
Selamat datang di dunia Edwart juga Elena,
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya 😄😄
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..😉
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA INI KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] 😇
---------------------------🌾-----------------------------
Tania yang sedang kalut tanpa sadar datang ketempat dimana ia menabrak Mimi. Saat dirinya sadar dimana ia berada, ia langsung terkejut dan hendak pergi.
"Siapa itu ??" Tanya Tania saat melihat sosok laki-laki sedang berdiri melihat-lihat sesuatu.
"Dijalan sepi gini dia lagi cari apa ??" Bingung Tania sambil melihat sisi kanan kirinya.
Tania yang penasaran memajukan mobilnya dan saat ia dapat melihat dengan jelas siapa laki-laki itu, ia begitu syok hingga menginjak rem secara mendadak.
"Astaga!!" Menutup mulutnya.
"Nggak, gue gak bisa biarin Jo dapat bukti apapun .." panik Tania.
Tanpa ia sadari, ia mulai menyalakan kembali mobilnya. Dengan kecepatan penuh, ia melaju mengarah pada Jo.
Brakk .. !!
Tubuh Jo terpental dan berguling jatuh dibawah bukit dipinggir jalan. Tania segera menghentikan mobilnya dan memutar mobilnya.
"Mampus loe!! Sampai kapanpun nggak akan ada yang tau siapa pembunuh Mimi !!" Sinisnya dari dalam mobilnya.
"Sebaiknya gue pergi sebelum ada yang ngeliahat.." melaju pergi.
Jo yang terkapar dibawah perlahan mulai membuka matanya dan menggerakan tubuhnya.
"Brengsek!! Dia tau gue lagi selidikin ini.." umpatnya menahan sakit ditubuhnya.
"Badan gue sakit semua lagi, mana bisa gue naik keatas.." gumamnya saat melihat tanjakan disampingnya.
"Tolongg .." rintih Jo meminta pertolongan.
Namun sudah hampir waktu sore tak ada satupun orang yang melintas dan bisa menolongnya.
"Gimana ini.. " bingung Jo yang sudah tak bisa menggerakan tubuh dan kakinya.
__ADS_1
Namun tiba-tiba saja ponselnya berdering. Jo berusaha menggerakan tangannya dan mengambil ponsel dari dalam sakunya.
"Halo.." lemahnya saat bisa menerima telpon.
"Jo?? Ada apa dengan suaramu ??" Tanya Billy.
Billy mencoba menghubungi Jo, sebab sudah dari pagi Jo tak mengabari apapun padanya.
"Jo .."
"Tuan, tolong saya .. " lemahnya berbicara.
"Katakan kamu dimana sekarang ??"
Jo mengatakan dimana ia saat ini, dan tak ingin membuang waktu terlalu lama membuat Billy segera meminta anak buahnya pergi terlebih dahulu.
"Mau kemana pah ??" Tanya Maya saat melihat suaminya sudah menggunakan jaketnya.
"Sepertinya ada orang yang menyerang Jo mah, papa harus liat dia dulu.."
"Mama ikut , "
"Dirumah saja mah .."
"Boleh ikut apa papa nggak usah pergi..!!" Ancamnya.
"Nggak sampai.. " seru Maya sambil berlari menuju kamarnya.
Beberapa anak buah Billy sudah sampai dan mulai mencari keberadaan Jo. Waktu yang sudah hampir gelap membuat mereka sedikit kesulitan.
"Sekretaris Jo.. "
"Sekretaris Jo.."
"Sekretaris Jo ... "
Mereka mulai berteriak memanggil-manggil nama Jo berharap ada respon dari si pemilik nama.
Sayup-sayup Jo mendengar suara orang yang sedang memanggilnya. Ia mulai membuka mata dan berusaha membuka mulutnya.
"To..
Namun suaranya seakan tertahan ditenggorkannya. Rasanya seluruh tubuhnya kini begitu sakit juga ngilu, namun ia tak ingin diam dan menyerah.
__ADS_1
"Tolong.." ucapnya lemah.
"Disini.." lanjutnya.
Namun tak ada satupun dari mereka yang datang menghampirinya.
"Gimana ini ?? Bahkan bersuara saja aku sudah lemah.. " batinnya.
Namun Jo tak ingin menyerah. Ia mulai berfikir apa yang bisa ia lakukan agar orang-orang itu tau keberadaannya.
Dan tak berapa lama Billy bersama Maya datang. Seorang anak buah berlari menghampirinya.
"Bagaimana ??" Tanya Billy.
"Kami sudah mencari disemua tempat, namun masih belum menemukannya tuan.."
"Cari sampai ketemu, hari sudah akan gelap saya tidak mau kalian menundanya .."
Namun saat akan kembali bersuara, mereka sayup-sayup mendengar suara musik diputar. Ternyata Jo memanfaatkan ponsel yang tadi masih digenggamnya.
"Ikuti suara lagu ini !!" Seru Billy bersemangat.
Semua orang mulai mencari mengikuti arah dari suara musiknya.
"Ketemu .." teriak seseorang.
Namun ketika ditemukan, Jo sudah kehilangan kesadarannya. Saat tubuh Jo dibawa naik keatas, Billy begitu terkejut dengan kondisinya.
"Astaga Jo !!" Seru Billy.
"Tuan kita harus membawanya segera kerumah sakit. Tubuhnya sudah mulai dingin tuan .."
"Cepat.. cepat kalian bawa ke rumah sakit.."
Billy menarik tangan Maya yang masih syok diam ditempatnya. Dan didalam perjalanan Maya mulai bertanya kepada suaminya.
"Apa yang sekarang Jo kerjakan !!"
"Apalagi, tentu saja menyelidiki kematian Mimi.." jawab Billy masih fokus pada kemudianya.
"Jadi pelakunya tahu jika Jo sedang menyelidiki kasusnya dan dia mencoba mencelakai Jo.." fikir Maya.
"Betul sekali mah, jadi kita harus menempatkan seseorang untuk stay sama Jo saat ini.."
__ADS_1
"Kita tempatkan 3 anak buah untuk diam-diam mengawasinya pah.."
"Mama atur semuanya .."