Terjebak Cinta

Terjebak Cinta
TC 101


__ADS_3

...Sebelum lanjut membaca mohon pastikan untuk :...


○like


○komen


○vote


○share cerita


○juga masukan dalam keranjang favorit kalian


...-------------------------🌾------------------------------...


Penasaran dengan isi dari kotak tersebut, Maya memutuskan untuk membukanya terlebih dahulu walaupun Elena belum tiba.


"Buka aja gpp kali ya," ucapnya pada dirinya sendiri.


"Akhhhhhh!"


Mata Maya membulat, mulutnya terbuka lebar saat melihat aopa yang ada didalam kotak yang sudah dibukanya tersebut. Kotak tersebut berisi sebuah boneka yang sudah hancur akibat robekan diseluruh sisinya, tak hanya itu saja bahkan orang yang melakukan hal tersebut dengan gilanya menyiram boneka hancur itu dengan darah yang dibelinya dari pusat darah.


Bau yang menyengar membuat Maya merasa sangat mual juga sakit dibagian kepalanya, beruntung ada para pelayan yang datang setelah mendengar sura teriakan nyonyanya.


"Ada apa nyonya," tanya para pelayan yang panik melihat wajah Maya sudah sangat pucat.


Belum juga menjawab pertanyaan dari pelayannya, tubuh Maya sudah lebih dulu tumbang jatuh tak sadarkan diri. Bertambah panik lah mereka semua. Beberapa pelayan membawa Maya kedalam kamarnya, sedang yang lainnya menghubungi Edwart juga Billy dan membuatkan minuman hangat untuk Maya.


Saat ini Billy tengah sangat panik mengendari mobilnya, pasalnya ia yang sedang bekerja menerima kabar jika istrinya pingsan. Tak menunggu waktu lagi, Billy segera meninggalkan semua pekerjaannya.

__ADS_1


Tanpa sengaja mereka semua datang secara bersamaa, sama-sama masuk kedalam halaman rumah milik Edwart. Billy yang panik bahkan tak menunggu putranya dan yang lainnya, ia berlari masuk dan mencari istrinya.


"Dimana istri saya," tanyanya pada pelayan.


"Ada dikamar tuan bersama pelayan yang lainnya."


"Apa yang terjadi, kenapa mama saya bisa tiba-tiba pingsan," tanya Edwart yang baru saja masuk dan melihat papanya berlari menaiki tangga rumah.


"Tadi ada kurir yang mengirimkan paket tanpa nama tuan, lalu setelahnya kami mendengar nyonya sudah berteriak dan jatuh pingsan," ujar pelayan tersebut.


"Mana paketnya," tanya Ed.


"Itu tuan," menunjuk kotak yang ada diatas meja.


huek.. huekk .. huek..


"Brengsek!!" umpat Ed murka.


"Tuan muda, ada surat dibawah bonekanya," tunjuk Jo yang sekilas melihat ada lembaran dibawah bonekanya.


"Apa isi suratnya Ed," tanya Malik sambil menutup hidungnya.


"Nasibmu sebentar lagi akan sama dengan boneka ini! Tak berdaya dengan lumuran darah menghiasi seluruh tubuh indahmu! Tak sabar rasanya mendengar kabar kematianmu Elena!"


Tangan Edwart terkepal saat mengetahui jika paket itu ditujukan untuk istrinya sendiri, saat ini ia ingin sekali menghancurkan orang yang telah berani bermain-main dengan keluarganya.


Tak hanya Edwart yang panik, Malik kini mulai paham dengan apa yang diminta Edwart padanya tadi. Keselamatan keponakannya sedang tidak baik-baik saja, dan ini membuat ia ragu untuk kembali meninggalkan princessnya.


"Siapa yang sudah gila mengirim ini Ed," tanya Malik yang mencoba menahan amarahnya.

__ADS_1


"Entahlah om, tapi aku pasti akan melindungi istri aku dengan nyawaku sendiri."


"Pak Matius, bisa kita bicara sebentar," bisik Jo.


Matius hanya menganggukan kepalanya, berjalan menuju arah taman belakang meninggalkan Ed juga Malik yang masih berdiri diruang tengah.


"Ada apa nak Jo?"


"Pak, apa bapak bisa menghubungi anak buah anda yanga ada dirumah sana?"


"Untuk apa ya," penasaran Matius.


"Saya curiga kalau ini adalah ulah Tania, dia bisa jadi membayar orang untuk menteror nona muda."


"Benar apa katamu, tunggu sebentar biar saya hubungi mereka."


"Bagaimana pak Matius," tanya Jo yang melihat Matius sudah selesai bertelfon dengan anak buahnya.


"Sesuai dugaan anda nak Jo, menurut mereka Cindy ini sering menerima panggilan yang terlalu mencurigakan."


"Sesuai dugaan, wanita itu tidak akan pernah menyerah untuk menyakiti nona muda."


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Biarkan tuan saya yang memutuskan ini pak Matius."


"Biarkan Tania merasakan bagaimana sakitnya dilukai oleh orang yang dicintainya," lanjut Jo menahan kesalnya.


•••••••••••••••jangan lupa pesan diatas ya•••••••••••••

__ADS_1


__ADS_2