Terjebak Cinta

Terjebak Cinta
TC 98


__ADS_3

Mata Edwart tak bisa berkedip saat melihat siapa yang ada didalam foto pemberian Matius, rasanya kini tenggorokannya begitu kering hingga ia kesakitan saat menelan salivanya.


"Dimana pak Matius bertemu dengannya," tanya Edwart yang tak bisa mengalihkan tatapan matanya.


"Waktu itu rombongan kami selesai melakukan meeting hingga tengah malam, namun karena menghindari macet jadi kita memutar dan melewati jalan tikus yang begitu gelap."


"Lalu?"


"Tanda sengaja salah satu mobil pengawal mungkin menabraknya hingga ia pingsan. Dan tuan Malik merasa kasihan dan membawnya ikut serta dengan kami."


"Apa yang ia katakan saat tersadar?"


"Dia mengatakan jika namanya Cindy, lalu ia bercerita tentang ia yang disekap oleh beberapa orang jahat hingga terluka dengan parahnya."


"Apa anda tahu, siapa yang menyekapnya," tanya Ed dengan menyeringai jahat.


"Entahlah nak, dia melarang kami untuk mencaritahunya. Bahkan ia sempat histeris saat kami bilang akan membawanya kembali ke kotanya."


"Tentu saja ia takut kembali, karena sekali ia kembali maka kematian akan menjemputnya," geram Edwart hingga membuat Matius menatapnya dengan penuh tanya.


"Pantas saja kemanapun kita mencari tak ada batang hidungnya tuan, ternyata dia bersembunyi dengan sangat baik disana," sahut Jo yang juga menahan amarahnya.


"Ada apa ini, apa kalian berdua mengenalnya?"


"Bukan lagi mengenalnya, bahkan kami sangat-sangat dekat. Bukan begitu tuan muda?"


"Benar sekali, apa pak Matius tidak mau bertanya siapa yang menyiksanya pada saat itu?"


"Jangan bilang-


"Binggo, saya lah yang telah menyiksa dia hingga terluka sangat parahnya."

__ADS_1


Matius yang penasaran terus menerus mengajukan pertanyaannya hingga Edwart bergantian dengan Jo menceritakan semua yang telah terjadi dan juga alasan mereka menyiksa Tania. Matius tercengang dengan apa yang diceritakan keduanya, hingga rahangnya terasa kelu untuk berucap.


"Kalau begitu saya harus menyampaikan hal ini kepada tuan Malik."


"Tunggu om," cegah Edwart.


"Kenapa nak Edwart mencegah saya, saya tidak mau tuan Malik terperdaya dengannya."


"Jika pak Matius memberitahukan ini pada om Malik, itu akan menguntungkan dia yang bisa kabur di negara sana."


"Lalu apa yang harus saya lakukan saat ini?"


"Seperti biasa saja, biarkan dia beranggpan jika kalian belum tahu apapun tentang ini. Saya akan mempengaruhi om Malik agar membawa Cindynya ke Jakarta."


Namun ditengah perbincangan mereka tiba-tiba ponsel Edwat berdering.


"Halo om Malik," sapanya.


"Ada apa om, El baik-baik saja kan," panik Ed yang bisa mendengar suara tangis istrinya.


"Pokoknya kamu kesini dulu ya, om tunggu di resto bawah laut."


Tanpa banyak bertanya Ed segera bergegas keluar diikuti oleh Matius dengan Jo, ketiganya dibuat panik dengan Malik yang tak menjelaskan situasinya.


"Princess tenanglah, berhenti ya nangisnya," bujuk Malik pada El yang tengah menangis didepannya.


"Gimana aku bisa diam om, lihatlah lobster manis ini. Mereka tega sekali membunuhnya dan memasaknya."


Malik hanya bisa tersenyum kaku dengan pandangan beberapa pengunjung padanya, entah mengapa situasi asing ini membuatnya pusing. Ia yang tak bisa mengatasi keponakannya hanya bisa menghubungi suami dari keponakannya, yaitu Edwart.


"Maaf sudah menggangu kalian, dia sedang hamil," ucap Malik pada para pengunjung lainnya.

__ADS_1


"Wah ternyata lagi hamil."


"Cewaknya masih muda banget ya?"


"Pasti sugar daddy nih."


Itulah beberapa omongan pengunjung yang terdengar oleh telinga Malik.


"Sugar daddy darimana coba ini," gumamnya menepuk jidat.


"Om tolongin lobsternya dong, jangan diam aja," rengek Elena padanya.


"Mau gimana, mau digimanain nak. Itu udah hancur dimasak."


Ucapan Malik membuat El bertambah keras menangisnya, hanya bisa menyembunyikan wajahnya dibalik buku menu yang dipegangnya.


"Sayang ada apa, siapa yang menyakitimu yank," panik Nio yang datang dan langsung memeluk istrinya.


"Tuan Malik, apa tuan baik-baik saja," tanya Matius yang juga panik.


"Ssstttt, dengarkan dia saja."


"Siapa yang membuat istri saya menangis," tanya Ed pada para jajaran pelayan yang ada didepannya dengan sangat tegas.


"Mereka begitu kejam yank," ucap El yang menambah kekesalan pada Ed.


"Apa yang sudah kalian lakukan pada istri saya! Kalian menyakitinya?"


"Benar yank, mereka menyakitinya. Mereka menyakiti lobster-lobster cantik ini."


"Keterlaluan kalian, bisa-bisanya menyakiti lob .. lobster yank ???????????"

__ADS_1


__ADS_2