Terjebak Cinta

Terjebak Cinta
TC 106


__ADS_3

...Sebelum lanjut membaca mohon pastikan untuk :...


○like


○komen


○vote


○share cerita


○juga masukan dalam keranjang favorit kalian


...-------------------------🌾------------------------------...


Semalam Jo memberikan Yasmin flash disk yang berisi cara menyiksa seseorang dengan sangat lembut. Jo sadar bagaimana Yasmin kesehariannya, maka dari itu ia meminta Yasmin mempelajari itu agar merubah pandangannya.


"Harus dengan cara tuan jo kalau gitu," batinnya.


Yasmin melangkah maju mendekati Tania yang sedang tersungkur dilantai, dengan sengaja ia menginjak telapak tangannya dengan sepatu hak yang tengah digunakannya.


"Brengsek! Sakit," pekik Tania kesakitan.


"Bersihkan atau tangan loe cacat?"


"Oke-oke, gue bakal beresin. Tapi singkirin dulu kaki loe ini."


Dengan santainya Yasmin mengangkat kakinya, ia memanggil pelayan dan meminta sebuah kain pel padanya.


"Pakai ini, sampai bersih," melemparkan kain pel tersebut hingga mengenai kepalanya.


Tania marah, ia merasa terhina dengan perlakuan Yasmin padanya. Tapi ia tak bisa melawannya, ia takut jika Yasmin ini adalah suruhan Malik untuk memberinya pelajaran.


"Cepat," bentak Yasmin.

__ADS_1


Semua sudah siap, kini Matisu sudah bisa diterbangkan ke Jakarta dengan pesawat yang sudah Edwart persiapkan. Namun sebelum itu ia meminta Jo untuk tetap tinggal dan membantu Malik membereskan semua dokumen kepindahannya.


"Hubungi salah satu anak buah saya yang ada dirumah, dia akan membantu kamu asisten Jo," ucap Malik.


"Saya akan segera membereskan semuanya tuan Malik, tolong jangan khawatir."


"Tentu saja tidak, saya sangat percaya dengan kemampuanmu itu."


"Mari om, kira harus segera berangkat," ajak Edwart.


"Hati-hati dijalan tuan."


"Berhati-hatilah Jo, jaga Yasmin," pesan Edwart sebelum naik kedalam pesawat.


Setelah memastikan tuannya terbang, Jo berbalik dan segera menuju kediaman Malik. Sebelum itu ia memberi tahu Yasmin untuk menahan Tania agar tetap berada dihalaman belakang. Yasmin patuh dan mengurung Tania dihalaman belakang, ia juga kesal karena Tania begitu lamban dalam membersihkan lantainya.


"Kalian jaga dia dengan baik, pastikan lantainya benar-benar bersih."


"Berani loe melawan, tangan ini bakal jadi hukumannya," menginjak kembali tangan Tania.


Yasmin keluar, ia ingin menyambut kedatangan Jo kerumah Malik. Ia sudah memastikan keamanan halaman belakang agar Tania tak melihat Jo.


"Kalian sudah temukan permintaan saya," tanya Yasmin pada salah satu anak buah Malik.


"Ini nona, topeng juga pengubah suaranya."


"Bagus," tersenyum menatap barang yang ada ditangannya.


"Apa yang membuatmu tertawa?"


"Tuan Jo," girang Yasmin.


"Kau belum menjawab pertanyaanku tadi."

__ADS_1


Yasmin tersenyum sekilas, lalu ia mengulurkan tangannya ke arah Jo didepannya.


"Apa ini?"


"Topeng juga pengubah suara."


"Untuk?"


"Untuk tuan gunakan, saya tahu pasti tuan ingin sekali mengunjungi Tania," tersenyum dengan sangat manisnya.


"Cerdas, bahkan saya tidak pernah memikirkannya."


"Ini semua ide nona Elena," beritahunya. Mata Jo melotot mendengar nama nona mudanya disebut.


"Anda tenang saja, nona Elena hanya memberi saya saran tanpa tahu keadaannya."


Jo menarik nafas leganya, ia benar-benar terkejut barusan namun begitu lega mengetahui kebenarannya.


"Dimana ruangan tuan Malik?"


"Mari ikuti saya tuan."


"Tunggulah disini," meenatap lembut Yasmin didepannya.


Jakarta,


Elena benar-benar kesal dengan suaminya saat ini, entah mengapa ia sangat merindukan Edwart namun saat ia mencoba menghubungi suaminya itu malah semuanya sibuk. Benar-benar geram dibuatnya.


"Lihat saaj kalau pulang, silahkan tidur diteras belakang."


•••••••••••••••jangan lupa pesan diatas ya•••••••••••••


...Hai semua .. jaga selalu kesehatan kalian ya,🌹...

__ADS_1


__ADS_2