Terjebak Cinta

Terjebak Cinta
TC 94


__ADS_3

Jantung Malik rasanya berdetak begitu tak karuan, ia duduk dengan sangat gelisah hingga membuat Matius terus menghela nafas gusarnya.


"Tuan tenanglah," seru Matius.


"Selamat malam tuan Malik, tuan Matius," sapa Billy yang datang terlebih dahulu.


"Panggil saya Matius saja tuan."


"Baiklah, Matius, " senyum Billy.


Edwart nampak berjalan menuju mereka sambil menggandeng Elena, langkah yang sangat anggun hingga menghipnotis Malik hingg tak berkedip.


"Sayang, kenalin ini tuan Malik."


"Malik," mengulurkan tangannya.


Elena menyambut uluran tangan tersebut dengan senyum lebarnya. "Elena, senang berkenalan dengan anda tuan."


"Mari kita duduk," ajak Billy pada semuanya.


"My little princess," gumam Malik yang sudah tak sanggup menahan gejolak kerinduannya.


Langkah kaki El terhenti begitu saja mendengar sapaan yang sudah sangat lama tak didengarnya. Sapaan yang begitu melekat dihatinya, dadanya seakan sakit hingga ia terus saja memeganginya.

__ADS_1


"Sayang, kamu kenapa?"


El hanya terdiam, ia memutar badannya dan menatap Malik dengan penuh tanda tanya. Entah mengapa rasanya sulit sekali untuk El bernafas lega, ada sesuatu yang rasanya menyumbat paru-parunya.


"Tu tuan Malik, anda tadi memanggil saya?"


Malik terdiam, ia hanya memperlihatkan matanya yang sudah berkaca-kaca. Billy menarik Edwart sedikit menjauhi istrinya, ia ingin memberikan ruang bagi keduanya untuk saling mengenali lebih dalam.


"Apa kamu lupa sama om, little princess?"


Kakinya seakan lemah tak bertenaga hingga ia sendiri tak sanggup menopang tubuhnya. Beruntung Edwart berdiri tak jauh darinya dan dengan sigap menopang istrinya.


Malik melangkah maju mendekati keponakannya, tangannya terulur ingin menggapai wajah keponakannnya.


Malik menarik perlahan tubuh Elena, ingin sekali memeluk dan merengkuh tubuh itu dengan perasaan sangat rindunya. "Bolehkah saya memeluknya," tanya Malik meminta persetujuan dari Edwart.


"Tentu saja."


Malik membawa El dalam dekapannya, dengan sangat erat mendekap tubuh itu dengan derai air matanya. Hatinya menghangat dengan keberadaan El disisinya, sangat-sangat membuat dirinya bahagia.


"Om rindu sekali sama kamu my little," ucap Malik.


"Om kemana aja, kenapa nggak pernah nyariin aku sama papa," tangisnya.

__ADS_1


Malik mengurai pelukannya, ia kemudian mengecup kening El dengan singkat. Mata Edwart terbuka lebar dengan apa yang barusan ia lihat, tak terima ia istrinya dikecup laki-laki lain selain dirinya.


Billy menahan tangan anaknya saat melihat pergerakan Ed yang hendak maju melangkah mendekati istrinya.


"Diam disini kalau nggak mau kena marah istri kamu," ucap Billy memperingatkan.


Kini semua orang duduk dengan El yang tak mau lepas dari Malik, terus saja menempel pada om nya tanpa ingin berpisah sedetikpun. Hal itu menimbulkan rasa cemburu pada Edwart yang tak ingin istrinya berdekatan dengan laki-laki selain dirinya.


"Jadi anda sempat mengalami kecelakaan?"


"Benar tuan Billy, mobil saya terbalik dan membuat saya koma dalam waktu yang lumayan lama. Hingga saya membuka mata dan sudah berada dinegara lainnya."


"Sungguh tragis juga, saya ikut bersedih anda tidak sempat bertemu dengan kakak anda."


"Terima kasih nyonya Maya, tapi saya juga bersyukur. Karena kecelakaan itu saya bisa bertemu dengan Matius yang sangat setia dengan saya."


"Terima kasih om sudah menemani om saya," tulus Elena.


Ketika semua orang tengah berbahagia dengan pertemuan Malik dengan Elena, hanya ada satu orang yang sejak tadi hanya diam menekuk wajahnya dengan sangat kesal. Siapa lagi kalau bukan Ed yang terbakar api cemburu butanya, bahkan Malik aja yang sudah jelas om El masih bisa menimbulkan rasa cemburu teramat besar.


......*Hai guys, iam back ........


...makasih untuk semua dukungannya ya .. makasih buat semua doa nya*...

__ADS_1


__ADS_2