
Selamat datang di dunia Edwart juga Elena,
Dan semoga kalian menikmati ceritanya dan jangan lupa kalo ada apa-apa isi di kolom komentarnya 😄😄
kalau mau kirim kado sama vote juga bisa banget..😉
[ JANGAN LUPA MASUKAN CERITA INI KEDALAM FAVORIT KALIAN, AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATENYA ] 😇
---------------------------🌾-----------------------------
"Jadi benar bukan Elena penyebab kematian Mimi, " gumam Billy sambil menatap laptop Jo.
"Kan sudah mama bilang bukan pah, gimana sih!!" Kesal Maya.
"Percaya ma, tapi kalau ada rekaman ini kan kita lebih jelas gitu lo mah.."
"Lalu apa kita bisa mengenali pengemudinya ??" Tanya Maya.
"Tidak bisa nyonya, posisinya gelap jadi kita tidak bisa melihat pengemudinya. ." Sesal Jo.
"Sayang sekali.." lesu Maya.
"Tapi sementara kita bisa membersihkan nama nona muda didepan tuam muda nyonya. Karena dalam rekaman ini nona mudah berusaha mencegah saat non Mimi akan ditabrak.." lanjut Jo.
"Benar sekali, setelah Ed pulang kita bawa rekaman ini.." seru Billy.
"Bener pah, mama sudah nggak sabar melihat a anak itu malu didepan istrinya.." kesal Maya.
"Sabar mah, bagaimanapun dia anakmu.."
"Papa yang buat.."
Jo hanya tersenyum melihat pertengkaran Billy juga Maya yang menurutnya begitu romantis. Jo yang hidup sebatang kara begitu merindukan kehangatan sebuah keluarga.
"Jo untuk sementara kamu pulang kerumah saya saja, disana ada banyak pelayan yang bisa membantumu.."
"Terima kasih nyonya, tapi saya dikontrakan saya saja.."
"Saya tidak menerima penolakan, kamu tahu itu bukan.."
"Baiklah nyonya.."
"Kalau gitu, papa urus kepulangan Jo sekarang saja.."
"Mama gimana sih, kan belum boleh pulang.."
"Udah ikutin mama aja, "
Dan tak lama dokter masuk dengan dua suster dibelakangnya. Dan setelah memeriksa kondisi serta luka Jo, dokter mengatakan jika ia sudah bisa pulang siang ini.
Begitu senangnya, Jo sampai lupa jika tangannya masih terasa sakit.
"Terima kasih dok.." ucap Billy.
*
Jam pulang kerja sudah tiba, banyak karyawan mulai berhamburan keluar dari divisi masing-masing.
Dan saat semua sedang berhamburan keluar, Elena masih saja diam dikursinya. Entah apa yang kini ia fikirkan, yang pasti kini El hanya diam dengan pandangan kosongnya.
"El.. Elena, " teriak Yasmin menanggil manggil nama Elena.
"Astaga mbak Yasmin, kaget tahu.." serunya sambil memegangi dadanya.
"Ya kamu bengong aja, udah sore ayo pulang.." ajaknya.
"Oh, iya ayo mbak.."
El membereskan semua barangnya, tak lupa ia juga memasukkan laptop kedalam tas miliknya.
Putra hanya bisa memandangi El dari jauh, ia tak bisa sembatangan lagi bertindak jika diarea kantor karena itu akan membuat El merasa tak nyaman.
"Mbak pulang naik apa..??"
"Naik ojek aja lah, motor aku lagi dibengkel soalnya.."
"Ngapain manggil ojek, udah aku anterin aja mbak.."
__ADS_1
"Nggak usah repotin nanti.."
El yang tak menerima penolakan segera menarik tas Yasmin dan membawanya lari masuk kedalam mobil.
"Dasar ya tukang maksa .." teriak Yasmin sambil tersenyum.
Didalam perjalanan keduanya begitu asyik mengibrol tentang banyak hal, bahkam hal-hal yang tak penting.
Dan tak terasa El sudah tiba didepan rumah Yasmin. Dan setelah mengantarkan Yasmin, ia pun buru-buru pulang kerumah.
"Assalamualaikum.. mah,pah El pulang.." seru Elena masuk kedalam rumah.
"Anak mama udah pulang ya.." sambut Maya turun dari tangga.
"Mamaa.." memeluk erat tubuh Maya.
"Mandi terus istirahat ya.."
"Yaudah El masuk kamar dulu ya ma.." pamitnya sebelum berjalan menuju kamarnya.
"Selamat sore nona muda.." sapa Jo.
"Eh, kamu.."
"El, sementara Jo akan tinggal disini juga. Dia lagi sakit .." jelas Maya.
"Semoga lekas sembuh ya kak Jo.."
"Terima kasih non.."
Elena mulai masuk kedalam kamar, ia merebahkan sejenak tubuhnya diatas ranjang. Sambil memejamkan matanya, El mulai terbayang akan Ed suaminya.
"Astaga kenapa mikirin dia sih!" Kesalnya.
"Tapi udah 3 hari juga aku nggak ketemu tuam suami .." gumamnya.
"Tau ah, mandi aja dari pada mikirin dia.."
...—...
Dan disini Ed telah memesan private room untuk meetingnya, jadi ia lebih tenang saat menjalankan pekerjaannya.
"Selamat siang tuan .." sapa Ed ramah pada 5 investor yang baru saja datang.
"Siang tuan Edwart.."
Suasana begitu serius saat mereka mulai membahas kelanjutan dari kerjasama kedua belah pihak.
Ditengah-tengah meeting, Rose datang dengan membawa menu makan siang untuk mereka semua. Dengan ramah Ed menghentikan sejenak meeting dan mempersilahkan koleganya untuk makan siang.
Sambil menikmati makan siangnya, mereka mulau bercengkrama ringan jauh dari pembahasan bisnis.
"Oh iya tuan Edwart, apa wanita yang tempo hari adalah tunangan anda ??"
"Apa tuan sudah mempunyai tunangan ??"
"Oh maaf, itu bukan tunangan saya.."
"Tapi kemarin saya dengar dia mengaku sebagai tunangan anda.. "
"Sebenarnya dia seperti tergila-gila dengan saya, dia semacam terobsesi begitulah.."
"Saya fikir tuan sudah punya pasangan lagi setelah kepergian nona Mimi.."
"Ehm, sebenarnya saya sudah menikah kembali.."
Semua investor terkejut mendengar pengakuan Ed barusan. Ia tak menyangka jika benar dirinya sudah kembali menikahi wanita.
"Siapakan wanita beruntung itu tuan ??"
"Hanya wanita biasa saja, almarhumah istri saya dulu yang meminta saya menikahinya.." bohong Ed.
"Wah sungguh beruntung sekali tuan memiliki pasangan sebaik itu.."
"Lalu seperti apa istri baru tuan, apa boleh kami lihat ??"
"Tentu saja .."
__ADS_1
Ed mulai merogoh ponselnya dari saku celana. Ia mulai membuka galeri dan mencari foto pernikahan keduanya.
"Nah ini.." serunya saat menemukan potonya.
Lalu Ed memberikan ponselnya kepada para investor. Dan betapa kagumnya mereka semua saat melihat bagaimana cantiknya istri baru Ed ini.
"Wah begitu cantik dan anggun sekali istri anda ini tuan, "
"Benar sekali, dan saya harap diacara pembukaan kerjasama kita nanti istri anda akan hadir menyambut kami semua.. " senang mereka semua.
"Aduh begonya gue, kenapa gue kasih tau kalau udah nikah lagi sih.." batinnya.
Ed terpaksa tersenyum menyanggupi permintaan koleganya. Rasanya ia kini menyesali pengakuannya barusan.
"Lalu kenapa dia tidak ikut kesini menemani tuan ??"
"Oh, dia sedang sibuk dengan pekerjaannya jadi tidak bisa menemani saya .."
"Wah istri tuan harus siaga ini melepas suami setampan ini pergi seorang diri.."
Dan mereka semuapun tertawa mendengar ucapan salah satu koleganya. Dan siang itu semua berjalan dengan begitu lancar, hingga kerjasama mereka segera menemui titik sepakat.
Sore hari saat Ed bersama Rose juga pengawal sedang berjalan mencari tempat makan, tanpa sengaja mereka kembali bertemu dengan Tania.
"Edwart.." teriak Tania dari sebrang jalan.
"Sialan!! Kenapa selalu bertemu dengan dia.." gerutu Ed.
"Kamu, hadang dia jangan sampai mendekati saya!!"
"Baik tuan, "
"Rose kita pergi lebih dulu.." ajak Edwart mencoba menghindari Tania.
"Mari bos.."
Edwart bersama Rose berjalan cepat mencoba menghindari Tania, namun suara teriakan membuat keduanya menghentikan langkahnya.
"Astaga!!" Seru Rose terkejut.
"Sialan!!" Maki Ed berbalik menghampiri Tania juga pengawalnya.
Saat menghadang Tania yang akan menghampiri Edwart tuannya, pengawal tersebut yang tak berniat kasar pada Tania malah didorong hingga terserempet oleh sebuah mobil.
"Berani sekali melukai anak buahku!!" Bentak Edwart didepan Tania.
"Bukan aku yang salah, dia kasar denganku Ed.." manjanya.
Namun saat Tania berniat menyentuh lengannya, Ed dengan cepat menepis tangan Tania.
"Ed !!" Teriak Tania tak terima dengan perlakuan Edwary terhadapnya.
"Dengar ini baik-baik, jangan pernah mencoba mengganguku kembali dan jangan membuat berita seolah loe adalah tunangan gue!!" Ancam Edwart.
Rose tengah sibuk membantu pengawal yang terserempet saat Ed tengah berseteru dengan Tania.
Rose begitu geram melihat tingkah Tania yang seperti tak tahu malu. Ia berjalan menghampiri Tania juga Edwart, kemudian ditariknya paksa tangan Tania menjauh dari bos nya.
"Kita ke klinik terdekat.." ajak Ed memapah pengawalnya.
"Lepasin brengsek!!" Brontak Tani pada Rose.
Namun Rose yang kuat terus mencengkeram lengan Tania hingga membuatnya kesakitan.
"Sakit!! Lepaskan!!" Bentak Tania.
Rose menghempaskan begitu saja lengan Tania dengam begitu kasarnya. Kemudian ia mulai mendekat dan mengikis jarak antara keduanya.
"Denger baik-baik nona Tania!! Jangan pernah ganggu bos saya lagi, dan jangan ganggu urusan bisnis kami lagi!!"
"Bukan urusan loe!!"
"Jelas urusan saya!! Anda tidak tau kepada siapa bos kalau marah ketika diganggu oleh makhluk jadi-jadian seperti anda!!"
"Jaga mulut loe ya!!"
"Fakta!!"
__ADS_1