Terjebak Cinta

Terjebak Cinta
TC 92


__ADS_3

Dan ketika langit sudah sangat gelap, Edwart baru saja tiba dirumahnya. Sambil menjilati asinan kedondong Ed masuk kedalam rumah dengan santainya. Hingga didalam rumah ia juga tak menyadari jika ada seseorang yang tengah menatapnya.


"Darimana saja kamu?"


"Siapa itu," tanya Ed panik dalam kegelapan rumahnya.


Dan saat lampu menyala, Ed hanya bisa mengelus dadanya saat tahu jika itu adalah suara papanya. Ia lupa jika hari ini kedua orang tuanya pulang dan menginap dirumahnya.


"Papa, bikin kaget aja," ucapnya dengan tak bersalah langsung duduk disofa.


"Dasar anak edan," seru Billy melempar Ed dengan bantal sofa.


"Astaga pah, untung nggak kena buah aku."


"Darimana saja kamu ini. Lihat jam berapa ini?"


"Jam satu malam pah."


"Udah tahu. Kamu ini dari mana sampe jam segini baru pulang?"


Akhirnya Ed menceritakan semuanya pada Billy tanpa ada yang ditutupinya, dan Billy sempat terkejut sebentar namun setelahnya ia merasa bahagia ternyata El masih ada keluarga yang mencarinya.


"Terus apa rencana kamu?"


"Besok aku bakal bawa om Malik pulang pah, aku bakal mempertemukan mereka."


"Papa setuju apapun yang terbaik buat El, tapi kamu ingat ya istri kamu itu lagi hamil jadi kamu harus benar-benar jagainnya."


"Ed paham kok pah. Yaudah kalau gitu Ed naik dulu ya."

__ADS_1


"Ehm, istirahatlah."


.....


...


Tania begitu terpesona dengan senyum yang merekah menghiasi wajah Malik, nampak sangatlah tampan dan menggoda bagi Tania. Tiba-tiba saja fantasi liar Tania muncul bersama dengan Malik.


"Brengsek, apa yang gue pikirin sih," gumamnya memukul kepalanya sendiri.


Tak ingin terlalu lama terbuai, Tania memilih segera pergi meninggalkan Malik dan masuk kedalam kamarnya. Didalam kamar Tania mulai menyusun kembali rencananya untuk mencelakai Elena.


Rasanya dendam itu sudah mendarah daging di tubunya. Bahkan saat matanya terpejampun ia akan tetap memikirkan Elena, masih ada nafsu yang begitu besar untuk memiliki Edwart sepenuhnya.


"Gue bisa pastiin, Ed bakal bertekuk lutut sama gue."


"Loe harus mati, mati!!" menatap foto El yang ada dilayar ponselnya.


Pagi yang begitu cerah, sangat cerah seperti wajah Malik yang nampak berseri-seri pagi ini. Ia yang sudah sejak sangat pagi bangun dan bersiap dengan sangat rapi begitu tak sabar menunggu pukul 9.00 dirumahnya.


Berbeda Malik berbeda Tania, pagi ini Tania nampak sangat lesu tak bersemangat. Itu sebab dari sepanjang malam ia tak bisa memejamkan matanya saat terus saja teringat dengan wajah Malik yang membangkitkan hawa panas didalam tubuhnya.


"Ada apa Cindy," tanya Malik tanpa menatap lawan bicaranya.


"Tak apa tuan, hanya saja saya tidak bisa tidur sejak semalam."


"Apa kamu sakit," tanya Malik masih tak menatap Tania."


"Tidak."

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu."


Sikap acuh Malik membuat Tania merasa kesal. Tak biasanya Malik bersikap acuh hingga membuat dirinya curiga.


"Jangan-jangan dia ada wanita lain," batin Tania menatap tajam Malik.


"Ada apa," tanya Malik yang menyadari tatapan Tania.


"Tidak, hanya saja tuan pagi ini terlihat lebih bahagia."


"Benarkah ? Apa begitu terlihat Cindy ?"


"Ada yang saya tidak tau tuan," tanya Tania.


Namun belum sempat Malik menjawab, Matius datang dan mencegah tuanya berbicara. Dan hal itu membuat Tania sangat tak suka, hingga wanita itu memberikannya tatapan tajam.


"Tuan kita harus berangkat sekarang," ucap Matius.


"Oh baiklah," mengusap bibirnya.


"Tuan mau kemana," tanya Tania membuat langkah Malik terhenti.


"Tuan kita bisa terlambat," seru Matius lagi.


"Bye Cindy," ucap Malik lalu pergi meninggalkan Tania dengan sejuta tanya dibenaknya.


"Brengsek!! Matius brengsek!"


...Happy new years all .. sehat selalu buat kalian semua .. maaf ya kalau masih banyak typo juga kurangnya and makasih udah setia membacanya .. ❣...

__ADS_1


__ADS_2