Terjebak Cinta

Terjebak Cinta
TC 52


__ADS_3

Elena hanya menatap bingung wanita yang terus mengoceh didepannya. Tak merasa mengenalnya, namun wanita itu tahu tentang dirinya.


"Kenapa hanya diam! Malu loe," teriaknya.


"Anda ini siapa? Saya tidak mengenal anda loh," heran Elena.


"Dasar ******, udah ketahuan masih aja nggak mau ngaku!"


"Mbak tolong ua dijaga mulutnya," tegur Yasmin yang merasa begitu kesal.


"Diam loe, nggak usah ikut campur!"


"Mbak, mending biar aku aja ya yang selesain."


"Loe hati-hati ya El."


Elena menatap wanita didepannya, menyelidik dari atas hingga kebawah penampilan wanita tersebut.


"Heh! Yang sopan ya matanya," kesalnya menatap marah Elena.


"Maaf ya mbak, bukan maksdu saya nggak sopan. Tapi saya benar-benar nggak kenal anda loh."


"Saya Renata, tunangan Arul yang loe goda semalam di club malam."


"Arul ? Club malam ? Mbak ngigau ya," seru El.


"Bacot loe, ngaku nggak!"


"Apa yang harus saya akui, saya bahkan tidak mengenal siapa Arul dan anda ini."


"Jangan berkelit!"


"Jaga bicara anda, keluar jika anda hanya membuat onar!"


Renata mengangkat tangannya, ia hendak menampar Sabrian yang membuatnya murka.


Namun tangannya tak bisa ia gerakkan, ada seseorang yang menahannya dengan begitu kencang.


"Siapa loe!"


Lia muncul dari belakang, menampakkan dirinya serta tatapan mautnya. Dihempaskannya tangan Renata hingga membuatnya mundur beberapa langkah.


"Siapa lagi loe! Apa sama-sama gila seperti dia," tuduhnya.

__ADS_1


"Kotor banget mulutnya ya, loe nggak pernah bersihin debu-debu mulut loe ya," ledek Lia.


Renata semakin murka, ia hendak menyerang Lia namun dengan gerakan cepat Lia lebih dulu menyerangnya.


"Loe," murka Renata saat Lia dengan sengaja memukul wajahnya.


"Denger baik-baik. El adalah temen gue, siapapun yang berani bikin masalah sama dia bakal berhadapan sama gue!"


"Loe pikir gue takut!"


**


Ed begitu kelimpungan saat tak bisa menghubungi istrinya. Ponselnya terus ia genggam, namun tak ada satupun balasan dari istrinya.


"Bener-bener minta dikasih pelajaran nih cewek," kesalnya.


Ed menghubungi Jo, memintanya untuk datang keruangannya.


"Permisi tuan," seru Jo.


"Duduk Jo."


"Ada apa ya tuan," sopannya bertanya.


"Dimajuin pak?"


"Iya."


"Mau dimajuin jam berapa kalau saya boleh tau," tanya Jo.


"Jam 6."


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi."


Ed masih belum bisa mengatasi rasa kesalnya, didalam fikirannya kini hanya ada Elena terus menerus. Dunianya hanya ada Elena!


Putra yang mendapat kabar dari Jo segera bergegas kembali ke kantor. Selesai meeting, ia segera meminta supir mengantarnya kembali.


Namun sesampainya ia dikantor, ia melihat kerumunan orang berada dilobby kantor.


"Ada apa ini," gumamnya.


Matanya begitu terkejut saat melihat apa yang sedang terjadi didepannya. Lia, tunangannya tengah berkelahi dengan perempuan yang tak dikenalnya.

__ADS_1


Putra buru-buru melangkah maju mendekati mereka. Membelah kerumunan para karyawan agar bisa mendekati tunangannya.


Putra terkejut saat wanita itu mengangkat tangannya hendak memukul Lia, dia dengan paniknya seger berlari memeluk tunangannya.


"Putra," seru Lia terkejut.


"Siapa anda, kenapa menyerang tunangan saya!"


Entah kenapa Putra begitu murka mengetahui ada orang yang menyarang tunangannya, rasanya begitu tak terima.


"Siapa lagi ini! Kenapa banyak sekali orang bodoh dikantor ini," hardiknya.


"Jaga bicara anda. Saya Putra, pemilik perusahaan ini."


"Oh jadi anda pemiliknya. Kasih tau karyawan anda yang ****** ini, berhenti mengganggu tunangan saya," tunjuknya pada Elena yang berdiri dengan wajah terluka.


"El, kamu terluka?"


Lia menatap El saat mendengar penuturan Putra, didorongnya tubuh Putra dan berlari menghampiri Elena.


"Loe luka, loe kena cakar ya," panik Lia diikuti oleh Yasmin.


"Loe," murka Lia hendak kembali menyerang Renata.


Putra menahan Lia, ia meminta semua keamanan mengusir Renata dan membubarkan semuanya.


"Belum selesai," oceh Lia.


"Diam nggak," seru Putra.


Tak kunjung diam, Putra segera menggendong tubuh Lia dibahunya. Membawanya pergi dari kerumunan.


"Kaliam berdua ikut saya," seru Putra.


"Ini baru kerusahan awal."


...-----🍒-----...


...Hai semua, makasih ya udah mau mampir membaca....


...Mohon dukungannya ya semua, agar semangat updatenya....


...Jangan lupa like, komen and share supaya banyak yang baca. Gift juga boleh kok🤭...

__ADS_1


...jangan lupa tekan favorit supaya nggak ketinggalan!...


__ADS_2