedang perjalanan kesini, biar kamu nggak pulang sendirian"
"kamu khawatir pada ku"
Ayu terdiam tak menjawab, bagai mana pun dia tetap khawatir, terlepas dari kesalahan yang Arga perbuat dia masih mencintai Arga.
"aku hanya tak mau kamu pingsan di depan rumah ku lagi saja, nanti merepot kan ku."
Berusaha menutupi perasaan nya pada Arga.
Arga hanya tersenyum smirk mendengar jawaban Ayu yang terkesan di buat buat.
Setelah Agus datang, Arga segera pulang bersama nya.
"mbak Ayu makasih yah, udah ngurus si bos semalam, soal nya saya ada acara penting."
Gaya Agus berlagak sok sibuk.
Ayu hanya menanggapi nya dengan senyuman.
Selama seminggu di semua toko dan kantor Lotus terlihat sangat sibuk, mereka sedang mempersiap kan untuk membuat sebuah acara yang lain dari biasa nya.
Sebenar nya Ayu tidak begitu suka, tapi ini ide Michel dan mau tak mau Ayu harus ikut serta.
Acara lounching produk mereka bertema party, tapi tidak seperti biasa nya, kali ini mereka tidak mengguna kan para model, tapi semua karyawan yang bekerja di perusahaan Lotus lah yang akan membawa kan produk terbaru mereka.
Michel terlihat sangat antusias karena itu Ayu tak tega bila menolak nya.
Sebenar nya Ayu sudah biasa tampil di depan umum, tapi tidak untuk memperaga kan busana. Jadi pasti nya ini akan sangat menegang kan bagi Ayu maupun semua karyawan Lotus.
jam 7 malam para tamu undangan sudah banyak yang hadir, bahkan media masa sudah meliput sejak persiapan siang tadi.
Malam ini aula Lotus company di sulap menjadi panggung megah, mirip acara pesta perkawinan.
Itu juga termasuk ide dari Michell.
Selalu punya ide yang tak terpikir kan oleh orang lain.
terdengar tepuk tangan yang riuh ketika acara di mulai, di mana peragaan busana di lakukan oleh semua Karyawan Lotus tanpa memakai jasa model.
Semua di make over selayak nya model sungguhan.
Di puncak acara tepuk tangan semakin riuh ketika dua orang perempuan cantik keluar dengan mengenakan dress putih panjang seksi, Michell dan Ayu.
Kedua nya terlihat lebih cantik dari pada model yang biasa nya.
"selamat mbak Michell, mbak Ayu acara nya sukses besar"
Kata Agus seraya mengacung kan dua jempol nya.
"thank you so much Agus."
Michel yang ramah memeluk Agus dengan senang.
Sementara Ayu dan Arga hanya tersenyum sambil saling pandang.
semua terlihat gembira produk andalan Lotus pun mendapat banyak antusias, bahkan banyak yang PO (pre order).
Sementara Ayu nampak menyendiri di balkon lantai atas, melihat pemandangan luar yang masih tetap ramai seperti biasa nya.
Sesekali di usap nya kedua lengan nya ketika terkena hembusan angin malam, karena malam itu produk yang mereka lounching kan bertema party jadi sebagian besar yang di tampil kan adalah baju terbuka.
Sepasang tangan yang kokoh seketika memakai kan jas putih kepada Ayu yang terlihat sedikit kedinginan.
"nanti masuk angin"
Bisik nya lirih tepat di telinga Ayu.
Suara bariton nan maskulin itu sudah tak asing bagi Ayu. Ya...suara Arga.
__ADS_1
"terima kasih"
Jawab Ayu singkat menutupi debaran di dada nya ketika Arga berbisik pelan.
"kenapa kamu disini sendiri an?"
Ayu menatap Arga datar.
"aku sedang ingin suasana yang tenang, bagai mana keadaan mu?"
Arga tersenyum tipis, ternyata Ayu tetap peduli pada nya.
"aku baik baik saja."
"kenapa kamu juga di sini, kenapa nggak gabung dengan yang lain di bawah?"
"aku lagi bosen sama keramai an"
Sejenak mereka saling menatap dan tersenyum.
"kayak nya ke pantai seru."
Kata Arga seperti penawaran atau ajakan.
"pantai?... Tapi..."
Ayu memandangi diri nya sendiri yang mengenakan gaun pesta seraya mengangkat kedua bahu nya.
"tak masalah"
Arga menarik tangan kecil Ayu melalui pintu belakang karena pasti akan banyak yang bertanya bila mereka keluar melalui pintu depan.
Suasana malam hari di pantai memang terlihat syahdu. Sesaat mereka menjadi pusat perhatian, karena di anggap salah kostum. Ayu memakai dress seksi terbuka berwarna putih, sedang Arga setelan jas putih tanpa dasi yang terkesan santai. Sungguh terlihat bak pasangan serasi sedang pre wedding.
Setelah sedikit bermain dengan ombak dan berjalan menyusuri bibir pantai, mereka memutus kan duduk di atas pasir di bibir pantai.
Di tengah temaram sinar rembulan wajah Ayu yang di rias agak tebal dari biasa nya terlihat begitu anggun, dan Arga dengan rambut tertiup angin pantai terlihat begitu tampan dan cool.
Tanpa minta ijin Arga merebah kan tubuh nya di atas pasir dengan kepala di pangkuan Ayu.
Ayu yang terkejut hanya mengerjab kan mata nya.
"biar saja, tak ada yang peduli, hanya sekedar melihat."
Arga menjawab dengan santai, sementara Ayu sedikit canggung karena sempat ada beberapa pengunjung yang mencuri foto mereka berdua.
Arga memejam kan mata nya menikmati hembusan angin malam.
tak ada percakapan, hanya suara deru ombak dan desiran angin yang terdengar.
sesekali Ayu melirik wajah tampan Arga di pangkuan nya, wajah dengan pancaran remang remang sinar rembulan itu terlihat begitu tampan, hidung nya yang mancung, bibir nya yang tipis, kulit bersih dan sedikit di tumbuhi bulu halus di sekitar dagu membuat terlihat begitu mempesona, mungkin lebih tepat nya tampan yang sempurna.
"Ga,.... Balik Yuk, sudah malam."
Ayu mengguncang lengan kekar Arga, si empunya lengan hanya melirik dan tersenyum smirk.
"kamu kedinginan?"
Arga kembali melepas jas putih yang tadi memang sudah di pakai kan pada Ayu.
"sudah malam....apa kamu tak lelah."
Krkkk...krk....krk....
Tak sengaja bunyi perut Arga terdengar oleh Ayu, membuat nya tersenyum malu, karena memang tadi mereka belum sempat menikmati hidangan, sudah pergi.
"kita cari makan dulu.."
Kata Ayu segera berdiri, meninggal kan Arga yang masih duduk dan tersenyum.
"mister....boleh minta foto..."
Beberapa gadis remaja mendekati Arga dan meminta foto melihat Arga yang berjalan sendirian.
"foto?.... Oke..."
Ayu yang sudah berjalan mendahului Arga menghenti kan langkah nya, kembali menoleh ke belakang dengan wajah kesal, melihat Arga yang di kerumuni beberapa remaja.
Cukup lama Ayu menunggu dengan bersidekap dada, wajah nya kesal dan menatap tajam pada Arga yang masih asik berfoto.
"maaf ya adek adek....kakak nya mau pulang, sudah malam."
__ADS_1
Ayu yang sedari tadi hanya menunggu, mendekat dan menarik tangan Arga untuk segera pergi.
Sementara Arga hanya senyum senyum, memang di sengaja untuk membuat seorang Ayu cemburu.
"kamu cemburu.."
Bisik Arga pelan kerika telah duduk di sebuah cafe dekat pantai.
Ayu hanya melirik kesal.
"Ga"
"hmmm"
Ayu membuka suara setelah beberapa waktu hanya diam, Arga hanya bergumam seraya tetap menikmati makanan nya yang hampir habis.
"tolong pikir kan permintaan ku tempo hari."
Ayu memberani kan diri berkata dengan pelan pelan.
Arga hanya diam menghabis kan makanan nya.
"aku tak mau"
Jawab nya singkat
"aku butuh alasan yang jelas"
"semua sudah jelas "
Ayu menghela nafas panjang.
"sekali saja ku mohon"
Arga memandang lekat wajah Ayu yang memasang tampang memelas.
Sebenar nya Arga tak tega bila Ayu sudah seperti itu, tapi akan lebih tak tega lagi bila dia nanti nya akan melukai nya lagi.
"jangan menghiba, karena aku tak akan pernah mengabul kan keinginan mu itu"
"tapi Ga..."
Ayu memegang jemari Arga, kata kata nya terhenti ketika sepasang mata elang Arga menatap nya tajam.
"please....kali ini saja..."
Arga masih terdiam, pikiran nya sedang tidak baik baik saja.
Bukan nya tidak mau menuruti keinginan Ayu tapi dia tak mau melukai nya untuk kesekian kali.
"minta lah permintaan yang lain, aku akan memenuhi, apa pun itu"
Bisik nya lirih di telinga Ayu.
"tidak Ga, aku hanya ingin itu, satu kali saja....please. Aku ingin memasti kan sendiri."
"apa yang ingin kau pasti kan?"
"bahwa kau sudah menempati janji mu, kau benar benar mempertanggung jawab kan apa yang telah kau perbuat."
"tapi setelah itu, apa kah kau akan memaaf kan aku"
Ayu terdiam, dia tak bisa menjawab pertanyaan Arga.
Mereka saling memandang mencari kepastian dan kebenaran di mata masing masing.
"yah...aku janji akan memaaf kan mu, setelah aku tahu dengan pasti kau telah mempertanggung jawab kan kesalaan mu"
Akhir nya Ayu meng iya kan pertanyaan Arga untuk memaafkan nya, demi bisa mengetahui keadaan Mitha, dan Ayu bisa meminta maaf atas kejadian waktu dulu.
Setidak nya batin Ayu akan merasa lega bila dia tahu sendiri secara langsung bahwa Arga tidak menelantar kan Mitha dan anak nya, meskipun Arga tak pernah bersama mereka.
"oke, kita pergi besok pagi, tapi penuhi juga janji mu"
Mendapat kat iya dari Arga membuat hati Ayu malah semakin tak karuan, cemas, takut, resah.....
Semua tercampur jadi satu.
bahkan malam itu Ayu tak bisa tidur, memikir kan berbagai kemungkinan yang mungkin akan terjadi besok.
hati nya gelisah.
__ADS_1