Terjebak Cinta

Terjebak Cinta
TC 112


__ADS_3

...Sebelum lanjut membaca mohon pastikan untuk :...


○like


○komen


○vote


○share cerita


○juga masukan dalam keranjang favorit kalian


...-------------------------🌾------------------------------...


Jo bersama Yasmin juga Tania telah tiba di Jakarta, ketiganya segera membawa Tania ke rumah yang Malik beli. Ada perasaan aneh saat ia masih tak bisa membawa rencana Malik membawa Tania kembali ke Jakarta.


Sedang dirumah itu kini sudah ada Matius dengan Malik, Matius memaksa ingin pulang dan mendampingi tuannya menghadapi ular berbisa itu. Dan tanpa diketahui semuanya, Edwart datang membawa Elena bersama dirinya.


"Om Malik," seru El berlari memeluk om nya.


"Jangan lari, astagaa," teriak Ed yang begitu kesal dengan istrinya.


"HEhe, maaf tuan suami lupa," cengirnya.


"Pak Matius, kenapa disini. Bagaimana keadaannya sekarang," panik Edwart.


"Tuan Edwart tidak usah panik, saya baik-baik saja," ucapnya dengan senyum merekah diwajahnya.


"Saya ikut senang mendengarnya," balas Edwart.


"Ada apa ini, kenapa om merasa Ed sedang sangat kesal sekarang ini?"

__ADS_1


"Om tanya aja sama princessnya om ini."


"El, ada apa ini?"


"Ehm, itu om. Aku kemarin kabur dari rumah," cicitnya menundukkan kepalanya.


"Apaaa?? Kenapa bisa, Ed kenapa El kabur? Apa kalian bertengkar?"


"Mana ada om, kan aku sibuk sama om eh pulang-pulang udah minggat aja istriku ini."


"Astaga El, nak jangan begitu lagi ya. Ingat kamu lagi hamil, nggak baik kabur-kaburan begitu," tutur Malik pada keponakannya.


El hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum cerah menatap Malik didepannya. Malik membawa semuanya keruang makan menikmati sarapannya, namun tiba-tiba perut El bergejolak dan memaksanya berlari menuju toilet.


Semua orang hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah El yang begitu menggemaskan, terlebih Malik yang begitu bahagia masih bisa bertemu dengan keponakan yang selama ini dicarinya.


Tania yang diberi obat penenang masih tertidur setelah Yasmin kembali menyuntikkan obat kepadanya sebelum turun dari pesawat. Yasmin terus saja memegangi perutnya, menahan kelaparannya dengan menggigit bibirnya.


"Baik tuan."


"Ada apa tuan Jo, anda membutuhkan sesuatu," tanya Yasmin.


"Nggak."


Yasmin hanya bisa menunggu saat Jo keluar tanpa memberitahu tujuannya, ia menunggu sambil memainkan ponsel pintarnya. Hingga suara pintu terbuka mengalihkan pandangannya.


"Hm, makan dulu," menyodorkan sebungkus kantong padanya.


Yasmin membukanya, roti isi. Ternyata Jo turun hanya untuk membelikannya roti isi, Yasmin begitu tersanjung. Sebuah senyum terukir dengan begitu manisnya diwajah Yasmin, membuat hati Jo begitu hangat.


"Lain kali kalau lapar bilang, jangan menggigit bibir," ucapnya sambil tangannya menghapus saus yang ada disudut bibir Yasmin. Keduanya sempat saling tukar pandang hingga lenguhan Tania membuyarkannya.

__ADS_1


"Habiskan dulu, sebentar lagi dia akan sadar."


"Tuan Jo juga segera makan."


Dan benar saja, ketika keduanya selesai makan Tania membuka matanya. Tania begitu panik saat mengenali jalanan yang sedang dilewatinya.


"Jakarta, nggak gue nggak mau. Bawa gue kembali ke tuan Malik," teriaknya.


Jo yang kembali mengenakan topengnya hanya terdiam, hingga supir mengatakan jika mereka telah tiba ditujuan. Yasmin menahan Tania dan membawanya masuk kedalam rumah tersebut, namun naas karena baru saja masuk ketiganya sudah bertemu dengan Elena.


"****** ini ada disini," gumam Tania penuh semangat.


"Jaga bicaramu," tegur Yasmin.


Entah kekuatan darimana, Tania mendorong Yasmin hingga terdorong dan tersungkur membentur tembok. Sedang Tania yang masih menyimpan dendam mencekik leher Elena dengan sekuat tenaganya.


"Ekhh,, ekhh, le,, lepas," ucap El terbata-bata. Lehernya begitu sakit, ia juga kesusahan menghirup udaranya.


"Mati, loe harus mati kali ini."


Jo berlari menolong nona mudanya, ia berusaha menarik tangan Tania menjauh dari Elena namun tenaga Tania begitu kuat hingga membuatnya begitu kesusahan. Yasmin bangkit dan mencoba membantu Jo, namun ia malah terdorong dan kembali jatuh kelantai.


"Kenapa ada suara ribut didepan," ujar Matius.


"Elena," seru Ed berlari.


Ketiganya terkejut dengan apa yang dilihatnya, Malik yang terkejut hampir kehilangan keseimbangannya.


"Lepaskan Elenaku."


...•••••••••••••••jangan lupa pesan diatas ya•••••••••••••...

__ADS_1


__ADS_2