Terjebak Cinta

Terjebak Cinta
TC 51


__ADS_3

Elena tak dapat mengendalikan dirinya, tubuhnya sudah terlalu terbuai oleh permainan Edwart.


Menyadari dimana keduanya berada, El meminta Edwart membawanya kedalam kamar. Namun Ed enggan hingga membuat kesal Elena.


"Ke atas, ayo."


Edwart tak menggubrisnya, ia masih sangat sibuk mencumbu tubuh istrinya.


"Aw, sakit tau," protes Ed saat El memukul punggungnya dengan begitu keras.


"Keatas, jangan disini."


"Kita coba disini aja, gimana ?"


"Nggak usah aneh-aneh," protesnya.


Ed segera mengangkat tubuh istrinya, membawanya masuk kedalam kamar. Menghabiskan pagi yang dingin dengan permainan panasnya.


Permainan yang begitu cepat, sebab keduanya juga harus bekerja.


"Aku antar aja," ucap Ed selesai menyantap sarapannya.


"Nggak usah, aku ada mobil kok."


"Besok aku jual mobil kamu," ketus Edwart.


"Ih apaan sih," seru Elena.


Ed hanya menatap kesal kearah istrinya, El tak mengerti arti tatapan itu hingga ia salah mengartikannya.


"Masih belum puas sama yang tadi," tanyanya polos, membuat Ed tersedak oleh air yang diminumnya.


"Pelan, aku juga gak bakal minta," santainya berucap sambil meneguk air nya.

__ADS_1


**


Hari ini adalah hari terakhir proyek kerja sama antara perusahaan Putra dengan perusahaan Edwart. Sesuai rencana, mereka akan mengadakan makan malam bersama nantinya bersama semua orang yang terlibat didalamnya.


Siang ini Elena begitu sibuk dengan pekerjaannya, hingga ia tak menyadari jika ponselnya terus saja berdering sedari tadi.


"Tuh si hubby nelponin mulu," seru Yasmin yang tiba-tiba berdiri didepannya.


"Astaga mbak, bikin kaget aja deh."


"Cie yang punyua hubby, so sweet banget sih," ledek Yasmin setelah mengetahui tentang kondisi Elena.


"Dih, nggak loe angkat? Marah lo ntar," tanya Yasmin saat melihat El mengacuhkan ponselnya.


"Mana berani dia marah sama aku mbak," serunya fokus dengan layar laptopnya.


"Gila nyonya satu ini."


Tiba-tiba saja ada salah seorang staf yang datang menghampiri Elena dengan begitu terburu-buru hingga menabrak tubuh Yasmin.


"Maaf, maaf mbak Yasmin."


"Ada apa ya mbak," ramah El bertanya.


"Elena, mending loe turun deh. Ada yang ngamuk dibawah nyari loe," serunya.


"Siapa?"


"Nggak tau mbak Yasmin, tapi dia bilang Elena udah ngerebut tunangannya."


El saling memandang dengan Yasmin, Yasmin bertanya-tanya siapa yanh datang mencari perkara dengan Elena. Sedang Elena yakin dengan tebakannya tentang dia.


"Kita turun," ajak El.

__ADS_1


"Dimana ****** itu, suruh dia keluar!"


"Elena, keluar loe! Jangan sembunyi terus."


"Brengsek, tukang rebut pasangan orang. ****** keluar!"


"Maaf mbak, tolong tenang dan jaga sikap anda."


"Anda minta saya tenang pak, apa saya harus tenang saat tau tunangan saya berselingkuh dari saya!"


Penjaga merasa iba dengan semua ceritanya, bahkan air matanya. Semua orang berhenti hanya untuk melihat dari jelas.


Banyak dari mereka memandang sambil saling berbisik, membuat suasana begitu tak kondusif.


"Siapa yang mencari saya," tanya Elena saat keluar dari lift.


"Keluar juga jalangnya," sinisnya menatap El.


"Anda berbicara dengan saya?" tanya balik El dengan sangat santainya.


"Kalian lihat semua, dia adalah wanita yang sudah menggoda tunangan saya. Wanita menjijikan berkedok baik," teriaknya membuat semua berkerumun menatapnya.


"Loe," Yasmin hendak maju, namun El menahan dengan tangannya.


"Jangan ikut campur ya, anda nggak usah membela teman anda yang menjijikan ini!"


"Siapa wanita ini," batin El menatap wanita didepannya yang tengah membabi buta.


...-----🍒-----...


...Hai semua, makasih ya udah mau mampir membaca....


...Mohon dukungannya ya semua, agar semangat updatenya....

__ADS_1


...Jangan lupa like, komen and share supaya banyak yang baca. Gift juga boleh kok🤭...


...jangan lupa tekan favorit supaya nggak ketinggalan!...


__ADS_2