Terjebak Cinta

Terjebak Cinta
TC 103


__ADS_3

...Sebelum lanjut membaca mohon pastikan untuk :...


○like


○komen


○vote


○share cerita


○juga masukan dalam keranjang favorit kalian


...-------------------------🌾------------------------------...


Semua orang sangat terkejut dengan apa yang didengarnya, suara ledakan itu membuyarkan semua kegiatan mereka. Ed terus memegangi istrinya, menyembunyikannya dibelakang tubuhnya.


"Kita lihat," ajak Billy pada semuanya.


Sesampainya mereka dihalaman, beberapa anak buah Ed ada yang terluka akibat sebuah petasan yang sengaja dilempar kedalam halaman. Ed begitu geram dengan pelaku yang melemparkan petasan dan membuat beberapa anak buahnya terbatuk-batuk akibat asapnya.


"Apa ada yang terluka," teriak Ed pada semua anak buahnya.


"Aman tuan, kami baik-bai saja," teriak salah satunya.


"Kita masuk saja kalau gitu. Setelah beres salah satu dari kalian masuk menemui saya," lanjut Ed yang kemudian menuntun Elena masuk kembali kedalam rumah.


"Siapa yang melakukkan ini, kurang kerjaan sekali mereka ini," kesal Malik.


"Matius, urus kepulangan kita hari ini," lanjutnya membuat wajah Elena sendu.


Malik menatapnya, ia mendekati Elena dan menggenggam kedua tangannya. Sambil tersenyum Malik mencoba menjelaskan alasan kepulangannya kali ini, Malik meyakinkan Elena jika dirinya akan kembali secepatnya.

__ADS_1


"Om janji balik ya," ucap Elena.


"Iya om janji. Om bakal kembali dan membawa Cindy untuk kamu," senyumnya.


"Bagus, semakin cepat om bawa wanita itu semakin baik buat kita semua," batin Edwart yang antusias.


Setelah menyelesaikan sarapannya, mereka semua pergi ke bandara mengantar kepulangan Malik kembali ke negaranya. Berat rasanya saat Elena harus melepas kembali keluarga satu-satunya, rasanya ia tak ingin berjauhan lagi dengan keluarganya.


"Om," mencebikkan bibirnya.


"Kenapa bibirnya digituin sih sayang,"gemas Malik yang mencubit kedua sisi pipi keponakannya.


"Tuan, semua sudah siap."


Malik melepas pelukannya dari Elena, satu-persatu ia peluk sebelum kepergiannya. El hanya bisa menahan rasa sedihnya dan mengingat janji om nya untuk kembali.


"Om titip little princess ya," ucapnya pada Edwart.


Kini Malik beralih memeluk keponakannya. "Jaga kandungan kamu, patuh sama suami kamu ya."


"Saya pergi dulu nak Edwart, saya akan bereskan masalah yang ada disana dan kita bereskan disini," ucap Matius saat berpelukan dengan Edwart.


"Berhati-hati pak," balas Ed mengingatkan kembali betapa beraninya Tania tersebut.


........


Setelah menempuh perjalannya yang sangat melelahkan, akhirnya mereka berdua tiba dirumahnya lagi. Malik segera melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya begitu juga dengan Matius saat langit dinegaranya masih sangat gelap.


Keesokan paginya Malik menikmati sarapannya ditemani Matius dimejanya. Tania yang baru saja selesai merias diri begitu terkejut saat melihat laki-laki yang dirindukan sudah ada didepan matanya.


"Tuan Malik," berlari dan memeluk tubuh Malik dari belakang.

__ADS_1


"You miss me," tanya Malik membelai tangan Tania yang memeluknya, sedang Tania mengangguk dengan sangat antusias dengan pertanyaan tuannya.


"Kita sarapan sama-sama," ajaknya.


Malik segera kembali keruang kerjanya setelah menyelesaikan acara sarapannya, ia harus segera menyelesaikan semuanya dan membawa semua itu ke Jakarta. Ia tak ingin berlama-lama meninggalkan keponakannya yang tengah dalam bahaya tersebut.


Tania tak suka sebab Malik mengabaikannya setelah kepulangannya, dan itu menyulut api kemarahan dalam dirinya. Ia merasa jika Malik sudah tak menyukainya lagi dan berniat meninggalkannya.


Ia berjalan menuju ruang belakang tempat dimana Malik biasa berlatih bela diri. Namun siapa sangka jika Matius juga berada disana sedang berlatih.


"Lama tidak berjumpa, Cindy," sapa Matisu dengan senyum sinisnya.


Tania merasa jika panggilan tersebut tak hanya memanggil namanya, ada sesuatu yang disembunyikan Matius dibalik sapaannya.


"Jangan kamu kira saya tidak tahu kebusukan kamu."


"Maksud anda apa ya Matius?"


"Heh, berpura-pura bersih nyatanya berlumur darah," sinis Matius membuat Tania tercengang.


"Apa maksud anda ini, jangan membuat fitnah yang dapat merusak hubunganku dengan Malik," geramnya.


"Mimpi saja, semua kejahatan kamu akan saya tunjukkan pada tuan saya agar kamu segera dibuangnya," ancam Matius padanya.


Tangan Tania terkepal, ia takut jika Matius benar-benar melaporkannya pada Malik dan ia akan dibuang begitu saja. Fikiran yang menghantuinya membuatnya berkeringat dingin, terlebih saat melihat senyum sinis Matius untuknya.


"Jangan harap bisa melawan saya Matius," mengarahkan sebuah pistol pada Matius.


Dorrr ..


"Kamu, Cin.. Cindy. Kamu menembak Matiusku?"

__ADS_1


•••••••••••••••jangan lupa pesan diatas ya•••••••••••••


__ADS_2