Terjebak Cinta

Terjebak Cinta
TC 55


__ADS_3

Edwart kembali ke tempatnya, namun ia terus saja diam tak seperti sebelumnya. Jo menyadari ada yang tuannya sedang fikirkan, dan perlahan ia mendekat mencoba bertanya.


"Ada apa tuan muda," bisik Jo hati-hati.


"Seseorang mencoba menyerang El dengan merusak nama baiknya."


"Biar saya yang akan mengatasi hal ini tuan, sebaiknya anda fokus menjaga nona muda."


Namun ucapan Jo membuat Ed mempunyai ide untuk membungkam mulut rekan kerja istrinya. Makan malam ini diisi hampir oleh karyawan Putra, Ed akan membantu istrinya malam ini juga.


"Ikut aku," menarik perlahan pergelangan tangan istrinya.


Ed membawa El naik keatas panggung, disana ia meminta seseorang memainkan lagu dengan menggunakan biolanya. Tangannya terulur, menggapai tangan istrinya juga merengkuhnya dalam dekap hangatnya.


Semua orang menatapnya, tatapan penuh tanya dengan apa yang mereka lihat saat ini. Edwart yang mereka kenal sebagai pembisnis dingin kini dengan penuh hangatnya berdansa dengan El yang hanya assisten sekretaris diperusahaan Putra.


"kok sama El sih."


"Ada hubungan apa ya mereka?"


"So sweet benget sih pak Edwart."


"Mesra, ada hubungan apa ya mereka berdua."


Itulah segelintir pertanyaan yang keluar dari para karyawan yang hadir di jamuan makan malam. Mereka dengan penuh rasa penasaran terus menatap dua sejoli yang sedang dalam dunianya, dunia penuh cinta.


Edwart dengan posesifnya merengkuh pinggang istrinya, menatap dalam mata indah istrinya. Cantik, itulah yang terbesit dalam benaknya saat menatap wajah Elena.


"Cantik," serunya tanpa disengaja.

__ADS_1


"Ha?" bingung El yang tak jelas mendengar ucapan suaminya.


Edwart hanya tersenyum saat El menunjukkan ekspresi gemasnya. Kalau tidak dimuka umum, ingin rasanya ia menerkam habis istrinya.


"Wajah mesum kondisikan," sindir El saat menatap suaminya.


"Mesumin istri sendiri apa salahnya," tawanya.


Elena begitu terpana melihat suaminya tersenyum dihadapannya, wajah yang dulu begitu dingin padanya kini begitu hangat tersenyum didepannya.


"Awas jatuh cinta," bisik Ed tepat ditelinga El, membuat istrinya tersipu malu.


Keduanya menyelesaikan dansa dengan begitu romantisnya, Ed terus menggenggam tangan istrinya hingga kembali duduk ditempatnya.


"Wah tuan Edwart romantis sekali," puji Lia pada kedua pasangan didepannya.


"Tunangan anda juga begitu romantis nona Lia," ledek Ed menatap sengit Putra.


"Tenang saja, tunangan anda ini sudah belajar banyak dari istri saya," mengecup sekilas pipi El dihadapan semua orang.


Semua orang tercengang mendengar ucapan Edwart, termasuk Jo juga Elena yang tak menyangka mendengar pengakuan dari mulut Edwart.


..


Tania begitu bahagia saat mendengar kabar tentang nama baik El yang mulai rusak akibat ulahnya, tak sampai disitu Tania bahkan membuat sebuah postingan palsu yang mengatakan jika dirinya adalah salah satu korban yang suaminya direbut oleh Elena.


Tak butuh waktu lama, postingan itu banjir dengan komentar penuh dukungan juga semangat. Tak jarang juga banyak komentar yang menyumpahi Elena dengan kejadian buruk dalam hidupnya.


Tania begitu bahagia membacanya, rasanya sangat puas saat melihat banyak orang menghujat Elena. Ia kembali menambahkan sebuah postingan dengan mencantumkan foto yang telah dieditnya. Foto yang memperlihatkan Elena tengah bersama beberapa laki-laki dengan pose yang begitu seksi.

__ADS_1


"Mampus loe, matin loe ******!"


"Kita lihat seberapa mampu loe bertahan sama ini semua," gumamnya begitu sinis.


"Gue bakal rebut kembali apa yang seharusnya jadi milik gue."


"Dan loe, loe bakal dapat balasan setimpal atas apa yang telah loe lakuin sama gue."


Tania terus menyumpahi Elena dengan sumpah serapahnya yang begitu kejam, bahkan tak jarang Tania berfikir untuk mewujudkan satu sumpah serapahnya.


Kesenangannya buyar saat ponselnya terus saja berdering, merasa enggan Tania hanya melihat sekilas layar ponselnya. Saat melihat nama Renata dilayarnya, ia membalik malas ponselnya.


Sedang Renata kini tengah panik, ia terus bersembunyin saat seseorang terus mengejarnya. Ia menghubungi Tania berharap bantuannya, namun tak satupun panggilannya yang dijawab olehnya.


"Brengsek Tania, dia mau lepas tangan dari masalah ini," kesalnya.


"Siapa Elena ini, katanya hanya wanita biasa tapi kenapa banyak anak buahnya ?"


Renata meras ditipu, kini ia begitu murka hingga ia merasa begitu ketakutan.


"Loe lihat aja, apa yang bisa gue lakukan."


...-----🍒-----...


...Hai semua, makasih ya udah mau mampir membaca....


...Mohon dukungannya ya semua, agar semangat updatenya....


...Jangan lupa like, komen and share supaya banyak yang baca. Gift juga boleh kok🤭...

__ADS_1


...jangan lupa tekan favorit supaya nggak ketinggalan...


__ADS_2