teratai

teratai
sakit


__ADS_3

Semenjak saat itu hubungan antara Arga dan Ayu menjadi semakin renggang, kedua nya memilih menyibuk kan diri masing masing dalam pekerjaan dan tak saling memikir kan.


Meski sebenar nya ada rasa rindu yang di pendam dalam dalam.


"honey, jangan terlalu memaksa kan, jaga kesehatan mu, sudah satu bulan kamu seperti ini."


"aku tak apa Chel, aku menyukai pekerjaan ku"


"I know...but, looking for your face"


Michel menarik lengan Ayu menghadap kan tubuh nya pada kaca besar di dinding butik Lotus Legian.


"you look...."


Michel menunjuk wajah Ayu di cermin.


"oke..oke... hari ini aku tak akan lembur, aku akan pulang lebih cepat."


Ayu yang malas berdebat menurut saja agar tak semakin lama mereka berdebat.


Memang jelas terlihat di cermin, Ayu menjadi kurus dan wajah nya sedikit pucat, karena memang setiap hari nya Ayu lembur untuk bisa melupa kan apa yang di rasakan nya ....rasa rindu.


"kita makan siang yuk, aku yang traktir"


"tapi aku lagi males makan."


"kamu lihat diri kamu, kurus sudah mirip tengkorak berjalan."


sesaat Ayu melihat tubuh nya di cermin, memang kurus, tapi nggak mirip tengkorak lah, masih ada seksi seksi nya dikit.🤪


"I know one place ....."


Michel menuju tempat makan restorant yang menyuguh kan masakan Jogja, dia berharap sahabat nya akan makan dengan lahap.


"pesan apa pun yang kamu mau, aku yang traktir oke.."


Ayu hanya mengangguk, meski sebenar nya perut nya tidak merasa kan lapar sama sekali.


"mbak Michel, mbak Ayu..."


Sontak kedua nya menoleh ke arah suara, seorang laki laki tinggi lumayan tampan menghampiri mereka.


"hai Agus, kamu lagi makan juga, makan bareng kita aja, aku yang traktir deh"


Michel memang sangat ramah.


"wah, beneran mbak Michel...rejeki nih."


Jawab Agus kegirangan.


"mbak Ayu sakit yah, kok pucat wajah nya"


"nggak Gus, tadi nggak sempet make up saja"


Celetuk Ayu asal menjawab.


"dia itu Gus, nggak mau istirahat, tiap hari lembur, maka nya jadi begitu."


Agus hanya mengangguk angguk, tanda mengerti.


"wah, kok sama ya, kayak si bos,"


Ayu melirik Agus pelan.


"memang nya Arga kenapa Gus, pantesan aku lama nggak ketemu dia."


Michel melirik Ayu , mencoba memancing mancing ekspresi sahabat nya bila mendengar kabar Arga, dan benar ekspresi Ayu berubah.


"iya mbak, sudah satu bulan si bos kerja seperti orang kesurupan, nggak mau istirahat, makanya sekarang jadi ngedrop."


"Arga sakit gus?"


Michel pura pura khawatir seraya melirik Ayu.


"sakit sih sebenar nya nggak mbak, cuma udah seminggu ini nggak bisa makan, sering muntah kalau makan, ini saya mau beli in masakan Jogja siapa tahu nanti si bos bisa makan, kasian aku mbak, si bos jadi kurusan"


Ayu yang mendengar penjelasa Agus hanya diam.


"kamu nggak kasian tuh?


Nggak pengen bawain makanan atau apa gitu"


Agus dan Michell sama sama memandang ke arah Ayu, membuat Ayu kaget dan gelagapan.

__ADS_1


"aku.....mmmm.....aku...."


"kasihan bos Arga mbak, kurus banget"


"Apa an sih kalian, itu kan nggak ada hubungan nya dengan ku"


Ayu mengaduk aduk makanan nya yang sedari tadi tak juga di makan nya.


"kamu sendiri juga begitu.... Nggak selera makan"


Michel menatap Ayu yang tak juga memakan makanan nya


"wah mbak Ayu sama bos Arga sehati, nggak selera makan saja barengan, aku terharu."


Ayu mengusap wajah Agus kasar yang memasang tampang menggeli kan.


"apa an sih Gus, udah makan sana, cepetan, bawain makanan bos mu, keburu pingsan."


"cie/cie"


Agus dan Michel menggoda Ayu bersamaan.


Di teras taman belakang rumah yang di kelilingi dengan kolam bunga teratai yang tampak bermekaran, Ayu duduk sendiri.


Pikiran nya tak terfokus pada satu hal, semua seperti menari nari di benak nya.


Kejadian dia bersama Arga, tentang pekerjaan nya, tentang putri kecil nya dan juga tentang Mitha yang entah di mana.


Ting...ting.....


Suara bunyi bel membuyar kan lamunan Ayu.


Ceklek...


"aw ...."


Betapa terkejut nya diri nya ketika membuka pintu tubuh Arga terjatuh ke arah nya, sampai akhir nya ambruk ke lantai, ternyata Arga bersandar di pintu jadi ketika Ayu membuka pintu nya, sudah pasti Arga terjatuh.


Bukan nya menolong Ayu malah berlari keluar rumah.


"Agus....Gus..."


Ternyata Tak ada yang di cari, Arga datang sendirian.


"mama....apa papa Arga sudah datang"


Teriak Naya dari dalam kamar nya.


Ayu mengerut kan kening nya.


"papa Arga kenapa ma,...papa kenapa..."


Gadis kecil itu mulai menangis melihat Arga yang tak sadar kan diri.


"mmm papa nggak papa sayang, papa cuma kecapek an"


Ayu mencoba menenang kan putri nya


"tapi tadi papa nggak apa apa waktu Naya telfon"


"Naya telfon papa?"


"iya ma, tadi Naya minta papa buat kesini, Naya kangen sama papa, pengen bobok bareng papa"


Tangis nya semakin menjadi ketika melihat papa nya yang tergeletak di sofa.


"sudah sudah...Naya jangan nangis, Naya sama suster dulu aja, biar mama yang ngurus papa"


Ayu menghela nafas panjang ketika tahu Arga datang karena permintaan Naya.


Bahkan dia mengabai kan kondisi nya sendiri demi putri yang bukan anak kandung nya.


Di pegang nya wajah Arga yang ternyata demam.


'dasar ceroboh....'


Ayu membatin ketika mengusap kening Arga yang sedikit memar karena terjatuh waktu Ayu membuka kan pintu.


Badan nya panas dan menggigil.


Karena panik,


Ayu mencoba menghubungi Agus tapi nomor Agus tidak aktif sama sekali.

__ADS_1


"bagaimana keadaan nya dok?"


"suami ibu hanya demam biasa, banyak banyak istirahat dan makan nya yang teratur."


"oh, oke, terima kasih dok"


Setelah mengantar dokter pulang Ayu segera meminum kan obat ke Arga.


Di lihat wajah tampan Arga yang terlihat sangat pucat dan sedikit kurus.


Ada rasa yang sulit di jelas kan dalam hati nya, entah lah.


Kangen, cinta, sakit, kecewa, bingung...


Semua rasa tercampur menjadi satu, membuat nya dengan tak sengaja memegang tangan Arga yang terasa hangat.


Waktu menunjuk kan pukul 9 malam, tapi Arga belum juga membuka mata nya, wajah nya sedikit basah karena keringat, mungkin itu efek obat.


"ahh.."


Ayu yang hendak berdiri di kejut kan dengan tangan Arga yang menarik nya hingga dia terjatuh di atas tubuh Arga.


Ayu tertegun, tapi mata Arga masih tertutup.


"sudah puas lihatin wajah tampan ku..."


Ayu segera menggeser tubuh nya dari atas tubuh Arga tapi tangan Arga justru melingkar kuat di pinggang nya.


"ke pe de an banget"


Ayu berusaha bangkit tapi tangan Arga semakin kuat memeluk nya.


"lepasin"


"bukan kah dari tadi kamu liatin aku, usah usap wajah ku, pegang pegang tangan ku"


Seketika wajah Ayu memerah menyadari apa yang di lakukan nya sejak, tadi ternyata Arga tahu.


Arga tersenyum geli, melihat perempuan di atas nya yang salah tingkah dengan wajah bersemu merah.


"lapaskan..."


Ayu mencoba melepas kan tangan Arga, tapi tangan itu sangat kekar bagi tubuh mungil Ayu.


Tanpa di duga, Arga segera menyambar bibir kecil di atas nya, ******* nya, menghisap dan menggigit kecil bibir seksi di atas nya, membuat Ayu yang terkejut diam mematung.


Bibir Arga masih terasa hangat ketika menyentuh bibir nya.


"Ayu ..... Aku....."


Arga menatap Ayu dalam setelah melepaskan ciuman nya.


Ayu hanya diam menatap mata elang yang terasa hangat dan sejuk ketika menatap nya.


"aku.....lapar...."


Ayu mengerjap kan mata nya berkali kali mendengar kata kata Arga yang dia kira akan romantis dan puitis, ternyata....


Ayu segera bangun dari atas tubuh Arga, mencoba menyembunyi kan mimik wajah nya yang kesal.


Menuju dapur dan memasak makanan sebisa nya.


"papa Arga..."


Gadis kecil yang ternyata belum tidur itu berlari seraya merentang kan ke dua tangan nya memeluk Arga.


"Naya belum tidur, sudah jam 10 sayang"


"Naya tak bisa tidur, tadi papa pingsan, Naya kepikiran papa"


"Naya baik banget yah, sampai kepikiran sama papa Arga, nggak kaya mmmmm...."


Arga melirik Ayu yang sibuk di dapur, sedang Ayu memasang wajah kesal nya pada Arga


"mama juga kepikiran pa, bukti nya tadi mama panik saat papa Arga pingsan, mama juga nungguin papa lama."


Arga tersenyum puas dengan kejujuran putri kecil nya, sedang wajah Ayu merah padam antara malu dan kesal.


"Naya bobok lagi sayang, sudah malam"


"nggak, mama sedang masak?..... Naya mau makan lagi sama papa Arga."


Entah lah jika sudah menyangkut Naya, Ayu seperti pasrah.

__ADS_1


Malam itu mereka makan bertiga meskipun tak ada percakapan dan tidur pun bertiga dengan Naya di tengah tengah mereka.


__ADS_2