
Selamat datang di dunia Edwart juga Elena,
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya 😄😄
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..😉
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA INI KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] 😇
---------------------------🌾-----------------------------
Pekerjaan berjalan dengan lancar, Putra begitu puas dengan hasil serta pengaturan yang Edwart berikan.
"Saya begitu puas dengan prosesnya tuan, dan saya berharap hasilnya juga akan sangat memuaskan..!" Seru Putra saat menjabat tangan Edwart.
"Tentu, saya juga berharap pak Putra akan puas dengan hasil yang perusahaan kami berikan.."
"Kalau begitu, bagaimana jika kita makan siang bersama saja.." usul Putra.
"Boleh juga pak, "
"Kalau begitu mari silahkan pak, .."
Sesampainya disebuah cafe terdekat, mereka langsung memesan makanan masing-masing.
"Pelan-pelan makannya.." ucap Putra pada Elena.
Perhatian Putra terhadap Elena mencuri perhatian Edwart sebagai suaminya. Apalagi saat melihat El tersenyum saat menerima perhatian dari atasannya tersebut.
"Makasih pak, tapi saya bukan bayi .." canda El saat Putra menghapus sisa makanan di sudut bibirnya.
"Bayi gede.." canda Putra yang membuat El tersenyum ceria.
Canda tawa antara El dengan Putra membuat Edwart merasa tak nyaman. Bahkan ekspresi kesal itu nampak jelas di mata Rose, Jo serta Yasmin.
"Tuan baik-baik saja.." bisik Jo saat melihat Ed menatap tajam keduanya.
"Tentu saja tidak!" Bisik balik Ed.
"Apa perlu saya peringatkan nona?"
"Tidak perlu!! Biarkan saja!!" Melanjutkan makan siangnya dengan kesal.
El yang tak menyadari sikapnya serta ekspresi Ed masih terus bersenda gurau bersama Putra juga Yasmin.
Namun sesekali ia mereka juga berinteraksi dengan Rose juga Jo, tidak dengan Edwart yang lebih banyak diam.
Selesai makan siang, semua orang tengah bersiap untuk pulang. Namun tiba-tiba saja Edwart menatap tajam El yang tengah asyik bercanda bersama Yasmin.
"Tuan, "
"Bagaimanapun, bawa nona ke tempat biasanya nanti sepulang dia kerja!!" Perintah Ed.
"Baik tuan, "
Baik Ed maupun El tak banyak berinteraksi selama mengerjakan pekerjaan hari ini. Namun Ed terus menatap intens istrinya yang mengabaikannya.
"Baiklah, kalau begitu kami permisi dulu tuan Edwart sekretaris Jo.." pamit Putra.
"Terima kasih untuk makan siangnya pak, " balas Ed.
Merekapun saling berjabat tangan dan berpamitan. Namun saat tangan El menjabat tangannya, Ed menahan dan mencengkeramnya hingga membuat El meringis menahan sakit.
"Tuan, " bisik Jo mengingatkan.
Selepas ketiganya pergi, Ed meminta Jo mengawasi dan mencari tahu semua hal yang berkaitan dengan Putra.
Sekembalinya dari pertemuan, El nampak diam saja membuat Yasmin sedikit mengkhawatirkannya.
"Ada apa lagi dengan dia. Laki-laki itu terus saja berubah sikap membuat bingung saja..!!" Batin El.
"El, Elena..!" Panggil Yasmin, namun El masih diam tak menyahutinya.
Yasmin yang iseng melemparkan bolpin dan tepat mengenai kepala El.
"Apa sih brengsek!!" Bentak El tanpa sadar.
El segera membekap mulutnya saat menyadari apa yang diucapkannya. Ia berlari dan memeluk Yasmin yang masih nampak terkejut.
"Sorry mbak, sorry.. " serunya.
__ADS_1
"El, loe nggak mabok kan ??" Tanya Yasmin.
"Dikit mbak .." canda El.
"El !!" Panggil Yasmin yang melonggarkan pelukan Elena.
"Bercanda mbak, mana ada aku mabok.."
"Terus loe tadi kenapa ngatain gue brengsek!!"
"Ehm, itu td keceplosan.."
"Loe jujur deh, loe lg deket sama siapa ???" Introgasinya.
"Apaan sih mbak.."
"Jujur deh , gue tahu kok ??"
"Tahu siapa emang ??" Tanya balik El menatap mata Yasmin.
"Loe lagi deket sama assisten Jo kan.. " tebak Yasmin, membuat Elena tertawa terbahak-bahak.
"Kok malah ketawa sih!!" Kesal Yasmin.
"Hahahahah.. habis, habis mbak ngawur banget jawabnya.." tawanya.
"Diam nggak!!"
"Nggak bisa mbak, aduh sakit perut aku.." tawa El hingga berlinang air mata.
"Balik sana ke meja loe, jangan disini kalo ketawa.." ketus Yasmin.
Namun tiba-tiba saja Lia datang dan menyiram El dengan segelas air putih ditangannya.
"Ahh.." kaget El dengan Yasmin.
"Ups, sorry. Gelasnya licin sih!!" Tengil Lia.
"Loe!!"
"Apa!! Apa!!"
"Tapi dia dulu yang mulai.."
"Udah biarin aja .."
"Kalau nggak ada loe, udah gue matiin nih kecoa satu.." seru Yasmin lantang.
"Apa loe bilang!! Siapa yang kecoa!!" Tak terima Lia.
"Udah ya bu, .." lerai Elena.
"Ibu!! Siapa yang loe panggil ibu!!"
Lia yang baru datang terus membuat keributan dengan Yasmin juga Elena. Yasmin yang sudah tak tahan maju selangkah dan menjambak rambut Lia.
Dan terjadilah aksi saling menjambak, membuat El bingung harus berlaku apa. Niat ingin melerai, ia malah terdorong oleh keduanya.
"Terserahlah, silahkan jambak sampai sama-sama botak sana!!" Kesal El yang kembali duduk dibangkunya.
El yang kesal karena didorong memilih duduk dan melihat pertengkaran keduanya. Namun Putra yang mendengar suara ribut segera keluar dari dalam ruangannya.
Ia begitu terkejut saat melihat Yasmin sekretarisnya tengah bertengkar dengan Lia kekasihnya. Sedangkan El malah asyik duduk sambil melihat sikunya.
"El, ada apa ini!!" Tanya Putra menghampirinya.
"Tuh mereka berantem pak " santainya.
"Ya tau berantem kenapa kamunya malah diam aja sih!!"
"Nih liat pak, gara-gara mereka saya jatuh.." menunjukkan sikunya yg terluka.
"Astaga!! Kalian bertiga.." pusing Putra.
"Berhenti kalian!!" Bentak Putra.
Seketika keduanya berhenti dengan rambut yang sudah berantakan. Lia yang melihat kekasihnya segera berlari merengek menghampirinya.
"Stop!!" Seru Putra saat Lia akan memeluknya.
__ADS_1
"Kalian bertiga ikut keruangan saya.."
"Kan saya nggak ikut-ikut pak ??" Protes Elena.
"Kamu ikut, karena kamu diam tidak melerai mereka.."
"Tapi kan-
"Ikut semuanya!!"
Dengan patuh ketiganya masuk kedalam ruangan mengikuti Putra.
...~...
Dirumah, Maya sedang membahas video amatir tentang kematian Mimi bersama Billy. Mereka berencana akan memberitahu hal ini pada Edwart.
"Gimana pah ?"
"Nanti malam aja gimana mah kita kasih taunya sama Edwart.."
"Tapi nanti ada Elena, nggak enak pah .."
"Tapi Ed ini lagi sibuk, tau sendiri kan anakmu itu gimana.."
"Tapi mama udah nggak sabar pah,"
"Sabar mah, sebentar malam kita kasih tau dia.."
"Habis itu kita suruh dia minta maaf sama El pah, selama ini dia udah jahat banget sama istrinya itu.."
"Harus itu mah. ."
"Yaudah deh, papa simpan dulu laptopnya.."
"Yaudah papa ke kamar dulu kalau gt.."
Namun saat Billy berjalan memasuki kamar, ponselnya tiba-tiba saja berdering. Dan disana tertera nama Tania.
"Untuk apa dia menelpon suamiku!!" Gumam Maya.
Namun saat akan dijawab, tiba-tiba saja Billy datang dan mengambil ponselnya.
"Ada hubungan apa papa sama Tania !!" Ketus Maya.
"Nggak usah aneh-aneh.." ucapnya sambil mematikan telpon Tania.
"Kenapa dimatikan.. ?? Karena ada mama!!" Curiganya.
"Dia telp karena mau mengadu soal kejadian dia sama Ed diluar negeri mah, "
"Soal apa !!"
"Rekan bisnis kemarin menanyakan apakah benar Tania itu adalah tunangan Edwart.."
"Terus ??" Antusiasnya.
"Tania sempat mengacau saat Ed sedang meeting bersama mereka, tapi Ed sudah menjelaskan semuanya.."
"Syukurlah.. "
"Bahkan dia memperkenalkan El sebagai istri barunya.."
"Serius !!"
"Iya, papa awalnya juga kaget.."
"Mama bahagia deh pah, semoga ini awal yang bagus buat hubungan mereka ya pah.."
"Iya mah .."
...‐🕊‐...
Terima kasih sudah mampir membaca kisah keduanya.
Jangan lupa tekan like komen juga share nya ya 😄
Kalau mau bagi-bagi hadiah juga bisa kok ..
Happy reading guys..
__ADS_1