Terjebak Cinta

Terjebak Cinta
TC 27


__ADS_3

Selamat datang di dunia Edwart juga Elena,


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya 😄😄


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..😉


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA INI KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] 😇


---------------------------🌾-----------------------------


Maya turun dengan wajah memerahnya. Ia tak pernah membayangkan akan melihat anak nya saat sedang bercumbu dengan istrinya dengan begitu intimnya.


"Astaga kenapa malu gini .." gumamnya.


"Mah, " tegur Billy saat Maya melewatinya begitu saja.


"Ah, iya pah.."


"Kenapa ?? Kami sakit ??"


"Oh, enggk kok. Mama baik-baik saja .."


Billy berjalan menghampiri istrinya, diletakknya telapak tangannya dikening Maya.


"Nggak panas.." bingungnya.


"Udah mama bilang nggk sakit juga .." menepis tangan Billy dikeningnya.


"Tapi wajah mama merah banget loh.."


"Oh itu, ehm.."


"Ada apa mah ?"


"Itu pah, "


"Astaga, atau jangan-jangan mama habis lihat video aneh-aneh ya!!"


"Ngawur deh papa ini, sini.."


Maya menarik Billy masuk kedalam kamar. Dengan buru-buru ia menarik suaminya masuk dan mendudukkannya diatas ranjang .


"Kenapa sih mah ?"


"Ed sudah pulang.."


"Serius??"


"Iya, tadi mama ke kamar mau ngajak El masak makan malam. Nah papa tau apa yang mama lihat ..??"


"Ya mana papa tau, kan mama yang lihat.."


"Iya juga sih,"


"Emangnya lihat apa??"


"Mama lihat Ed sedang ciuman sama El pah, mana tangan anak kita nakal banget pah.." cerita Maya malu-malu.


"Astaga mama gangguin anak kita dong!!"


"Yakan mana mama tau kalau Ed udah pulang. Tuh anak juga kalau mau gituan kenapa pintu nggak dikunci juga.." omel Maya.


"Haiss mama gagal deh anak kita mesra-mesraan sama istrinya.."


"Papa nih nyalahin mama mulu ya dari tadi " kesal Maya.


"Tau lah.."


Maya yang merajuk pada suaminya diam disudut ranjangnya. Sedangkan Billy hanya diam menatapnya saja tanpa usaha.


Sedangkan El yang gugup tengah duduk diatas ranjang didekat baju ganti suaminya. Ia bingung bagaimana harus menghadapi Ed setelah kejadian tadi.


Edwart yang didalam kamar mandi sebenarnya telah selesai sejak tadi, namun ia juga tak siap keluar dan bertemu istrinya.


"Bodoh, kenapa bisa tadi gue kelepasan!!" Kesalnya.


"Nih bibir juga main cium-cium aja lagi.." gumamnya didepan kaca sambil memukul-mukul bibirnya.


"Malu gue kepergok mama .." meremas rambutnya.


"Tapi masa gue mau diam disini terus, "


Tok.. tok ..

__ADS_1


"Tuan suami .." panggil El.


"Ehm.."


"Udah selesai belum ?? Aku mau mandi juga.."


"Iya udah, bentar.." teriak Ed dari dalam.


Ed keluar hanya menggunakan handuk yang dililitkan pada pinggangnya, mengekspose bagian perut juga dadanya.


Mata El tak bisa berkedip saat disuguhi bentuk badan suaminya yang sungguh memikat. Ingin sekali tangannya menyentuh setiap inci tubuh suaminya, namun ia dengan sekuat tenaga menahan semuanya.


"Jangan, nanti loe malu sendiri.." batin Elena sambil memejamkan matanya.


"Kenapa loe ?" Tanya Ed yang merasa heran dengan sikap istrinya.


"Oh, gpp. Mau mandi dulu, permisi.." berlari masuk kedalam kamar mandi.


Brakk..!!


"Astaga!! Bisa pelan nggak, rusak pintunya nanti!!" Omel Ed pada El.


Elena hanya diam tak menyahutinya, ia hanya diam dibalik pintu sambil menyentuh dadanya yang berdetak kencang tak seperti biasanya.


*


Keempatnya diam sambil menyantap makan malamnya, namun Maya terus saja mencuri pandang pada pasangan didepannya.


"Mama bisa makan aja nggak .." tegur Ed tanpa menatap mamanya.


"Lihatlah, mama ini juga sedang makan.." bela dirinya.


"Alasan!"


"Pah, anakmu nih ngeselin banget ya.." adunya pada Billy.


Billy yang mendengar rengekan istrinya hanya diam menghela nafasnya, ia kemudian menatap sekilas El yang nampak gugup didepan semuanya.


"Apa makanannya tidak enak El ??" Tanya Billy.


"Eh, enggak pah. Masakan mama enak kok.."


"Tapi kenapa kamu diam aja? Apa kamu nggak seneng suami kamu pulang ??"


Elena begitu terkejut mendengar ucapan Billy barusan, ia lebih terkejut saat pandangannya tanpa sengaja bertemu dengan Edwart suaminya.


"Mana, mana mungkin. Mana ada istri yang nggak seneng suaminya pulang.." kilah El menyantap makanannya.


"Ada nih buktinya!" Sahut Ed menatap tajam Elena.


"Sudah-sudah makan lagi, nggk baik berantem didepan makanan.." tegur Billy.


Kembali menyantap makanannya, namun Ed masih terus mengganggu Elena.


"Habis ini ikut saya ke kamar.." bisiknya pada El.


"Mau apa!" Balas bisiknya.


"Tentu saja meneruskan yang tadi tertunda.." goda Ed membuat El terkejut.


"Uhukk, uhukk .. uhukk !!"


El yang terkejut dengan ucapan Ed barusan tanpa sengaja tersedak oleh makanannya. Billy serta Maya juga terkejut saat Ed hanya diam melihat istrinya tersedak makanan.


"Mau nunggu istrimu sesak nafas Ed!!" Sindir Billy.


Ed menyerahkan gelas minumannya kepada El, dengan sekali teguk air itu dihabiskan olehnya.


"Gimana nak ??" Khawatir Maya.


"Udah gpp ma, cuma keselek aja.."


"Lain kali hati-hati ya nak kalau makan.."


"Iya mah, "


"Yaudah mah, pah aku sama Elena mau kekamar dulu .." seru Ed tiba-tiba.


"Istrimu masih makan Ed.."


"Udah selesai pah, "


"Belum selesai tuan suami.." kilah El.

__ADS_1


"Udah selesai, ayo.." menarik tangan El paksa.


"Tunggu, tunggu dulu.."


Ed terus menggandeng tangan El menaiki tangga, namun tanpa sengaja ia berpapasan dengan Jo yang akan turun tangga.


"Selamat malam tuan muda, nona .." salam Jo.


"Malam juga kak Jo ,"


"Malam, ngapain kesini.." tanya Jo.


"Nyonya meminta saya tinggal disini selama masa pemulihan tuan,"


Ed yang mendengar begitu terkejut lalu ia menatap kesal Elena yang ada dihadapannya.


"Aku juga nggak tahu tuan suami .." seru Elena segera.


"Ikut ke kamar.." menarik tangan Elena.


"Pelan-pelan .." teriak Elena.


...—...


Pagi yang begitu cerah, secerah wajah Putra saat melihat Elena tersenyum kepadanya.


"Pagi bos.." sapa Elena.


"Pagi .." sok ketus Putra.


Elena tak menanggapi sikap Putra barusan, ia malah tersenyum dan berlalu meninggalkan bos nya itu didepan gedung kantornya.


"Bener-bener nggak ada takutnya ya sama bos.." gumam Putra lalu berjalan masuk kedalam kantor.


"Pagi ini Yasmin sama kamu El ikut saya buat tinjau lokasi ya.." ajak Putra.


"Baik pak, " kompak keduanya.


Yasmin begitu antusias sedangkan El terlihat biass saja. Dan setelah menyiapkan semua keperluan ketiganya segera pergi menuju lokasi yang akan ditinjau untuk proyek Putra kali ini.


"Ini lokasinya pak ?" Tanya Yasmin melihat gedung tinggi didepannya.


"Iya, kita ada proyek disini. Masih ingat kerja sama kita dengan pak Edwart ..??"


"Tentu pak, ??" Sahut Yasmin.


"Jangan-jangan ada tuan suami lagi disini, aduh!!" Gumam El mengernyitkan dahinya.


"Ada apa El ?" Tanya Putra heran.


"Oh, tidak pak.." balasnya buru-buru.


"Yaudah kita masuk kedalam.. "


Ketiganya masuk menemui penanggung jawabnya, kemudian mereka diantar kelokasi pengerjaan proyek.


"Silahkan pak, " seru petugas tersebut.


"Terima kasih.. " balas Putra.


Betapa kagumnya Yasmin saat melihat set pengerjaan proyek yang dikerjakan oleh perusahaan milik Edwart.


"Selamat pagi pak Putra .." sapa Jo menghampiri ketiganya.


"Oh pagi asissten Jo. Apa saya terlambat ??"


"Tidak pak, tapi atasan saya sudah menunggu.."


"Pagi nona.." salam Jo lirih saat El melewatinya.


"Selamat pagi tuan Edwart.." sapa Putra.


"Pagi pak Putra .." saling berjabat tangan.


Pandangan Ed bertemu langsung oleh El, dan seketika itu El segera membuang pandangannya. Namun tanpa mereka sadari Rose terus menatap keduanya.


"Apa itu istrinya si bos ya ??" Batin Rose dari kejauhan.


...‐🕊‐...


Terima kasih sudah mampir membaca kisah keduanya.


Jangan lupa tekan like komen juga share nya ya 😄

__ADS_1


Kalau mau bagi-bagi hadiah juga bisa kok ..


Happy reading guys..


__ADS_2