
Edwart merenungkan ucapan istrinya, akalnya tak berfungsi karena dikuasai oleh emosi.
Edwart berbalik menatap keempatnya. Kemudian ia menyerahkan kembali ponsel pada Jo, namun ia melarang memutus sambungannya.
"Katakan, siapa yang menyuruh kalian."
"Itu, " gugupnya.
"Jawab!" teriak Edwart murka.
Tubuhnya berjingkat kaget mendengar gelegar kemarahan Edwart.
"Katakan!"
"Tania tuan."
Rasanya kini seluruh tubuhnya terasa begitu panas. Tangannya terkepal kuat menahan amarahnya.
"Jo," panggil Elena.
"Saya nona."
"Tahan tuan mu, jangan biarkan dia melukai orang."
"Baik nona," patuhnya begitu waspada dengan gerak-gerik tuannya.
"Akhhhh!!"
Dengan sekuat tenaga Ed berteriak melampiaskan amarahnya. Hanya satu inginnya, menghakimi Tania atas perbuatannya.
"Tuan muda," Jo berteriak, ia begitu terkejut saat melihat Edwart berlari meninggalkan dirinya.
"Kalian urus mereka, bawa ke markas."
"Nona, sepertinya tuan akan menghampiri rumah nona Tania," panik Jo melapor.
"Terus ikuti dia, jangan sampai Tania terluka Jo."
"Baik," Jo begitu mendengarkan semua ucapan Elena, baginya saat ini hanya nona mudanya yang bisa mengatasi situasi ini.
"Put, sorry gue ijin sebentar ya. Ada masalah yang harus gue kelarin."
Begitulah isi pesan singkat yang Elena kirimkan untuk bos sekaligus sahabatnya itu.
__ADS_1
**
"Gue yakin, sekarang pasti Edwart sedang menangis darah melihat makam istrinya hancur."
"Haha, pasti sekarang lagi ngamuk nggak jelasi!"
Tania begitu bahagia dengan semua pemikirannya. Ia tak tahu apa yang akan dihadapinya karena ulahnya kali ini.
"Ini baru permulaan, penyiksaan kalian kemarin akan gue balas berlipat-lipat!"
Ada tatapan penuh amarah pada Tania, penuh dengan rasa dendam dalam dirinya.
Perlakuan Ed juga Jo tempo hari membangkitkan emosi juga kekejamannya. Menjadikan Tania wanita penuh dengan dendamnya.
"Kalian yang memaksa, jadi jangan pernah salahin gue!"
Tania mengerutkan dahinya, ada rasa penasaran saat ia mendengar seperti suara keribuatan.
"Ada ribut-ribut apa ya?"
Saat Tania membuka pintu, saat itulah Ed menerobos masuk hingga membuat Tania terjungkal kebelakang.
"Awww," pekiknya.
"Ngapain kalian nerobos masuk kamar gue!" bentak Tania yang tak terima.
"Apa maksdu loe ngerusak makam istri gue!"
Ed berkata dengan menggertakan giginya, menahan agar ia tak kehilangan kendali lagi pada emosi.
"Itu salah loe," menunjuk wajah Jo dengan begitu angkuh.
"Loe ada urusan sama gue, cari gue! Jangan pernah berani merusak makam Mimi!"
"Kan gue yang punya masalah, jadi suka-suka gue juga dong gimana mau lampiasinnya?"
Tania terlalu santai, ia terlalu menganggap enteng kemarahan Edwart. Padahal dengan jelas didepan matanya, ada api yang siap membakarnya hidup-hidup.
"Loe," sangat geram Ed menahan dirinya.
"Tuan tahan," peringatkan Jo.
"Apaan loe ikut campur! Ini urusan gue sama Edwart, dan loe disini cuma kacung jadi jangan ikut campur!"
__ADS_1
Plak,
Suara yang begitu nyaring, sangat nyaring hingga mengejutkan Jo juga pelayan Tania yang berada didalam kamar.
Tubuhnya tersungkur kelantai, bibirnya robek hingga mengelurkan darah juga luka lebam.
"Jangan pernah hina Jo, karena Jo jauh berkali-kali lipat lebih baik dari pada nona muda yang tak memiliki akal sehat!"
"Brengsek," sinisnya saat menghapus jejak darah disudut bibirnya.
Nyatanya tubuh Tania ketakutan, namun ia dengan sekuat tenaga menyembunyikannya. Ia terus melawan Ed untuk menutupi ketakutannya.
"Berani sekali loe nampar gue Ed," murkanya.
"Jangankan tamparan, kalau loe mau gue bisa patahin semua tulang loe sekarang juga!"
"Takut," ledek Tania.
"Tahan tuan muda," peringatkan Jo lagi.
"Bac-
Belum usai Tania mengucapkan katanya, Ed dengan begitu gemas mencengkeram rahang Tania.
"Kayaknya harus dipatahin dulu ini rahang, baru nanti bisa sopan sama orang!"
Tania kesakitan, rahangnya begitu sakit hingga rasanya sudah tak terasa lagi.
Ia terus memukuli tangan Jo, namum bukannya lepas tapi malah mencengkeram lebih erat.
Jo melihat Tania sudah kesakitan, nafasnya sudag tersenggal-senggal. Dan Jo begitu panik dibuatnya.
"Sayang."
...-----🍒-----...
...Hai semua, makasih ya udah mau mampir membaca....
...Mohon dukungannya ya semua, agar semangat updatenya....
...Jangan lupa like, komen and share supaya banyak yang baca. Gift juga boleh kok🤭...
...jangan lupa tekan favorit supaya nggak ketinggalan!...
__ADS_1