Terjebak Cinta

Terjebak Cinta
TC 53


__ADS_3

Putra bediri tegak didepan tiga wanita yang tengah menunduk dihadapannya. Kesal rasanya jika ia mengingat kembali kerusuhan dilobby kantornya.


"Ada yang bisa jelasin, kenapa sampai bisa ada keributan seperti itu," tanya Putra.


"Kita juga nggak tahu pak, dia tadi datang langsung cari gara-gara," terang Yasmin.


"Elena, apa kamu kenal dia?"


"Saya tidak mengenalnya, apalagi nama laki-laki yang dia sebutkan tadi."


Berita mengenai Elena sudah menyebar luas diarea kantor. Banyak yang percaya dengan rumor yang disebarkan oleh Renata, bahkan tak sedikit dari mereka yang menghubung-hubungkan dengan Putra atasannya.


Elena yang acuh tak memperdulikan omongan orang, baginya tak masalah jika orang lain yang menyalah pahaminya asal bukan orang-orang disekelilingnya.


Dan sesuai dugaan, Tania adalah dalang dibalik kejadian ini. Ia yang telah membayar Renata untuk membuat gaduh hingga memfitnah Elena.


"Gimana akting gue," bangga Renata.


"Lumayan, tapi loe nggak stop disini aja. Gue mau loe bikin Elena malu semalu-malunya sampai dia malu menatap wajahnya."


"Urusan gampang, asal harga cocok semua bisa diatur," negonya secara halus.


"Udah gue transfer, loe nggak usah khawatir soal duit sama gue."


"Oke, kalau gitu gue cabut duluan."


"Gue pastiin kali ini loe bakal menderita Elena. Ini balasan karena loe berani rebut Ed dari gue," batinnya penuh sorot kebencian.


..


Putra tengah bersiap menghadiri acara makan malam bersama Edwart, ia juga tak lupa mengingatkan semua karyawannya yang ikut terlibat didalamnya.

__ADS_1


"Lama deh," dengus kesal Lia saat lelah menanti kekasihnya.


"Sabar," kata Putra.


Keduanya keluar bersama, berjalan menghampiri Yasmin juga Elena.


"Udah siap," tanya Putra.


"Sudah pak, yang lain juga sudah berangkat ke lokasi."


"Makasih ya Yasmin," tulus Putra.


"Tugas saya pak," balas Yasmin penuh hormat.


Ed sudah menyiapkan makan malam khusu untuk rekan bisnisnya juga untuk istri tercintanya. Ia bahkan sudah datang 15 menit sebelum jam yang ditentukan.


"Jo," panggil Ed.


"Semua sudah beres?"


"Sudah tuan, kita hanya menunggu semuanya datang saja."


"Bagus, kamu awasi terus ya. Jangan sampai ada masalah pada makan malam kita."


"Baik tuan."


Satu persatu tamu undangan mulai berdatangan, hingga orang yang ditunggu-tunggu muncul didalam acara.


Ed berdiri, ia berjalan menuju istrinya. Mengulurkan tangannya untuk menggenggam erat jemari istrinya.


"So sweet banget sih tuan Edwart ini," girang Lia menatap kedua sejoli dihadapannya.

__ADS_1


"Anak kecil," komentar Putra atas ucapan tunangannya.


"Kecil-kecil gini bisa bikin bayi kecil. Wleeekk," ledek Lia.


Putra begitu terkejut, ingin sekali rasanya ia mencubit bibir seksi tunangannya yang begitu frontal terhadapnya.


"Silahkan pak Putra," seru Jo menyambut kedatangan rekan bisnisnya.


"Terima kasih assisten Jo," ramah Putra.


Sepanjang acara makan malam, semua orang nampak senang dan menikmati.


Edwart berdiri mengangkat gelasnya, simbol jika ia berterima kasih atas kerja sama juga kerja keras semua teamnya.


Elena tertawa bahagia bersama Lia juga Yasmin, istrinya itu nampak sekali menikmati acara makan malamnya. Ed merasa senang saat El nyaman disampingnya, bahkan tak jarang El berbicara sambil memegangi tangannya.


"Lain kali kita harus hangout bertiga nih," usul Lia.


"Boleh banget tuh, kita harus punya waktu bertiga," girang Lia, sedang El hanya diam ikut tertawa bersama keduanya.


"Tuan Edwart, apa kita bisa bicara sebentar?"


...-----🍒-----...


...Hai semua, makasih ya udah mau mampir membaca....


...Mohon dukungannya ya semua, agar semangat updatenya....


...Jangan lupa like, komen and share supaya banyak yang baca. Gift juga boleh kok🤭...


...jangan lupa tekan favorit supaya nggak ketinggalan!...

__ADS_1


__ADS_2