
Kini semua terdiam dengan pemikiran masing-masing, tak ada satu patah katapun yang keluar dari keempat orang tersebut. Malik begitu bahagia karena kini telah menemukan keponakan yang selama ini dicarinya, keponakan yang sangat ia rindukan.
Sedang Ed kini terdiam bukan karena tentang istrinya, melainkan karena ngidamnya yang tiba-tiba muncul dengan bayangan pempek dikepalanya. Ia juga sempat beberapa kali menelan salivanya saat membayangkan pempek lezat ada dihadapannya.
"Ada apa tuan muda," tanya Jo panik melihat ekspresi Edwart.
"Kita pulang sekarang Jo," ajaknya buru-buru.
Malik terkejut mendengar Ed yang tiba-tiba ingin pulang padahal mereka belum juga membahas mengenai Elena. Dengan panik ia menegakkan tubuhnya, menatap Edwart yang sudah bersiap untuk pergi.
"Tuan Ed, mengapa buru-buru padahal kita belum membahas lanjut masalah ini. Apa saya ada menyinggung anda," tanya Malik.
Ed terkejut dengan pemikiran Malik soal kepergiannya, ia pun kembali duduk dan mencoba menjelaskan maksud dari kepergiannya tersebut.
"Maafkan saya tuan Malik, bukan maksud saya seperti itu."
"Lantas?"
"Ehm, sebenarnya saya buru-buru mengajak Jo kembali adalah karena tiba-tiba saya ingin sekali memakan pempek tuan Malik," ucap Edwart dengan guratan malu diwajahnya.
"Pempek," ulang Malik yang masih tak paham dengan apa yang terjadi.
"Begini tuan Malik, saat ini nona muda kami tengah hamil muda. Namun yang mengalami siklus ibu hamil bukan nona kami melainkan tuan muda kami," jelas Jo yang hanya diangguki oleh Edwart yang membenarkan kata-kata asisstennya.
Malik begitu terkejut dengan kabar yang didengarnya, ia tak menyangka akan mendapat surprise ditengah rasa bahagianya menemukan little princessnya. Rona bahagia tersebut tak dapat dibendung oleh Malik dan dengan jelas terlihat diwajahnya, bahkan matanya berkaca-kaca saking bahagianya.
"Ini benar-benar menggembirakan. Saya sangat bahagia tuan Edwart."
"Panggil saya Ed saja tuan Malik."
__ADS_1
"Panggil saya om kalau gitu, itu lebih pantas antara kita," tawa Malik begitu bahagia, bahkan assistennya pun tertegun melihat tawa bahagia tuannya.
"Bolehkah saya bertemu dengan my little princess?"
"Tentu saja, tapi tidak sekarang. Saya akan mempersiapkan pertemuan kalian besok dirumah saya," ucap Edwart.
Malik hanya bisa mengiyakan apa yang direncanakan oleh Edwart, karena bagianya kini kesehatan juga keselamatan Elena adalah fokus utamanya.
.....
...
Jakarta,
Maya juga Billy pulang dengan raut bahagianya, kabar yang disampaikan putranya melalui email benar-benar membuat keduanya begitu happy. Saking happy nya Billy membatalkan semua jadwal kerja dan memilih segera pulang menemui menantunya.
"Ayo pah, mama udah nggak sabar ini," ucap Maya yang tak sabar masuk kedalam rumah.
"Dimana menantu saya," tanya Billy.
"Nona muda ada diruang tv tuan, sedang menonton kartun."
Maya langsung memeluk tubuh El dari belakang, menghujaninya dengan ciuman diseluruh wajahnya. "Mamaa,." girang Elena melihat kedua orang tuanya ternyata sudah tiba.
El bergantian memeluk tubuh Maya juga Billy, raut bahagia tak dapat disembuyikan Billy yang terus saja tersenyum menatap menantunya.
"Gimana kondisi kalian berdua nak," tanya El sambil membelai perut Elena.
"Baik ma, alhamdulillah kami baik-baik aja."
__ADS_1
"Papa seneng dengernya kalau gitu."
"Maaf ya pa, ma aku nggak bisa jemput kalian . Tuh pak suami ngelarang tadi," sendunya.
"Aduh, gpp kok nak. Keselamatan kamu yang paling utama sekarang buat kita semua," membawa El kedalam dekapannya.
"Tapi kasian suami aku tau mah, pah."
"Kenapa sama anak itu ?"
"Papa tau, yang mual-mual sama ngidam itu bukan aku tapi suami aku," menahan tawanya.
Billy juga Maya sempat terkejut sepersekian detik, karena selanjutnya mereka berdua mentertawakan anak laki-lakinya tersebut.
"Biarlah, mungkin itu hukuman buat dia karena pernah menyakiti kamu."
"Benar pah. Mungkin juga anak kalian ini mencoba menghukum papanya yang sudah sangat keterlaluan."
El hanya bisa pasrah dengan komentar dari kedua orang yang kini ada dihadapannya, sebab apa yang mereka sampaikan mungkin memang ada benarnya juga.
"Mama sama papa untuk beberapa hari boleh nginep sini nggak El." tanya Maya.
"Tentu saja boleh dong."
"Papa pengen lihat gimana kesakitannya anak itu waktu mual-mual. Papa nggak sabar mau ngeledekin anak itu," seru Billy dengan rencananya.
.
.
__ADS_1
...‐Terima kasih semuanya, mohon maaf kalau masih banyak kurangnya ya. Happy reading guys❤‐
...