teratai

teratai
penggelapan dana perusahaan


__ADS_3

Ini adalah hari pertama aku akan bekerja di kantor mas Novan bekerja, dan aku bekerja sebagai CEO nya....


Sebenarnya aku sedikit tak percaya diri karena semenjak lulus kuliah aku hanya pernah kerja di perusahaan yang sama, itupun cuma sebagai staf karyawan magang dan hanya 1 tahun saja


Jadi bisa di bilang aku nol besar untuk pengalaman kerja, untungnya ada Mita yang pastinya akan siap membantuku


Suasana di kantor terasa sibuk saat pagi hari di mana para karyawan berdatangan demi ceck lock yang menandakan bahwa mereka sudah berada di kantor


Di mejaku sudah ada tumpukan file yang lumayan tinggi


Hufftttt sebanyak itukah pekerjaanku, gerutuku dalam hati


Aku harus tunjukan pada semua orang bahwa aku bisa, bahwa memang benar benar mampu menjadi CEO di perusahaan ini, terutama pada ayahku, aku tidak boleh mengecewakan nya


"Mita, siapa yang membuat laporan kerja ini?"


Tanya ku pada Mita seraya menyodorkan beberapa lembar hasil laporan


"oh, ini di buat Novan"


"oh....kalau begitu tolong panggilkan dia ke ruanganku"


"oke"


Tak berapa lama sorang pria tinggi datang ke ruanganku


"ada apa Yuk....apakah..."


"apakah di kantor ini tidak ada aturan tentang sopan santun"


Kataku sedikit meninggi


"ada bu, maaf...ada apa ibu...memanggil saya"


Novan berkata dengan sedikit terbata gugup seraya menundukan kepala entah karena segan aku bos nya atau karena malu


Aku melempar hasil laporan yang di buatnya ke meja di hadapannya


"kamu yakin sudah buat laporanmu dengan benar"


Novan bingung mengambil file file yang ku lempar dan memeriksanya


"apakah ada yang salah?"


Tanya nya sok polos


"tuan Novan, anda seorang manager pemasaran di sini, di laporan perencanaan pemasaran yang anda buat budget yang anda rancang ada selisih dengan laporan di bagian keuangan, jumlahnya tidak sedikit 500 juta....


Anda bisa menjelaskan"


Novan tampak gugup kembali membuka laporannya, kulihat keringat dingin keluar dari kening nya


"bisa anda jelaskan tuan Novan?"


Gertak ku sedikit meninggikan suara


"emmmm,....ini....mmmm .....ini pasti ada kesalahan di laporan nya bu Ayu, akan saya revisi..."


"ini laporan bulan lalu tuan Novan....bulan lalu....bagaiman mungkin seorang manager senior seperti anda bisa salah dalam membuat laporan....


Dan itu bukan kesalahan sepele, besar ....500 juta...."


Aku semakin melotot ke Novan membuat nya gugup dan terbata bata


"anda korupsi????"


Kataku tegas membuat tubuh tinggi di hadapanku terlihat salah tingkah dan bermuka pucat pasi hanya bisa menunduk


"jelaskan!"


Perintahku semakin meninggi, namun hanya kepala tertunduk yang ada di hadapanku


"maaf Yuk, aku .....aku....."


"apakah kata maaf anda bisa mengganti kerugian perusahaan"


Wajah Novan semakin tertunduk dalam


"aku...aku..."


"yang tegas tuan...anda laki laki..."


Hardik ku sembari menggebrak meja


"maaf, waktu itu istriku ingin punya mobil baru, dan.....tabunganku tidak cukup..."


Kata katanya terasa sangat sakit di dadaku....sebegitu cintanya dia kepada istri nya sampai rela menggelapkan dana perusahaan demi memenuhi keinginan istrinya, sedangkan dulu saat aku menjadi istrinya, bahkan uang bulanan pun tak pernah di penuhi nya

__ADS_1


Aku memejamkan mata menahan perih yang mengiris di hatiku


"saya akan mengganti nya, tolong jangan pecat saya dan jangan laporkan saya ke polisi, saya akan menggantinya dengan pemotongan gaji saya"


ku kepalkan tanganku mendengarnya yang memohon seolah oleh


Kesalahan nya sepele


"apakah anda pikir kesalahan anda itu kecil, ini baru laporan 1 bulan yang saya koreksi...dan anda tahu dampak bagi perusahaan?"


Aku benar benar geram dengan alasan nya yang bagiku sangat bodoh


"saya.....mohon....bu Ayu....istri saya sedang hamil, demi anak yang di kandung istri saya, beri saya kesempatan..."


Leherku seperti tercekik mendengar kata kata yang luar biasa....benar benar luar biasa....


Dia memohon demi anak yang masih belum lahir sedang anak kandungnya Naya......


Ah....rasanya aku bisa benar benar kalap kalau lama lama berdebat dengan dia


"Mita tolong kamu kesini.."


Ku pencet nomor panggilan kepada asisten kantor, sebelum emosiku benar benar meledak


"ada yang harus saya kerjakan bu"


Mita sangat sigap segera datang


"tolong revisi laporan ini , dan anda silahkan keluar, tunggu surat sanksi anda "


Pertama kali kerja aku sudah di buat emosi dengan kelakuan mantan suamiku, benar benar benalu, aku bingung sanksi apa yang akan ku jatuhkan padanya, tidak mungkin aku bilang masalah ini ke ayah, pasti ayah akan langsung memecatnya karena itu bukan jumlah yang sedikit dan buatku terlalu enak kalau dia di pecat begitu saja


Ku hempaskan tubuhku ke kursi kerjaku, sungguh berat di hari pertamaku kerja


"bagaimana selanjutnya Yuk"


Mita melontarkan pertanyaan yang aku sendiri belum tahu jawaban nya


"aku belum tahu...."


Tiba tiba mas Raka masuk ke ruanganku


"kamu sudah tahu?


lalu apa yang akan kamu lakukan"


Sepertinya mas Raka sudah tahu perihal penggelapan dana ini aku menghela nafas dalam dalam


Tanyaku pada mas Raka dan Mita yang saling pandang


"kamu suruh dia ngurus perusahaan kecil kita yang hampir bangkrut di boyolali....kamu kasih dia waktu minggu buat perusahaan itu normal kembali, kalau tidak....."


Mas Raka memberiku saran yang cukup menarik.....yah...1 minggu....kurasa itu akan sepadan dengan apa yang telah di lakukannya pada perusahaan ini


"Mita tolong buatkan surat perintah dan jangan lupa lampirkan perjanjian nya untuk Novan"


" siap, lalu apa sanksi nya bila dalam waktu satu minggu ternyata dia gagal?"


"kalau dia gagal perusahaan akan menarik semua aset pribadinya sampai senilai dana yang di gelapkannya dan menurunkan jabatannya menjadi staf karyawan biasa"


Mita dan mas Raka sama sama tersenyum setuju dengan keputusanku


"wah...adik ku sudah berubah menjadi perempuan tegas plus bijaksana rupanya..."


Ku cubit lengan mas Raka yang meledek ku, karena memang selama ini mas Raka masih menganggap aku sebagai adik kecilnya


"aduh aduh...sakit ...."


Teriaknya pura pura padahal cubitanku tak begitu keras


"sudah jadi CEO traktir dong..."


Aku melihat arloji di tanganku


"oke, aku traktir makan siang"


Kaluar dari ruanganku menyusuri koridor menuju lift terdengar bisik bisik dari para staf, sepertinya mereka sudah tahu perihal penggelapan dana yang di lakukan Novan


"Ayu..."


Di ujung koridor Siska mencegatku, wajahnya terlihat pucat dan ......menyedihkan...


"anda memanggil saya?"


Tanyaku sedikit menyombongkan diri....


"maaf...maksud ... Saya...ibu....Ayu..."

__ADS_1


Terbata bata dia menjawab pertanyaanku bahkan sama sekali tak berani menatap mataku


"saya mau ....mmmm....saya.....mmmm...."


"bisa anda jawab dengan cepat alasan anda mencegat saya...saya tidak punya banyak waktu untuk hat yang tidak penting"


"saya mohon jangan pecat suami saya"


Katanya dengan cepat namun lirih....


Siska menunduk dalam tanpa berani beradu tatap denganku


"maaf...anda bilang apa?"


Tanyaku pura pura tidak mendengar


"saya mohon....saya..."


"ooh...berarti anda tahu perihal penggelapan dana ini...berarti anda berkonspirasi dengan suami anda dan membuat perusahaan ini rugi"


Sontak semua staf menoleh ke arah kami


"saya....minta maaf....saya mohon..."


Bulir bening mulai menetes dari sudut mata siska, bukan nya kasihan aku malah semakin muak dengan nya, air mata kemunafikan


"apakah dengan kata maaf bisa mengembalikan dana perusahaan...."


Siska semakin terisak mendengar kata kata ku yang semakin memojokkan nya, rasanya aku ingin muntah melihatnya menangis, sungguh aneh, seorang siska yang dulu begitu sombong mengusirku sekarang memohon mohon padaku, mendengar isakan nya membuatku semakin emosi, benar benar emosi


"tunggu sanksi dari saya.....anda membuang waktu makan siang ku"


Aku segera berlalu sebelum emosiku tak bisa ku tahan, rasanya aku ingin mencakar cakar muka nya bila tidak segera pergi


Mas Raka tersenyum melihatku, mungkin dia khawatir aku akan kasihan dan luluh dengan air mata palsu itu


"kita makan di sini mas?"


Tanyaku meyakinkan mas Raka menunjuk resto nasi padang yang di pilihnya


"iya, kenapa?"


"ya...ndak papa, yakin nih...."


karena biasanya mas Raka akan memilih restoran yang mahal kalau aku yang traktir, apakah dia sudah insyaf😛😛


Pikirku dalam hati🤭


"aku kelamaan di Paris, pengen makan nasi padang baru kesampean sekarang, gratis lagi...hehe..."


Aku nyengir mendengar mas Raka yang memang baru pulang setelah 8 tahun di luar negeri


"eh kamu sudah datang...sini..."


Mas Raka melambaikan tangan ke arah belakangku, sepertinya dia telah janjian dengan seseorang....palingan juga mbak Gendhis, pikir ku


"ayo duduk...mumpung ada yang traktir"


"uhuk...uhuk...."


Aku tersedak minuman seketika saat tahu orang yang datang dan duduk di sebelahku adalah....Arga


"ayo pesan...mumpung gratis"


Aku melotot pada mas Raka bukan karena masalah traktiran nya tapi karena dia tidak memberitahuku kalau dia mengajak Arga


"kalian sudah tunangan, jadi harus sering keluar bareng, jangan jaim jaim...."


Mas Raka terus nerocos tanpa memperdulikan reaksiku


Sementara Arga hanya tersenyum entah karena senang atau apa....


"oh iya rencana kalian kapan mau menikahnya?"


Uhuk...uhuk....aku kembali tersedak untuk kedua kalinya kali ini karena makanan, Arga menepuk nepuk punggunggu dan memberiku segelas air putih


"mas Raka"


Gerutuku setelah mengelap mulutku yang terasa pedas


"laaah...kan nanti mas biar bisa atur jadwal buat cuty kerja"


"secepatnya mas"


Aku melotot mendengar jawaban Arga


Bener bener.....ahh.....mereka apa apa an sih....mau nge prank aku ......

__ADS_1


Sepertinya mereka berdua senang melihatku kebingungan, malah semakin meledek ku


Dasar laki laki.....


__ADS_2