
Ed tengah bergelut dengan semua berkas yang kini ada didepan matanya, fokusnya kini hanya ada pada lembaran berkas yang bernilai miliaran rupiah. Jo masuk dengan begitu tergesa-gesa hingga membuat Ed terkejut hingga menegakkan tubuhnya.
"Jo, astaga. Bisa tidak ketuk pintunya dulu," teriak Ed dari arah mejanya.
"Maafkan saya tuan muda, tapi ini berita penting jadi saya harus segera memberitahu anda," ucap Jo tergesa-gesa.
"Ada apa?"
"Tuan Malik meminta anda terbang sekarang juga ke London untuk menemuinya."
Ed terkejut hingga bangkit dari duduknya, ia tak menyangka akan secepat ini pertemuan antara keduanya. Ed terlihat terdiam sejenak, memikirkan langkah apa yang harus diambilnya.
"Bagaimana tuan, jika setuju makan tuan Malik segera mengirimkan transportasi pribadinya."
"Tunggu Jo, apa saya harus memberitahu istri saya soal ini?"
"Kalau menurut saya sebaiknya tidak tuan, takutnya apa yang kita curigai tak sama dengan apa yang ada didepan kita."
"Begitu ya?"
"Saya hanya takut hasilnya akan mengecewakan nona muda."
"Kamu benar Jo. Sampaikan kepada tuan Malik kalau kita akan berangkat hari ini juga."
..
__ADS_1
Lia hari ini berencana mengajak El serta Yasmin bepergian menghabiskan waktu bertiga. Semenjak kejadian keracunaan tempo hari ketiganya sama sekali belum bertemu lagi, hanya Lia yang terkadang makan siang bersama Yasmin jika ia sedang menunggu Putra yang super sibuk.
Menjemput Yasmin diperusahaannya, kini keduanya meluncur untuk menjemput El yang setia berada didalam rumahnya. Tak sampai 30 menit mobil sudah tiba disebuah rumah yang sangat indah menurut keduanya.
Pertama kali mendatangi rumah El dan pertama kali keduanya langsung terpesona dengan semua yang ada didepan matanya.
"Wow, pantesan El betah dirumah ini," gumam Yasmin mengedarkan pandangannya.
"Heem Yas, rumahnya adem banget tau. Gue betah aja kalau suruh nunggu ini rumah," balas Lia yang menatap indah rumah didepannya.
"Astaga, kalian ini bener-bener keterlaluan ya. Gue udah karatan nungguin eh kalina malah asik diam diluar," omel Elena yang baru saja keluar dari dalam rumahnya.
"El, kita nggak usah keluar aja ya," ucap Yasmin.
"Heem El, kita dirumah loe aja ya. Betah gue," sambung Lia.
"Yah loe mah gitu sih El."
"Nggak mempan ya mbka Yasmin, gue udah teramat bosen dikurung dirumah sama suami gue ini."
"Kalau gue mah betah dikurung dirumah ini El."
"Gue aduin Putra mau?"
"Ayo kita berangkat," seru Lia setelah mendengar ancaman dari Elena.
__ADS_1
Tujuan mereka kita hanya satu yaitu bersenang-senang disebuah cafe langganan Lia yang terkenal sangat nyaman untuk berkumpul bersama.
Cafe yang cukup ramai dijam siang, banyak anak muda yang berlalu lalang keluar masuk dengan suka rianya. Elena begitu bersemangat masuk dan memilih tempat duduknya. Dirooftop dengan penghalang matahari serta pemandangan yang sangat indah dari atas cafe.
"Woww, kenapa gue nggak pernah tau ya ada ini cafe di Jakarta," ucap El yang kini mengedarkan pandangannya.
"Ini itu cafe tempat temen gue kerja dulu, gue langganan disini juga gara-gara temen gue itu," jelas Lia yang hanya direspon anggukan kepala oleh keduanya.
Pesanan mereka tiba, El segera kembali ketempat duduknya. Matanya kini tersihir oleh indahnya warna masakan yang tersaji didepannya, begitu menggugah selera untuk segera disantapnya.
"WOow, ini mah top banget ."
"Bener mbak, makananya cantik-cantik bnaget sih. Laper, tapi nggak tega makannya."
Yasmin segera mengelurkan ponselnya dan mengabadikan makanan cantik itu dalam beberapa jepretan kamer ponselnya. Namun saat El hendak mengeluarkan ponselnya juga, Lia dengan sangat jahilnya menghancurkan keindahan semua makanannya dengan mencampurnya.
El begitu kesal hingga tangannya terulur dan menarik sedikit rambut Lia hingga membuatnya tertunduk. Yasmin terkejut, ia tak menyangka El akan berlaku seperti itu.
"Astaga El," seru Yasmin.
"HAhaha, dih marah beneran dia," tawa Lia mentertawakan raut cemberut Elena.
Tak perduli dengan tawa Lia, kini El segera menyantap makananya diikuti oleh Yasmin. Namun tiba-tiba saja perut El terasa sangat sakit hingga membuatnya berkeringat. Lia serta Yasmin segera membawanya kerumah sakit terdekat.
Baru saja tiba di negara Malik, Ed sudah menerima kabar dari anak buah yang sengaja ditugaskan untun memantu istrinya.
__ADS_1
...‐Kira² Edwart balik ke Elena apa tetap ketemu Malik ya .?‐...