Terjebak Cinta

Terjebak Cinta
TC 24


__ADS_3

Selamat datang di dunia Edwart juga Elena,


Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya 😄😄


kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..😉


[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA INI KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] 😇


---------------------------🌾-----------------------------


Edwart yang selesai membersihkan tubuhnya dan masih menggunakan jubah mandi duduk bersantai disofa kamarnya.


Ia masih terus memikirkan tentang kejadian bersama Tania. Rasanya ia begitu marah tak bisa mengendalikan dirinya.


"Apa yang harus gue lakuin sekarang!!" Menyandarkan kepalanya.


Dan tak lama suara pintu kamarnya diketuk. Ed dengan malasnya berjalan membukakan pintu kamarnya.


"Permisi bos, makan malam anda sudah siap.." ucap Rose saat pintu telah dibuka.


"Bawa masuk kedalam saja.. " ucap Ed, ia kemudian kembali duduk diatas sofa.


"Makan malam sudah siap dibalkon kamar bos, "


"Ehm.."


"Kalau begitu saya permisi bos, permisi.."


"Ehm.."


Selepas kepergian sekretarisnya itu, Ed tak lantas bangkit dari duduknya. Ia masih tetap duduk enggan berdiri.


Tak lama perutnya terasa begitu lapar, ia bangkit dan berjalan menuju balkon tanpa mengganti bajunya.


"Edwart.." seru Tania yang tanpa sengaja melihat Ed sedang menikmati makan malamnya diatas balkon kamar.


"Dia begitu sempurna sekali, tubuhnya tangannya bibirnya bahkan matanya. Semua membuatku merasa terpana.." puji Tania menatap kagum Es dari dalam kamarnya.


"Andai aku jadi gelas itu, pasti aku bahagia bisa digenggamnya.." gumam Tania saat melihat Ed sedang meminum air nya dari gelas.


Tania terus memandangi Ed hingga makanannya habis. Kebiasaan Ed yang tak langsung pergi setelah makan membuat Tania bisa lebih lama memandanginya.


"Sebaiknya aku keluar saja.." serunya keluar menuju balkonnya juga.


Ed yang tak menyadari kehadiran Tania yang terus menatapnya terlihat masih asyik bermain dengan ponselnya.


Tak hanya itu, Ed juga tengah menghisap puntung rokoknya dengan begitu maco. Membuat mata Tania tak berkedip menatap Edwart.


Merasa ada yang sedang mengawasinya, Ed mengangkat wajahnya dan mengedarkan pandangannya.


Betapa ia terkejut saat melihat Tania sedang menatapnya dari balkon kamar sebelahnya. Ed begitu murka hingga saat ia berdiri kursi yang didudukinya terjatuh.


"Segera kekamar saya!!" Teriaknya saat menghubungi Rose lewat ponselnya.


Tak lama Rose tiba dengan begitu berkeringat. Ia berdiri didepan Ed yang terlihat sedang menahan amarahnya.


"Kenapa bisa dia menginap disamping kamarku!!" Bentaknya mengejutkan Rose.


"Maksud bos siapa ??" Bingung Rose.


"Apa masih belum jelas siapa yang saya maksud!!" Menekan suaranya.


"Paham bos, saya akan minta pihak hotel memindahkannya.." seru Rose segera mengambil ponselnya.

__ADS_1


"Maaf bos, itu-


"Itu apa!!" Potong Ed pada ucapan Rose.


"Pihak hotel tidak bisa memindahkan nona Tania bos.."


"Segera periksa hotel yang bisa kita gunakan malam ini juga!!" Titahnya.


"Baik bos.."


Ed segera beranjak dari sofa dan beralih duduk diatas ranjangnya. Sedangakan Rose duduk disofa sibuk dengan ponsel ditangannya.


"Bos .." seru Rose.


"Jangan sampai kamu membuat saya berjalan sia-sia!!" Gerutunya saat berjalan menghampiri Rose.


"Saya sudah siapkan kamar hotel tak jauh dari sini. Saya juga sudah meminta pihak hotel untuk menyembunyikan identitas kita semua bos.."


"Bagus Rose, kita pindah malam ini juga.." ucap Ed.


30 menit berlalu, Rose sudah siap dengan pengawal didepan kamar Edwart. Semua koper sebelumnya telah Rose pindahkan dengan bantuan petugas dari hotel yang akan mereka tempati.


"Sudah semua ??" Tanya Ed saat keluar dari dalam kamarnya.


"Semua sudah siap dikamar masing-masing bos.." seru Rose.


"Bagus, kita berangkat.."


Namun sebelum mereka melangkah, Ed tanpa sengaja melihat Tania keluar dari dalam kamarnya.


Dengan buru-buru Ed menarik Rose juga pengawalnya masuk kedalam kamar. Tania yang sedang menuju kamar Ed merasa seperti melihat Rose.


"Apa aku salah liat ya?? Kayaknya tadi ada sekretaris ganjen itu deh.." seru Tania didepan pintu kamar Edwart.


Tania yang berfikir Ed sudah terlelap segera pergi meninggalkan hotel. Malam ini ia berniat


Mengunjungi sebuah club malam ternama dikota tersebut.


Setelah memastikan tak ada lagi Tania, Ed dengan kedua anak buahnya bergegas menuju lobi hotel.


Tak sampai 30 menit, ketiganya sudah sampai dihotel baru dan sudah berada dikamar masing-masing. Hotel ini jauh lebih bagus dari hotel sebelumnya, membuat Ed sedikit melupakan kemarahannya.


---------------------------🕊----------------------------


Jakarta,


Pagi yang begitu cerah mengawali aktifitas Elena kala itu. El yang sedang dalam perjalanan menuju ke kantor merasa berat untuk bertemu Putra.


Akibat kejadian tempo hari dikantin kantor, El terpaksa menghindari Putra agar tak tersebar gosip tak mengenakkan tentang dirinya.


"Aduh, males deh kalau kek gini.." gerutunya saat tiba diparkiran perusahaan.


Namun tiba-tiba saja ada seseorang yang mengetuk kaca mobilnya. Membuatnya El yang sedang termenung begitu terkejut.


"Astaga Putra !!" Serunya.


Dengan terpaksa akhirnya ia turun dan bertemu dengan Putra. Agak canggung, namun El tak mungkin menghindari bos nya sendiri.


"Kenapa dari kemarin menghindar ??" Tanya Putra to the point.


"Pikir aja sendiri.." kesal El.


"Iya maaf udah bikin nggak nyaman, dimaafin nggak ??"

__ADS_1


"Janji dulu, kalau dikantor kita atasan sama bawahan.."


"Kalau diluar ..??"


"Ya temenlah.."


"Oh,kirain .."


"Kirain apa ??"


"Kirain kalau diluar kita musuhan.." seru Putra yang kemudian berlari meninggalkan El masuk kedalam kantor.


"Dasar gila!!" Umpat El pada Putra.


Hari ini pekerjaan El begitu padat, ia begitu fokus hingga mengabaikan jam makan siangnya. Namun beruntung Maya meminta jasa kirim makanan untuk mengirim masakannya pada El.


"Makanan dari siapa tuh El ??" Tanya Tania yang baru saja kembali dari makan siangnya.


"Dari mama aku mbak .." menunjukkan note yang tertempel diatas kotak bekalnya.


[ Makan yang banyak sayang, dihabisin jangan sampai ada sisi!! Kalau selesai makan kirim buktinya oke ! ]


Begitulah isi note yang diberikan Maya untuk El agar menghabiskan makan siangnya. Yasmin yang membaca isi note tersebut begitu terharu dibuatnya.


"Nyokap loe so sweet banget sih El, gue jadi iri deh.." komen Yasmin.


"Hehhe, nggak ada duanya mbak kalau mama aku ini.." tawa riang El saat membanggakan Maya sebagai mamanya.


El makan dengan begitu lahapnya sambil tetap bekerja didepan laptopnya. Matanya begitu teliti menatap layar laptop, sedangkan tangannya sesekali memgambil makanan dari dalam kotak bekalnya.


Billy saat ini sedang bersama Maya mendatangi Jo dirumah sakit. Pagi tadi Jo menghubungi Billy dan mengatakan mempunyai informasi baru mengenai kecelakaan Mimi.


Dan setelah kepergian Elena, keduanya buru-buru keluar rumah menuju rumah sakit. Namun setibanya didalam kamar rawat Jo, keduanya seakan terdiam.


"Tuan, nyonya .." sapa Jo.


"Oh iya Jo, bagaimana keadaanmu sekarang ini.." seru Billy berjalan mendekati Jo diatas ranjang.


"Baik tuan, mungkin dalam dua hari saya sudah siap kembali bekerja.."


"Mana bisa, kamu istirahat dulu sampai benar-benar sembuh oke,,"


"Terima kasih nyonya, tapi saya baik-baik saja.."


"Tidak ada tapi-tapian ..!!"


"Sudahlah, turuti saja istri saya.."


"Baik nyonya, terima kasih.."


"Apa info baru itu Jo,"


"Ini tuan, di malam kejadian itu ada seseorang yang melihat sekilas pengemudi didalam mobil yang menabrak nona Mimi.." menunjukkan laptopnya.


Didalam layar laptop tersebut nampak dengan jelas saat sebuah mobil menabrak Mimi hingga terpental. Namun sayangnya, rekaman itu tidak memperlihatkan plat nomor mobil tersebut.


...‐🕊‐...


Terima kasih sudah mampir membaca kisah keduanya.


Jangan lupa tekan like komen juga share nya ya 😄


Kalau mau bagi-bagi hadiah juga bisa kok ..

__ADS_1


Happy reading guys..


__ADS_2