
Elena terus saja mencari disetiap sudut kaamarnya, tak ada celah yang terlewat oleh mata indahnya itu. Namun setelah sekian lama mencari tak ada hasil apapun yang ia temukan.
"Haha, capek ya sayang"
"Dimana sih tuan suami cctvnya, capek tau nyari dari tadi."
El lelah dan merebahkan dirinya diatas ranjang sambil membuka sedikit kancing baju yang digunakannya. Akibat ia merebahkan sembarang tubuhnya, pakaian yang ia gunakan tanpa sengaja terangkat sedikit hingga memperlihatkan paha mulusnya.
Edwart baru saja tiba dikantornya, kini ia sedan berada didalam lift bersama Jo. Wajahnya memerah melihat apa yang ada dilayar ponselnya, nafasnya berderu naik turun hingga membuatnya gelisah.
"Jo."
"Saya tuan muda."
"Kamu handle semua pekerjaan hari ini, saya harus segera pulang."
"Tapi tuan, hari ini kita ada pertemuan dengan mitra dari London."
Ed menepuk dahinya dengan cukup keras, gara-gara ulah El yang menggodanya ia sampai lupa dengan pertemuan penting yang sudah dinantinya itu. "Astagaa, kenapa bisa lupa."
"Jam berapa pertemuannya?"
"Setelah jam makan siang tuan, mungkin sekitar jam 2 siang."
Ed nampak terdiam sejenak, ia memikirkan sesuatu yang harus diambilnya. Dahinya berkerut, kedua alisanya saling berdempetan sambil menatap wajah assistennya itu.
__ADS_1
"Ada apa tuan muda," heran Jo menatap balik tuan mudanya tersebut.
"Gini, ada urusan yang harus saya bersin dulu dirumah. Setengah dua nanti kamu jemput saya untuk ketemu sama mereka ya."
Jo memiringkan sedikit kepalanya sambil menatap heran Edwart, ada rasa curiga Jo pada tuannya tersebut. "Baiklah kalau begitu tuan," pasrahnya.
Ed menepuk bahu Jo dengan begitu kerasnya hingga membuat Jo sedikit kesakitan, namun Jo tetap tenang dan tanpa ekspresi seperti biasanya. Sedang Ed yang kegirangan segera turun ke lantai bawah dan meninggalkan gedung kantornya.
.....
...
Yasmin nampak termenung didepan meja kerjanya, semenjak El keluar ia tak punya teman bercanda lagi. Rasanya ia kehilangan teman juga bahan candaanya.
"Yasmin," ulangnya.
Tak ada sahutan apaun dari Yasmin setelah dipanggil beberapa kali, Putra yang merasa kesal hanya bisa memijat pangkal hidungnya. "Astagaa, bener-bener ya anak ini."
"Yasminnnnnnn," teriak Putra didepan meja kerja Yasmin.
"Asata berisik banget sih," balik teriak Yasmin sambil berdiri dari bangkunya.
Matanya membulat setelah menatap siapa yang kini berdiri tegak dihadapannya.
"Eh, pak Putra," cengar cengirnya.
__ADS_1
Ed tiba dirumahnya disambut oleh semua anak buahnya, wajah gelisah juga dinginnya membuat semua orang merasa was-was dibuatnya.
"Dimana istri saya," tanyanya.
"Ada didalam rumah tuan."
"Bagus."
Ed melangkahkan kaki lebarnya itu memasuki rumahnya, menaiki tangga sambil terus matanya melirik kekanan dan kekiri mencari sosok istrinya. "Dikamar mungkin ya," gumamnya.
Perlahan Ed membuka pintu kamarnya dan melihat istri tercintanya tengah tertidur pulas dengan posisi yang sama dengan terakhir dilihatnya lewat cctv ponselnya.
"Astaga, cewek bisa gini ya tidurnya. Sembarangan banget," gumamnya sambil menatap lekat tubuh istrinya.
Otak nakalnya pun mulai bekerja, Ed perlahan memindahkan posisi istrinya ketempat yang lebih nyaman. Tangan nakal itu mulai bekerja.
Setelah hampir dua jam bekerja keras dan bercucuran keringat, kini Ed sudah merasa sangat lega dan puas. Namun sebaliknya, kini Elena menatap kesal pada suaminya yang tengah tersenyum puas dihadapannya.
"Makasih ya sayang," mengecup pipi El cukup lama.
"Makasih makasih, enak aja."
Ed tertawa melihat wajah kesal yang sedang ditampilkan oleh istrinya tersebut. Sambil tertawa puas ia turun dari ranjangnya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
"Habis puas kabur nih orang," gumam kesal El sambil menutupi tubuh polosnya.
__ADS_1