Terjebak Cinta

Terjebak Cinta
TC 61


__ADS_3

Jo keluar dari kamar tuan mudanya, paham dengan tatapan mata itu Jo mulai menghubungi anak buahnya. Tak hanya tuan mudanya, ia juga merasa geram dengan apa yang dilihatnya.


Kini semua orang tahu siapa pembunuh asli Mimi, Tania dengan begitu kejamnya menabrak Mimin bahkan ia juga melukai Elena yang mencoba menolong Mimi dari kejaran Tania.


Baginya kini hanya akan memburu Tania atas apa yang telah diperbuatnya, ia akan membalaskan apa yang telah keduanya alami.


"Kalian, cari wanita dalam foto itu," ucap Jo kepada anak buah yang dihubunginya.


Jo pergi meninggalkan rumah, memberikan waktu pada kedua atasannya untuk berdua agar saling memahami. Tak ada lagi yang bisa Tania lakukan lagi, bahkan Ed sudah menurunkan perintahnya untuk memblokir Tania dari semua perusahaanya.


Tak hanya memblokir, bahkan Ed juga memblack list Tania dari semua pekerjaan yang melibatkannya. Karena keputusan yang dibuatnya itu, banyak perusahaan yang juga membatalkan kerja sama dengan Tania sebagai modelnya.


Mereka yang mengenal baik Edwart begitu percaya jika Ed adalah pembisnis yang tak pernah salah dalam mengambil keputusan. Itu sebabnya banyak dari mereka yang ikut memblack list Tania dari perusahaannya.


Sedangkan dirumahnya, Tania begitu murka saat menerima beberapa email pembatalan pekerjaannya, bahkan ia juga harus membayar dendan atas pembatalan kerja sama itu.


"Brengsek!! Berani sekali mereka membatalkan pekerjaan gue," murkanya.


"Apa yang gue lewatkan, kenapa bisa mereka semua secara bersamaan membatalkan kerja samanya," fikir Tania.


"Apa yang terjadi?"


Lalu tak lama manager yang menaunginya menelpon, ia menjelaskan kondisi yang Tania hadapi. Tak sampai disitu, bahkan dirinya juga mundur sebagai manager Tania yang selalu mengatur pekerjaannya.


Tania tak terkejut saat mendengar sang manager meninggalkannya, ia jauh lebih terkejut saat mendengar jika perusahaan Edwart telah memblack list dirinya dari semua aktivitas perusahaannya.


Rasanya begitu lemas kaki Tania hanya untuk menahan dirinya, semua hancur dalam hidupnya. Pekerjaan juga cintanya hancur tanpa bisa ia selamatkan lagi. Tania yang malang kini hanya bisa menerima sebab ia tak tahu harus berlaku apa.

__ADS_1


"Akkkhhhhh, sialan!!"


Tania terus saja histeris dan terus berteriak, ia yang begitu marah hanya bisa melampiaskan pada apa yang ditemuinya. Merusak semau benda yang dilihatnya, bahkan menghancurkan semua isi kamarnya.


"Gue belum kalah, gue bakal balas perbuatan kalian ini sama gue," ucapnya.


Sadar akan apa yang sedang terjadi, Tania segera mengemas semua bajunya. Ia takut jika Edwart menurunkan anak buahnya maka sudah tak ada jalan lagi baginya.


"Gue harus cepet pergi, gue nggak boleh sampai ketangkap sama mereka," serunya membawa tas koper miliknya.


Tania keluar dari dalam rumahnya dengan mengendarai mobil pribadinya, ia yang begitu buru-buru melajukan mobilnya dengan kecepatan paling maksimal. Tanpa diduga, baru saja mobil itu keluar sudah datang mobil anak buah Edwart yang mendatangi rumah nya.


Mereka masuk secara paksa kedalam rumah Tania, mengobrak abrik seisi rumah guna mencari keberadaan Tania. Namun nihil, tak ada Tania yang dicarinya. Bahkan semua pelayan juga tak tahu kemana perginya sang majikan.


"Kalau majikan kalian pulang, segera hubungi kami," serunya melempar sebuah kertas.


Mereka pergi tanpa membuahkan hasil, dengan terpaksa mereka menghubungi Jo dengan kegagalan pekerjaannya.


"Halo bos," serunya.


"Bagaimana," tanya Jo.


"Maaf bos, target sudah lebih dulu pergi. Sepertinya tau jika kita akan datang."


"Sudah saya duga. Kalian tetep cari dia, terus awasi rumahnya karena saya yakin ia akan pulang."


"Baik bos."

__ADS_1


Mereka semua pergi meninggalkan rumah Tania dengan perasaan kecewa, sebab ini baru kali pertama mereka gagal dalam tugasnya.


..


Billy juga Maya menerima laporan dari Jo tentang apa yang terjadi pada tuan muda juga nona mudanya. Ada rasa kesal pada Maya saat mendengar jika Elena memaafkan anaknya begitu saja, dan hal itu membuat Billy tak habis fikir jadinya.


Mereka akan paham jika Elena membalas apa yang telah dilakukan Ed terhadapnya selama ini, mereka akan mengerti dan bahkan akan mendukungnya. Namun diluar dugaan, Elena memaafkan suaminya begitu saja.


"Mama ini kenapa sih," tanya Billy heran.


"Mama tuh kesel sama El pah, masa dia maafin Edwart gitu aja sih," ungkapnya.


Billy hanya tertawa melihat istrinya merajuk karena keputusan yang dibuat Elena, ia paham alasan istrinya atk terima dengan ini. Ia juga mengerti gimana marahnya Maya saat menantunya begitu tersakiti oleh perbuatan anaknya sendiri.


"Itu keputusan Elena untuk memaafkan suaminya mah, kita harus menghargai itu," tutur Billy.


"Tapi mama kesel pah, nggak terima," kesalnya.


"Terus maunya mama gimana, El minta cerai sama anak kita?"


"Ih ya jangan lah pah, mama nggak mau ya kehilangan El sebagai menantu mama."


Billy membawa Maya dalam dekapnya, dibelainya rambut Maya agar istrinya itu sedikit tenang fikirannya.


"Kalau El nggak bisa membalas suaminya, maka kita yang akan membalas anka kita mah."


...‐Selamat Membaca‐...

__ADS_1


__ADS_2