
Elena begitu canggung setelah menutup telponnya. Terlebih saat menatap wajah terkejut Putra juga Lia, keduanya terdiam seakan tak bernyawa.
"Ehm kalian gpp kan?" tanya Elena saat tak ada pergerakan dari keduanya.
"Ah iya gpp kok," gugup Putra.
"Iya iya gpp, " sahut Lia. Lalu semua kembali diam.
"Ehm Elena," lirih Lia begitu ketakutan.
"Kenapa?"
"Maafin gue ya, gue udah kasar sama loe tadi. Tolong jangan laporin sama suami loe ya," mohonnya.
"Hehe, loe tenang aja ya."
"Udah jelaskan, dia ini sahabat saya bukan seperti yang kamu pikirkan."
"Hm," cuek Lia yang masih begitu kesal.
"Yaudah kalau gitu saya keluar dulu ya, masih ada kerjaan."
"Ikut gue," seru Lia buru-buru menarik pergi Elena.
...**...
Edwart kembali melanjutkan perjalanannya, ia kembali mengemudikan mobilnya menghampiri Jo.
Ed kembali tak bisa menahan amarahnya, ia mencengkeram erat kemudianya dan memaki-maki sesuka hati.
Tak lama mobilnya sampai, disana sudah ada Jo yang tengah menunggunya.
"Tuan," sapa Jo.
"Dimana mereka," geramnya.
"Disana," tunjuk Jo.
Ed berjalan menuju arah tunjuk Jo, dan emosinya tak lagi bisa ia bendung saat melihat dengan kedua matanya sendiri bagaimana hancurnya makam Mimi.
"Kurang ajar! Dimana mereka!"
"Tuan tenang."
__ADS_1
Ed mencengkeram kerah Jo dengan begitu emosi sambil berkata, "Bagaimana saya bisa tenang saat melihat rumah istri saya dihancurkan!"
"Maafkan saya tuan," Jo benar-benar merutuki ucapannya. Ia tahu betul bagaimana tempramen tuannya, terlebih dengan kejadian ini.
"Dimana mereka," bentak Edwart.
"Bawa mereka kesini," seru Jo. Lalu muncullah 3 orang laki-laki membawa paksa empat laki-laki bersama mereka.
"Kalian," geram Ed mengepalkan kedua tangannya.
Edwart membabi buta menghajar mereka, dengan penuh amarah Ed memukul habis keempatnya.
"Tuan tahan," lerai Jo menarik tangan tuannya.
Jo kewalahan, ia tak bisa mengendalikan tuannya. Anak buahnya pun tak bisa membantunnya menahan tubuh tuannya yang membabi buta menghajar keempatnya.
"Apa yang harus gue lakuin," panik Jo.
"Katakan, katakan siapa kalian!" Pukulnya dengan begitu keras bergantian.
"Tian muda tolong hentikan, mereka bisa mati!"
Edwart berbalik, menatap jengah Jo dengan penuh amarah. Ia pun memukuli Jo yang terus menghalanginya.
"Tuan jangan hajar bos Jo."
"Sadarlah tuan muda."
"Kalian bawa bos Jo," seru salah seorang yang menahan tubuh Edwart.
"Lepas!"
"Bos, apa bos baik-baik saja." Dan Jo hanya mengangguki anak buahnya.
"Nona muda," seru Jo tiba-tiba. Dan dengan segera ia menghubungi nonanya tersebut.
Dan saat tersambung, Jo tak memberikan El celah untuk berbicara.
"Nona tolong saya. Tuan, tuan kehilangan kendali emosinya nona."
"Tenang dulu Jo, jelasin ada apa ini?"
"Ada yang menghancurkan makam non Mimi."
__ADS_1
El menghela nafasnya, ia paham mengapa Edwart bisa kehilangan kendali pada emosinya. Suami mana yang terima jika makam istrinya dihancurkan.
"Dimana dia," tanya Elena.
"Sedang menghajar mereka non, saya sudah berusaha melerai."
"Arahkan ponsel ini," perintahnya.
Jo menuruti nona mudanya, ia berjalan dan berdiri tepat dibelakang tubuh Edwart sambil mengaktifkan pengeras suara.
"Hajar aja sampai mati!"
Ed terhenti, tangannya yang terayun terhenti diudara. Berdiri tegak, Edwart mencoba merapikan penampilannya.
Ia berbalik dan mengambil ponsel milik Jo lalu berkata," Halo."
"Kenapa berhenti? Kan mereka belum mati dihajar tuan suami," ledek Elena membuat Edwart salah tingkah.
"Enggak," singkatnya.
"Kenapa enggak ? Kalau mereka mati kan mau masuk penjara dan aku bisa bebas," ancamnya.
"Jangan pernah berani kamu," geram Edwart tiba-tiba menaikkan nada suaranya.
"Cih, makanya kalau ada masalah itu selesaikan baik-baik. Kekerasan hanya memperkeruh," nasehatnya.
"Kamu tanya sama mereka, siapa yang menyuruhny."
Edwart berbalik menatap keempatnya. Kemudian ia menyerahkan ponsel pada Jo, namun ia melarang Jo untuk memutus sambungannya.
"Katakan, siapa yang menyuruh kalian."
"Itu, " gugupnya.
"Jawab!" teriak Edwart murka.
...-----🍒-----...
...Hai semua, makasih ya udah mau mampir membaca....
...Mohon dukungannya ya semua, agar semangat updatenya....
...Jangan lupa like, komen and share supaya banyak yang baca. Gift juga boleh kok🤭...
__ADS_1