Terjebak Cinta

Terjebak Cinta
TC 16


__ADS_3

Selamat datang di dunia Edwart juga Elena,


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya 😄😄


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..😉


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA INI KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] 😇


---------------------------🌾-----------------------------


Elena menatap kesal pada Edwart yang sedang pulas dalam tidurnya. Duduk bersandar disofa, Edwart begitu menikmati tidur siangnya.


"Dasar laki-laki brengsek!! Ngerjain gue .." kesal Elena.


Dengan sengaja Elena berjalan dengan menghentak-hentakan kakinya.


"Jangan sampai lantai kamar saya rusak !" Seru Edwart yang masih memejamkan matanya.


"Biar sekalian aja hancur nih kamar .." gerutu Elena.


"Berani merusak barang milik saya ??" Membuka matanya dan menatap tajam Elena yang juga sedang menatapnya.


"Mana saya berani tuan suami. Itu kamarnya udah bersih, " membuat suara lemah.


"Yaudah.." kembali memejamkan matanya.


Merasa sudah tak ada lagi yang dapat ia kerjakan, Elena perlahan berjalan mendekati pintu.


"Astaga ponsel kan masih sama dia .." batinnya lalu berbalik menatap Ed.


"Mumpung dia tidur, sebaiknya aku ambil pelan-pelan saja .." batinnya.

__ADS_1


El melangkah perlahan mencoba mendekati Ed yang sedang tidur disofa. Ia berdiri mencoba mencari dimana Ed menyimpan ponselnya.


"Itu ponselku .." batinnya saat melihat ponselnya yang sedikit terlihat disaku celana Edwart.


Dengan perlahan ia mendekati Edwart dan mengulurkan tangannya. Perlahan tangan itu mulai menyentuh ujung ponsel miliknya.


"Pelan-pelan Elena, jangan sampai nih singa bangun dan bikin ulah.. " batinnya sambil perlahan mencoba menarik ponsel dari dalam saku Edwart.


El begitu kegirangan saat sudah bisa menggenggam ponsel miliknya, hingga tanpa sadar ia menyenggol tangan Ed.


"Akhh.." seru El terkejut saat pergelangan tangannya dicengkeram oleh Ed.


"Mati aku.." batinnya.


"Mau apa?? Menyentuhku ???" Seru Ed mengernyitkan keningnya.


"Sembarangan, jangan fitnah ya.." tak terima Elena.


"Fitnah ?? Lihatlah apa yang sekrang sedang dilakukan tanganmu.." melirik tangan El dengan ujung matanya.


"Akkkhhhhhh.." menahan jeritan kesakitan saat miliknya terkena tangan Elena.


"Upsss.. sorry, " segera menarik tangannya dari belalai khas suaminya.


Elena yang melihat Ed masih kesakitan segera memanfaatkan situasi untuk kabur. Dan saat Ed lengah, El segera berlari keluar dari dalam kamar.


"Dasar wanita brengsek !!" Teriaknya sambil menahan kesakitannya.


_____________________________________________


Jo masih terus menyelidiki kasus kematian Mimi juga tabrakan yang melibatkan Elena. Bersama Billy, ia terus mengusut kasus itu tanpa diketahui oleh siapapun.

__ADS_1


Namun karena kejadian meeting siang ini dengan Putra sedikit terkendala, maka ia harus menyelesaikannya. Dan hal itu membuat Jo tak bisa meninggalkan pekerjaannya seperti biasa untuk penyelidikan.


"Bagaimana pak Putra ??" Tanya Jo setelah menyerahkan berkas-berkas kerja sama.


"Saya sudah membacanya, dan itu bisa menguntungkan kedua belah pihak sekretaris Jo.." sahut Putra puas.


"Syukurlah kalau begitu.."


"Oh dan sebelumnya mohon maaf sekretaris Jo, assisten sekretaris saya ada sedikit urusan jadi dia tadi menghubungi saya untuk pergi duluan.."


"Tidak masalah tuan Putra, kita masih bisa menangani masalah ini berdua saja .." senyum Jo ramah pada Putra.


"Tentu saja aku tau, assisten sekretarismu itu dibawa kabur oleh atasanku yang sedang cemburu.." batin Jo.


"Baiklah, kita akhiri pertemuan ini sampai disini dulu sekretaris Jo. ."


"Baik tuan Putra, kita ketemu lagi bulan depan diproses syutingnya.." balas Jo, lalu keduanya berjabat tangan.


Setelah memastikan jika Putra pergi, barulah Jo berjalan menghampiri mobilnya. Dengan tergesa-gesa Jo mengendarai mobilnya menuju tempat kejadian tabrakan Mimi juga Elena.


Sesampainya dijalan itu, Jo mulai keluar dari dalam mobilnya. Ia berjalan menyusuri jalan sambil melihat-lihat apakah ada sesuatu yang bisa menjadi bukti.


"Jalan ini jarang sekali dilintasi oleh orang lain.." gumam Jo melihat sekitarnya.


"Bahkan disini jauh dari rumah penduduk juga keramaian.. "


Namun saat Jo sedang melihat-lihat, tanpa sengaja ada mobil yang melaju kencang kearahnya.


Jo yang terkejut tak dapat menghindari mobil tersebut. Ia yang tak siap malah terkena bagian depan dari mobil tersebut.


Brakkk .. !!

__ADS_1


Tubuh Jo terpental hingga terjatuh dan terguling dibawah bukit dipinggir jalan.


"Mampus loe!! Sampai kapanpun nggak akan ada yang tau siapa pembunuh Mimi !!" sinisnya dari dalam mobil miliknya.


__ADS_2