
Selamat datang di dunia Edwart juga Elena,
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya 😄😄
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..😉
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA INI KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] 😇
---------------------------🌾-----------------------------
Hari demi hari berlalu, kini sudah satu minggu tepatnya Ed pergi dinas keluar negeri. Sedangkan El makim disibukakan dengan jadwal kerjanya, hingga ia terkadang lupa untuk menanyakan kabar Edwart suaminya.
Siang ini El tengah menghadiri sebuah rapat bisnis bersama dengan Yasmin mewakili Putra yang sedang berhalangan hadir.
Dan selesai rapat tanpa sengaja ia bertemu dengan Billy.
"El .." panggil Billy.
"Papa .." balas Elena.
Billy berjalan menghampiri El, kemudian ditepuknya kepala El dengan begitu manisnya.
"Papa sedang apa disini.??"
"Tentu saja ada keperluan bisnis, kamu ngapain disini ??"
"Rapat tadi. Oh ya pah, kenalin ini mbak Yasmin senior aku dikantor.."
"Yasmin om.."
"Saya Billy, papanya El.." senyumnya.
Dan betapa Yasmin kagum dengan El, dipikirannya El kini adalah anak konglomerat yang masih mau bekerja keras mengumpulkan uang jajannya.
"Mau makan siang dulu nggak ??" Tanya Billy.
"Nih kita mau makan siang pah, mau gabung ??" Ajak El.
"Kalau boleh sih ."
"Tentu saja boleh om, "
"Baiklah kalau kalian memaksa.." tawa Billy, diikuti kedua anak gadis didepannya.
Billy memilih sebuah restouran seafood kesukaan El, dan disana ia memesan semua makanan kesukaan menantunya itu.
"Makanlah nak.." ucap Billy.
"Papaa.." panggil El dengan mata berkaca-kaca.
"Ihh kenapa anak papa nih, " tawa Billy.
"Kan ini makanan kesukaan aku semua.." bahagia El.
"Udah makan nak, nggak boleh nangis didepan makanan oke .." ucap Billy.
Ketiganya mulai makan dengan lahapnya. Sesekali mereka bercengkrama layaknya teman, bahkan bersenda gurau.
"Terima kasih ya om buat makan siangnya.." ucap Yasmin.
"Smaa-sama, om nitip anak om ya dikantor.."
"Tenang aja om, aman kalau itu.."
Mereka berpisah mengendarai mobil masing-masing. Dan didalam mobil Yasmin tak hentinya memuji Billy yang sangat ramah tadi
"Mbak, nanti papa aku kesedak loh diomongin mulu.."
"Mana mungkin, kan gue sedang memuji bokap loe.."
"Dih mbak aneh mah.."
"Lagian loe punya bokap tajir kek gitu ngapain masih susah-susah kerja.."
__ADS_1
"Andai loe tau mbak gimana kondisinya .." batin El tersenyum kecut.
Saat keduanya tiba dikantor, tanpa sengaja El menabrak seorang gadis saat berjalan di lobby kantor.
"Aww.." pekik El lirih.
"Mata loe ditaruh dimana ha!!" Sungut wanita yang ditabrak El.
"Maaf mbak, saya nggak sengaja.."
"Enak banget bilang maaf, ngapain ada kantor polisi kalau maaf bisa bikin semua masalah selesai.."ocehnya.
"Eh mbak, kan temen saya udah minta maaf ngapain diperpanjang sih.." kesal Yasmin.
"Diam loe, nggak usah banyak omong!!"
Namun saat Yasmin akan maju mendekati wanita tersebut, El menahan tangan Yasmin dan memintanya tetap diam dibelakangnya.
"Saya sudah minta maaf, lagian bukankah mbak juga tidak ada yang luka ?"
"Terserah saya dong!"
"Maunya mbak apa ??"
"Loe duduk dibawah kaki gue, terus loe lapin tuh sepati gue pakai baju loe!!"
"Gila loe ya!!" Murka Yasmin.
"Maaf tapi saya menolaknya.." tegas Letta, ia menarik tangan Yasmin untuk pergi meninggalkan wanita tersebut sendirian.
"Jangan kabur kalian !!" Teriaknya mengejar keduanya.
"Lia..!!" Panggil seseorang dengan begiu tegas.
El dengan Yasmin menoleh dan menatap sumber suara. Dan betapa terkejutnya mereka saat melihat Putra tengah menatap datar pada perempuan yang dipanggilnya Lia.
"Syaang, mereka menindasku .." manja Lia pada Putra.
"Lepaskan.."melepas tangan Lia dari lengannya.
"Kalian berdua segera naik keatas dan kembali bekerja.."
"Baik pak, " kompak keduanya.
Didalam lift keduanya tak bisa lagi menahan tawanya. Mereka begitu terhibur dengan wajah Lia saat berhadapan dengan Putra.
"Astaga, kalau gue jadi ceweknya pasti malu banget tuh diacuhin gitu.." tawa Yasmin.
"Tapi kasian mbak tadi.."
"Kenapa ?"
"Lihatlah ekspresinya saat dibentak oleh orang yang disukainya.." iba El.
"Ya terus ??"
"Mbak, semua wanita itu pasti mengharapkan sikap baik dari orang yang disukainya. Dan sikap pak Putra tadi melukai hati dia mbak.."
"Ya salah sendiri, udah tau nggak suka masih aja dikejar.."
"Enggak salah mbak, dia hanya sedang berusaha. Dia berusaha untuk rasa sayang dan sukanya, dan itu nggak salah.."
"El ??"
"Wanita wajar menyukai laki-laki hingga terasa berlebihan seperti itu mbak, karena itu menandakan jika dia memang menyayangi laki-laki tersebut. "
"Lalu ?" Fokus Yasmin menatap El.
"Wanita akan terus berusaha untuk cintanya, tapi tidak selamanya. ."
"Kok gitu El ??"
"Karena akan ada waktu dimana dia sudah merasa begitu diacuhkan. Dan disaat itu, wanita akan memilih pergi merelakan dari pada harus berjuang tapi sendirian.." tersenyum penuh pilu.
__ADS_1
"Kasian juga kalau gitu dia.."
"Mereka nggak butuh rasa kasihan mbak, mereka hanya butuh kepastian dari laki-laki yang disukainya.." senyumnya menatap Yasmin.
...—...
Ed telah tiba kembali di Indonesia, dan ia meminta Rose untuk mengantarnya kembali kerumah.
Didalam perjalanan Ed yang kelelahan memilih untuk tidur didalam mobil. Dan karena Rose tidak mengetahui alamat baru Ed, ia mengantarnya kerumah orang tuanya.
"Bos, kita sudah sampai.." ucap Rose.
"Bos.."
Perlahan Ed membuka matanya, ia kemudian turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah.
"Taruh saja didepan pintu, nanti ada yang bawa masuk kok.." seru Ed yang masih mengantuk.
Ed masuk kedalam rumah tanpa mengucap salam, ia kemudian naik dan masuk kedalam kamar lamanya.
Ia merebahkan tubuhnya diatas ranjang empuknya, dan tak butuh waktu lama ia kembali tertidur dengan sangat pulasnya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, sudah waktunya El pulang dari kantor. Billy tiba lebih dahulu bersama Jo juga Maya, dan tak lama kemudian Elena datang bergabung bersama mereka.
"Sore semuanya.." sapa Elena.
"Sore anak mama .."
"Sore non, "
Sedang Billy tak menyahutinya, ia malah menggandeng El masuk kedalam rumah meninggalkan Maya juga Jo.
"Yaudah, El naik dulu ya pah mah kak Jo .." pamit El.
El masuk kedalam kamar tanpa merasakan kehadiran Ed yang sedang pulas tertidur. Ia pun segera masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
Hanya membelitkan handuk untuk menutupi tubuh polosnya, El keluar dengan percaya diri sambil bersenandung.
Namun saat tengan memilih baju, El begitu terkejut saat merasakan ada yang memeluk pinggangnya serta mencium bahunya.
"Wangi sekali istriku ini.." bisik Ed tepat ditelinga El.
Tubuh El seketika menjadi merinding akibat hembusan nafas Ed ditelinganya. Ed mengencangkan pelukannya, mengikis jarak antara keduanya.
"Rasanya sudah lama aku tidak menyentuh tubuh ini.." ucap Ed dengan tangannya yang sudah menggila.
"Sejak kapan kamu disini.." ucap El terbata-bata akibat ulah tangan nakal Ed.
Namun Ed hanya diam, ia malah menikmati permainan tangannya. El terlena, ia membiarkan Ed bermain pada tubuhnya.
Ed terbawa sendiri oleh permainanya, ia membalikkan tubuh El menghadapnya. Ia menutup pintu almari dan menyandarkan tubuh El pada almari.
Perlahan tapi pasti Ed mulai memajukan wajahnya, awalnya hanya kecupan biasa namun semakin lama Ed mulai candu dan ******* habis bibir ranum istrinya.
El mengalungkan tangannya pada leher Edwart, sedangkan tangam Ed bermain dikaki El. Namun saat keduanya sedang asyik tiba-tiba Maya masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"El nanti makan ma-
Maya tak sanggup meneruskan ucapannya saat melihat pemandangan didepannya. Ia begitu malu saat melihat posisi kedua anaknya .
"Maaf, silahkan diteruskan.." serunya lalu menutup pintu dengan kerasnya.
Ed yang masih memegangi kaki El sedang El masih memeluk leher Ed begitu kaku dengan situasi saat ini.
"Ekhm .. aku mau mandi dulu.." seru Ed membuyarkan kecanggungan.
"Oh, iya. Aku siapin baju ganti.." gugupnya.
...‐🕊‐...
Terima kasih sudah mampir membaca kisah keduanya.
Jangan lupa tekan like komen juga share nya ya 😄
__ADS_1
Kalau mau bagi-bagi hadiah juga bisa kok ..
Happy reading guys..