
Selamat datang di dunia Edwart juga Elena,
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya 😄😄
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..😉
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA INI KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] 😇
---------------------------🌾-----------------------------
Tania begitu murka saat keluar dari dalam perusahaan milik Edwart. Dikemudikannya mobil dengan kecepatan penuh untuk melampiaskan emosinya.
"Sialan!! Brengsek!! "
"Siapa wanita itu ?? Berani sekali merebut Ed dari tanganku!!"
"Susah payah gue singkirin Mimi sekarang malah dia yang menikmati hasilnya!!"
Tania terus menggerutu dalam mobilnya. Emosinya benar-benar tak stabil karena terus memikirkan Ed dengan wanita yang dilihatnya didalam pigura.
Tania melajukan mobilnya menuju kediaman orang tua Ed. Sesampainya disana ia mencoba masuk kedalam rumah untuk mencari Edwart.
"Maaf nona, tapi anda dilarang masuk.." cegah pelayan.
"Saya calon istri Edwart, jadi saya bebas mau keluar masuk rumah ini !!" Sombong Tania.
"Anda jangan ngawur nona, tuan kami sudah mempunyai istri jadi mana mungkin punya perempuan lain!!"
Langkah Tania terhenti saat mendengar ucapan pelayan barusan. Ia berbalik dan menghampiri pelayan tersebut.
"Katakan sekali lagi !!" Mencengkeram kerah baju pelayan.
"Apa yang anda lakukan nona, lepaskan saya.." seru pelayan tersebut.
Namun bukannya melepas, Tania semakin kencang mencengkeram kerahnya hingga mencekiknya.
"No..nona" seru pelayan terbata-bata.
"Apa kau mencoba membunuh pelayanku!! Teriak Maya murka dari atas tangga.
"Tante Maya," gugup Tania lalu mendorong tubuh pelayan hingga terjatuh.
__ADS_1
"Kamu pergilah.. " titah Maya pada pelayannya.
Setelah memberi salam, pelayan berlari masuk kedalam. Maya dengan anggunnya menuruni tangga sambil menatap tajam Tania dibawah sana.
"Kau datang hanya untuk membuat keributan saja !!" Menekan ucapannya saat tiba dihadapan Tania.
"Bukan tante, bukan maksud saya membuat onar. Saya, saya hanya tidak suka ucapan pelayan yang membohongi saya.."
"Tentang apa itu ..??"
"Pelayan tante berbicara jika Edwart sudah memiliki istri lagi .." menatap Maya penuh tanda tanya.
"Pelayanku tidak pernah membohongi siapapun.."
"Maksud tante ??"
"Anak saya memang sudah menikah kembali, dan sekarang ia sangat bahagia dengan istri barunya.." ucapnya melebih-lebihkan.
Tania bagai tersengat listrik dipagi hari, tubuhnya membeku dihadapan Maya yang berdiri tegab didepannya.
Matanya memerah menahan air mata juga kemarahannya. Tania menatap tajam Maya yang sedang tersenyum dihadapannya.
"Kenapa tante melakukan ini ??" Menahan marahnya.
"Tante mengapa memaksa Edwart menikahi wanita yang tidak dicintainya !!" Teriak Tania didepan Maya.
"Berani kamu berteriak kepada saya !! Dengar ini baik-baik, tidak ada seorangpun yang memaksa Edwart, bahkan Almarhumah Mimi..!!"
"Lalu kenapa dia bisa menikahi wanita lain disaat dia menyatakan dirinya sangat mencintai Mimi!!"
"Tentu karena dia juga mencintai istrinya!! Edwart adalah orang yang tidak bisa dipaksa, kau tau jelas soal itu!!"
"Kejam kalian semua.."
"Pergilah dari sini, dan jangan datang lagi kemari!!"
"Pergi!!" Teriak Maya murka.
Tania berlari keluar dari dalam rumah Edwart dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Tania keluar dengan air mata juga kemarahan dalam dirinya.
*
__ADS_1
Edwart tersenyum sinis sesaat setelah berhasil mengirimkan pesan kepada Putra. Ia mengatakan jika Elena meminta ijin sebab kekasihnya terus menghubunginya.
"Apa yang tuan kirim kepada Putra ??" Tanya El.
"Tidak ada, hanya meminta ijin untuk pulang lebih awal.." bohongnya sambil menghapus pesan percakapan yang tadi baru dibalas Putra.
"Yasudah sini kembalikan.."
"Tidak!!" Memasukkan kembali ponsel El kedalam sakunya.
El hanya bisa diam menahan kekesalannya saja. Ia tak ingin berdebat dengan Edwart karena itu hanya akan membuatnya bertambah kesal.
Edwart melajukan mobilnya menuju kembali ke rumahnya. Masuk kedalam rumah, ia menarik tangan El untuk mengikutinya.
"Tuan suami saya bisa jalan sendiri.." protes El saat Ed menarik tangannya.
"Diam!!"
Ed membawa El masuk kedalam kamar, ia mendorong tubuh El hingga duduk dipinggiran ranjang.
"Bersihkan kamar ini!!" Serunya.
El mengamati setiap sudut kamar milik Edwart. Kamar yang sudah tertata rapi dan bersih, lantas apa yang harus ia bersihkan lagi.
"Mata anda sepertinya beneran error tuan suami. ."
"Berani kamu mengatai saya!!"
"Coba tuan suami lihat, kamar sudah rapi dan bersih seperti ini mau diapakan lagi ???"
Ed memandangi kamarnya, dan ia merasa bodoh dengan ucapannya tadi kepada Elena. Namun tiba-tiba ia bergerak menuju atas rajangnya.
Ditariknya selimut hingga membuat El berdiri. Ditariknya kasar seprai yang melapisi ranjang. Kemudian ia juga membuang semua bantak serta guling kelantai.
El hanya terdiam tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Tak sampai situ, Ed bahkan mengeluarkan pakaian dari dalam almari dan dibuang diatas ranjangnya.
"Sudah, sekarang bereskan semua ini .." santainya Ed memerintah.
El hanya diam sambil membuka mulutnya saking kagetnya dengan keadaan kamar dalam waktu sekejab. Ingin rasanya ia mematahkan kaki juga tangan Ed yang sudah membuat kamar berantakan.
"Duduklah, biar saya bereskan.."
__ADS_1
"Tentu saja.." berjalan menuju sofa didalam kamarnya.
El mulai melipat kembali baju-baju milim Ed dan dimasukkan kembali kedalam almari. Selanjutnya ia mulai menatap ranjangnya. Sedangkan Ed yang mengawasi El tanpa sengaja malah tertidur disofanya.