Terjebak Cinta

Terjebak Cinta
TC 72


__ADS_3

Yasmin begitu tak nyaman dalam tidurnya, entah apa yang dirasakannya namun suara jeritannya juga tangisnya membangunkan Jo yang baru saja memejamkan matanya. Jo bergegas menghampiri Yasmin saat mendengar tangis gadis itu.


"Astaga Yasmin," seru Jo segera mendekati tubuh Yasmin diatas ranjangnya.


Yasmin terus saja bergumam dengan ocehan yang membuat Jo kebingungan. Rintihan juga memohon ampun terus saja Yasmin utarakan dengan derai air matanya. Jo bergitu penasaran tentang apa yang dialami gadis yang ada dihadapannya hingga membuatnya begitu menderita.


"Huuussst, tenang ya," seru Jo sambil membelai puncak kepala Yasmin.


Perlahan Yasmin kembali tenang dalam tidurnya, hingga Jo yakin untuk meninggalkan gadis itu kembali terlelap seorang diri. Jo keluar dari dalam kamarnya, ia menghubungi anak buahnya dan meminta mereka untuk menyelidiki semua tentang Yasmin.


.....


...


Pagi begitu cerah saat mata itu terbuka lebar, pandangan mata itu kini menatap wajah teduh yang tengah terlelap dalam tidurnya. Elena memandangi wajah suaminya yang masih setia menemaninya, entah apa yang ia rasakan saat ini karena yang pasti ia begitu bahagia saat wajah Edwart yang pertama kali dipandanginya.


"Ehm, morning Sayang," ucap Edwart dengan suara paraunya.


"Pagi juga suami aku," balas El dengan senyum manisnya.


Tak kunjung bangkit dari posisinya, mereka berdua masih asik saling menatap satu sama lainnya. Tatapan teduh dipagi hari yang begitu mebuat nyaman hingga keduanya tak menyadari kehadiran yang lainnya.


"Mau sampai kapan romatis-romantisan terus," tegur Putra yang sudah lelah menunggu dan bersandar didaun pintu.


Lia memukul lengan tunanganya itu karena telah mengganggu keromantisan tuan Ed juga Elena. Ed yang menyadari kehadiran orang lain segera bangkit dan mempersilahkan keduanya untuk masuk.

__ADS_1


"Sorry ya, kadang rada jail juga sih," ucap Lia yang merasa tak enak hati terlebih dengan tatapan mata Edwart.


"Gpp kok, pak Putra paling udah capek aja senderan di pintu," canda El dengan suara lemahnya.


"Kalian silahkan mengobrol dulu," ucap Ed.


"Sayang mau kemana," tanya El dengan tatapan kesal.


"Mau ketoilet sayang, mau cuci muka dulu aku nya," jawab Ed dengan begitu halusnya bahkan sangat halus hingga membuat Putra juga Lia terbengong menyaksikan.


Sebelum beralih, Ed menghampiri istrinya dan mengecupnya dengan sangat mesra. Lia bahkan begitu terpesona juga iri dengan perlakuan yang diberikan Edwart terhadap Elena. Ia juga menyindir Putra sebagai tunangannya yang selalu bersikap acuh dengannya.


Putra hanya diam mendengar sindiran Lia sebagai tunangannya, ia juga menyadari jika dirinya bukanlah laki-laki dengan sejuta keromantisan. Lia juga hanya diam menatap ketus pada Putra yang diam duduk diatas sofa.


"Gpp kok, loe sendiri gimana? Kan loe juga kena racunnya," tanya balik Elena.


"Gue gpp kok, gue sama Yasmin nggak terlalu parah juga. Gue malah ngerasa lebih bersalah sama loe sekarang," sendunya.


"Gue kali yang ngerasa salah sama loe, gara-gara gue kalian berdua jadi ikut kena getahnya," balas Elena.


"Kan gue yang udah nyuapin loe makanan paling banyak."


"Yaudah kita nggak usah bahas ini lagi ya, kita anggap aja semua baik-baik aja."


"Baik-baik gimana kalo loe lemah tak berdaya gini diranjang," sahut Putra yang sedang menikmati buah-buahan.

__ADS_1


"Enak ya buahnya, " sindir Lia dengan tatapan ketusnya.


"Mungkin pak Putra kekurangan buah dirumahnya," sindir Ed yang baru saja keluar dari dalam toilet.


"Sayang jangan gitu, dia sahabat aku loh," halus El yang menengahinya.


"Maaf ya sayang."


Baru saja ia meletakkan handuknya, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Ed menatap layar ponselnya dan mengerutkan dahinya saat melihat siapa yang menghubunginya. Ia meminta ijin pada istrinya untuk sejenak keluar menerima panggilan telponnya.


"Ada apa," tanya Ed.


"------- "


"Kenapa bisa?"


"-------------"


"Jaga baik dia, jangan sampai ada hal buruk yang dia lakuakan."


"_____ "


"Hubungi Jo, minta dia segera kesana. Saya segera kesana."


...‐Terima kasih semua‐...

__ADS_1


__ADS_2