Terjebak Cinta

Terjebak Cinta
TC 77


__ADS_3

Ed segera menghampiri kedua orang tuanya yang sudah menunggu diruang tamu, ia mendudukan dirinya yang lelah disofa disamping papanya.


"Ada apa, apa yang membuat kamu secemas ini," tanya Billy pada anaknya.


"Beberapa hari yang lalu aku tahu kalau ada yang mencoba menyelidiki Elena pah, ada seseorang yang sedang mencarinya."


"Siapa Ed?"


"Entahlah mah, Ed juga belum tahu pasti siapa mereka ini."


"Belum kelar masalah Tania, udah muncul aja masalah baru."


"Mama sama papa tenang aja, aku pasti bakal jagain istri aku."


"Harus itu Ed, menjaga Elena adalah tugas utama kamu."


"Iya pah, aku bakal ingat itu terus."


Billy membawa Maya untuk pulang kerumahnya, meninggalkan Elena dalam pengawasan Edwart dirumahnya. Ada rasa tak percaya pada Maya pada anaknya, mengingat apa yang dulu pernah Ed lakukan terhadap Elena hingga menderita.


"Apa yang mengganggu fikiran mama," tanya Billy fokus pada kemudinya.


"Pah, mama kok masih belum bisa percaya sama Ed sepenuhnya ya. Mama masih takut kalau anak itu nyakitin El lagi loh."


"Mah, anak kita itu udah berubah. Dia udah kena karmanya sampai tergila-gila sama Elena gitu."

__ADS_1


"Ya tetep aja pah, mama masih ragu."


Billy tak menyahuti lagi istrinya, ia lebih memilih diam sambil membelai rambut istrinya dengan penuh rasa sayang.


Dikamarnya,


Ed tengah memperhatikan istrinya yang terlelap dalam tidurnya, begitu tenang juga nyaman hingga membuat Ed begitu terpesona. "Siapa sebenarnya kamu ini sayang, siapa orang yang sedang mencari-cari kamu ini hingga mengerahkan banyak orang."


Ed mulai penasaran tentang asal usul istrinya, yang ia ketahui adalah jika El ini dulunya seorang supir online sebelum dinikahinya secara paksa. Namun kini ia mulai ingin tahu siapa sebenarnya istrinya itu, secara detail juga menyeluruh.


Dan tak lama ponselnya berdering, sebuah panggilan masuk kedalam ponselnya. "Kebetulan yang sangat bagus," gumamnya.


"Halo."


"----------.'


"---- ."


"Bagus, dalam minggu ini saya mau semua data lengkap istri saya sudah ada dihadapan saya."


"---------- ."


"Hm."


Edwart meletakkan kembali ponselnya, kini ia memeluk tubuh istrinya dengan penuh rasa sayang. Rasa sayang yang tak pernah rela saat melihat istrinya terluka walau sedikti saja.

__ADS_1


.....


...


"Bagaimana sekarang," tanya Jo menatap lekat wajah Yasmin yang terlihat sangat pucat.


"Makasih tuan."


"Lagian udah dikasih tau diam aja dikamar, ngapain sih pakai acara keluar segala? Gini kan akibatnya," omel Jo yang baru kali ini begitu banyak bicara bahkan terkesan sangat kesal.


Yasmin hanya menatap heran laki-laki yang kini sedang marah dihadapannya, laki-laki yang terlalu pendiam kini sangat banyak bicara terhadapnya. Bahkan mata Yasmin tak berkedip menatapnya.


"Ngapain?"


"Tuan marah ya sama saya?"


Jo terdiam mendengar pertanyaan yang baru saja dilontarkan oleh Yasmin, dirinya baru menyadari apa yang baru saja terjadi. "Astaga, kenapa gue banyak bicara gini," batinnya merasa heran.


Yasmin benar-benar heran pada Jo yang kini tengah mencengkeram kemudinya. Ia seperti melihat sosok lain yang sedang bersama dengan dirinya, bukan Jo yang pernah dikenalnya.


"Kenapa tuan Jo diam aja?"


Jo tersadar dari lamunannya. "Nggak usah banyak bicara, kita kembali ke apartemen dulu."


Jo melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, kini ia juga tengah bergulat dengan pemikirannya sendiri dengan apa yang baru saja ia lakukan.

__ADS_1


...‐Jangan lupa like komen juga favoritkan‐...


__ADS_2