Terjebak Cinta

Terjebak Cinta
TC 23


__ADS_3

Selamat datang di dunia Edwart juga Elena,


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya 😄😄


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..😉


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA INI KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] 😇


---------------------------🌾-----------------------------


El menjalani harinya dengan kesibukannya sebagai assisten sekretaris. Saking sibuknya ia sampai tak melihat jika ada begitu banyak notifikasi diponselnya.


"El .." sapa Yasmin, sekretaris Putra.


"Iya mbak ada apa ??"


"Itu ponsel kamu nyala tuh, " menunjuk ponsel milik Elena.


"Astaga, makasih ya mbak.."


"Yaudah, kalau gitu aku mau kekantin dulu ya.."


"Iya mbak silahkan.."


El segera mengangkat panggilan pada ponselnya.


"Haloo .. ??"


"Astaga Elena kamu kemana aja sih nak, ?? Kamu tau berapa kali mama mencoba menghubungi kamu ???"


"Hhehe maaf mah, ponselnya El silent tadi.."


"Yaudah, tapi kamu gpp kan nak ??"


"Gpp, cuma sedikit sibuk sama kerjaan aja.."


"Yaudah jangan telat makan ya, atau mau mama anterin makan siang kesana aja gimana ??"


"Nggak usah mah, disini udah disiapin di kantin kok makan siangnya.."


"Yaudah deh, tapi jangan sampai telat makan ya .."


"Siap mama .."


"Yaudah kalau gitu mama tutup dulu ya telponnya. Kamu yang semangat kerjanya.."


"Makasih ya mah, "


"Sama-sama sayang .."


Begitulah isi percakapan keduanya. El begitu terharu dengan perhatian yang diberikan Maya padanya. Ia merasa seakan kembali mendapatkan sosok ibu lewat Maya.


Tanpa ia sadari, sedari tadi Putra sedang memperhatikan dirinya saat sedang bertelpon dengan Maya. Putra tau siapa El, ia tahu jika El adalah anak yatim piatu. Dan kini ia bingung siapa yang El panggil mama ?


Tak terasa jam makan siang tiba, Yasmin bersama El berjalan menuju kantin di lantai dua perusahaan.


Saat El datang semua mata sedang mencuri pandang pada dirinya. Banyak dari mereka saling berbisik hingga membuat El merasa tak nyaman.


"Ada apa El ??"


"Ah tidak mbak, aku hanya merasa semua orang sedang memandangiku saja.." bisik El tak enak hati.

__ADS_1


Yasmin melihat orang-orang disekitarnya. Dan ia pun juga merasa jika mereka sedang menatap Elena dan saling berbisik.


"Apa mau pindah aja ??" Tanya Yasmin.


"Tidak usah mbak, tapi kita makan didekat jendela aja gimana mbak ??"


"Boleh juga.."


Setelah mengambil jatah makan siang, keduanya segera menuju bangku diujung dekat jendela.


El yang merasa sedikit gerah berjalan dan membuka sedikit jendela untuk mendapatkan angin dari luar.


"El, kira-kira mereka ini bahas apa ya tentang kamu ??" Kepo Yasmin.


"Entahlah mbak, aku sendiri juga nggak tau.." bingungnya.


Dan disaat keduanya sedang menikmati makan siangnya dengan nyaman, tiba-tiba saja Putra datang dengan membawa nampan makan siangnya.


"Makasih ya boleh gabung .." ucapnya riang dan langsung duduk disebelah Elena.


"Uhukk.. uhuk, uhukk .." Yasmin yang terkejut dengan kehadiran Putra tanpa sengaja tersedak oleh nasinya.


"Mbak, minum dulu mbak.." panik El memberikan air minumnya pada Yasmin.


Yasmin menenggak habis minuman pemberian Elena, lalu ia terlihat bernafas dengan lega.


"Gimana mbak ??" Tanya El.


"Makasih ya El, udah gpp kok.."


"Ehm, Yasmin maaf ya .."


"Oh pak Putra .." kagetnya.


"Gpp pak, cuma kaget aja bapak makan disini. Kan biasanya bapak nggak pernah.."


"Oh itu, saya hanya mengikuti El saja .." santainya berucap.


"Ba bapak kenal El ??" Keget Yasmin.


"Tentu saja, dia adalah teman kuliah saya sekaligus cinta bertepuk sebelah tangan saya .." mendekatkan wajahnya pada Elena.


"Jangan sembarangan ngomong kenapa ??" Kesal El memukul bahu Putra dengan begitu kerasnya.


Hal itu tak helak membuat semua mata menatap tajam pada tingkah dirinya. Tak sampai situ, tawa Putra juga satu hal yang membuat semua karyawannya begitu terkejut.


"Astaga lihat deh pak Putra ketawa.."


"Gantengnya pak bosku .."


"Ya Tuhan jantung gue mau lepas.."


"Sinar apa ini .."


Dan begitulah reaksi para wanita yang melihat bosnya tertawa bahagia.


El begitu tercengang saat melihat disekelilingnya sedang menatapnya dengan penuh tanda tanya, bahkan tak banyak dari mereka yang menatapnya dengan penuh kebencian.


"Permisi, saya kembali ke kantor dulu aja .." pamit El dan segera meninggalkan kantin.


"Tapi El.." seru Yasmin canggung.

__ADS_1


"Kenapa sama El .??" Tanya Putra pada Yasmin.


"Mungkin dia nggak nyaman kali pak .." seru Yasmin kemudian menutup mulutnya.


"Makasih ya .." ucap Putra sebelum berlari mengejar El.


---------------------------🕊-----------------------------


Disana Edwart sedang melakukan meeting dengan salah satu investornya disebuah cafe, dan disaat mereka sedang melakukan meeting tiba-tiba saja Tania datang menghampirinya.


Dengan tak tahu malunya tiba-tiba saja Tania duduk dipangkuan Edwart membuat semua mata terkejut melihat pemandangan tak lazim itu.


"Nona Tania mohon jaga sikap anda.." tegur Rose.


"Apa urusannya denganmu!! Dia adalah tunanaganku.." serunya sambil mengalungkan kedua tangannya pada leher Ed dengan begitu manja.


Ed berusaha menahan emosinya, bahkan raut wajahnya terlihat begitu memerah. Para investor mulai panik melihat mimik wajah Ed, namun Tania masih saja bermain dengan tingkah centilnya.


Ed yang sudah tidak tahan segera berdiri dan menghempas Tania dari tubuhnya. Seakan-akan Tania adalah sebuah bakteri, Ed membersihkan tubuhnya dengan begitu teliti.


"Ed !!" Teriak Tania.


"Mohon maaf untuk kejadian ini, karena meeting kita sudah selesai maka dari itu saya permisi dulu.." pamitnya.


"Baik pak Edwart, mohon hati-hati dijalan.." ucap investornya.


"Permisi.."


Ed berjalan meninggalkan meja diikuti oleh Rose, meninggalkan Tania yang masih dalam posisinya terjatuh dilantai.


"Apa anda perlu bantuan untuk berdiri nona ??" Tanya investor tersebut.


"Saya tidak butuh bantuan anda!!" Ketus Tania lalu berdiri dan pergi meninggalkan cafe.


Dalam perjalanannya kembali ke hotel, Ed begitu murak dengan kejadian barusan. Ia begitu malu saat Tania dengan tak sopannya bermanja diatas pangkuannya selayaknya pasangan.


Bagi Ed, tingkah Tania yang seperti itu membuatnya kembali merasa bersalah pada mendiang istrinya terdahulu.


"Lain kali, jika ada wanita itu segera singkirkan!!"


"Baik tuan ,"


"Dan kamu Rose, mulai sekarang cari tempat private jika kita akan melakukan meeting diluar kantornya.."


"Baik .."


Hening, tak ada lagi suara yang berbunyi. Baik Rose maupun pengawalnya tak ada yang berani memulai perbincangan.


Sesampainya dihotel Ed berjalan begitu saja memasuki hotel, meninggalkan Rose juga pengawalnya.


Namun didalam lift Edwart meminta Rose untuk mengatur makan malamnya didalam kamar. Ia begitu enggak untuk makan diluar, sebab ia tahu jika Tania tak akan membiarkan dirinya yang sedang sendiri.


Sesampainya didalam kamar, Ed segera melepas semua pakaiannya dan membuangnya kesembarang arah.


Ia masuk kedalam bath up dan menggosok dirinya hingga bersih. Ia merasa kotor, sangat kotor karena membiarkan Tania berada dipangkuannya dan merangkul dirinya.


"Akhhh,!! Sialan!!" Amuknya melempar botol sabun miliknya.


"Wanita itu tak pernah bisa membiarkanku sendirian!!"


"Apa yang harus gue lakuin buat bikin dia jera??" Fikir Ed ingin membuat Tania pergi jauh darinya.

__ADS_1


"Sial!! Kenapa malah bayangan jalang itu yang ada difikiranku!!" Kesalnya saat tiba-tiba saja bayangan Elena menari-nari difikirannya.


"Tapi, sedang apa dia sekarang ..??" Batinnya.


__ADS_2