Terjebak Cinta

Terjebak Cinta
TC 49


__ADS_3

El bergegas menghampiri suaminya, dalam perjalanan ia terus berharap agar suaminya itu masih bisa menahan diri.


Tak ingin terlambat, El memacu mobilnya dengan kecepatan penuh membelah jalanan.


"Rumah sesuai gps dari Jo," cek Elena pada layar ponselnya.


Dengan segera ia keluar dari dalam mobil, berlari masuk kedalam rumah tanpa permisi pada pemiliknya.


"Sayang."


Ed yang dibakar emosi masih dengan begitu kuat mencengkeram rahang Tania, bahkan Jo yang membujuk tuannya tak mampu meredakan emosinya.


Namun berbeda hal dengan Elena, hanya satu panggilan mampu meluluhkan api yang membakar suaminya.


Dihempaskannya Tania hingga kembali tersungkur kelantai kamarnya.


"Kenapa ada disini," khawatirnya menyentuh wajah Elena.


Dengan penuh sayang El menyentuh tangan yang memegangi wajahnya itu. Panas, tangan itu terasa begitu panas.


"Karena aku nggak mau jadi janda," balas Elena membuat Ed mengerutkan dahinya.


Jo melangkah mundur, ia memposisikan dirinya tepat dibelakang nona mudanya.


"Keluar kalian semua dari sini! Berani sekali membuat onar," teriak Tania yang dibantu pelayannya untuk berdiri.


Ed kembali memanas, hanya suara Tania mampu membangkitkan kembali emosi yang sudah diredakan Elena.


"Dan loe, ****** ber-


"Jaga mulutmu atau saya robek sekarang juga!"


Ed berteriak penuh murka, ia begitu tak terima saat ada orang menghina istrinya. Rasanya dadanya begitu panas, tangannya terasa gatal ingin mencabik-cabik tubuh Tania.


"Tahan emosi kamu," seru El.


Tania mundur dengan begitu ketakutan, kakinya bergetar hingga rasanya tak mampu lagi menopang tubuhnya.


El menahan tangan Ed yang bergerak ingin maju, menggelengkan kepalanya El melarang suaminya.


"Biar aku yang urus ini. Kak Jo, tolong pegangi tuan suami."


"Baik nona muda."

__ADS_1


Plak!


"Itu tamparan karena loe berani kurang ajar ngerusak makam ka Mimi."


Plak!


"Ini karena loe udah berani bikin suami gue emosi."


Plak!


"Ini, karena mulut loe kotor banget."


Plak!


"Dan ini, buat loe tobat!"


El begitu berani membalas sikap Tania, tatapan kebencian Tania bahkan tak mempengaruhi keberanian dirinya.


Tania hanya bisa menahan amarahnya, belum sembuh bekas tamparan suaminya sudah ditambah berkali-kali tamparan istrinya.


Wajahnya terasa begitu ngilu.


**


"Kembalikan," protes El saat Ed mengambil paksa ponselnya.


"Ada suami malah dicuekin," seru Edwart.


"Lah, kan suaminya cuma diam aja."


"Terus berarti kamu juga diam gitu ?"


Elena malas sekali berdebat dengan suaminya, ia memilih diam dari pada harus berdebat dengan suaminya.


"Ngomong!"


"Mau ngomong apa coba," ketus Elena membalas suaminya.


"Ngapain tadi nyusulin?"


"Nggak boleh emang," tanya baliknya.


"Kalau orang nanya itu dijawab, kenapa malah balik nanya dodol," kesal Edwart.

__ADS_1


"Tapi ya kamu itu aneh tau," ucapnya.


"Aneh apanya."


"Kan kamu udah sering ngatain aku ******, terus tadi kenapa marah pas Tania bilang aku ****** ?"


Edwart terkejut dengan ucapan istrinya, terselip rasa bersalah untuk Elena atas sikapnya. Namun ego yang menjulang tinggi menghalangi ucapan maafnya.


"Nggak usah dibahas," singkatnya.


"Tadi suruh ngomong, giliran ada yang diomongin gak mau dibahas."


"Udahlah, kita pulang kerumah aja."


"Ngapain ?"


"Ngusir mama sama papa!"


"Ih kamu ya ."


Mobil mulai memasuki halaman rumah, nampak sepasang suami istri tengah berdiri menunggu kedatangan keduanya.


"Mama, papa."


"Anak mama udah pulang, kemana aja sayang ?"


"Diculik sama anak mama tuh," menunjuk Edwart dengan matanya.


Billy mentap anaknya dengan begitu tajam, meminta penjelasan atas semua tindakannya.


"Kita masuk dulu," ajak Billy pada semuanya.


Namun baru saja ketiganya duduk bersamaan, Ed sudah mengutarakan isi kepalanya.


"Aku mau papa sama mama pergi."


...-----🍒-----...


...Hai semua, makasih ya udah mau mampir membaca....


...Mohon dukungannya ya semua, agar semangat updatenya....


...Jangan lupa like, komen and share supaya banyak yang baca. Gift juga boleh kok🤭...

__ADS_1


...jangan lupa tekan favorit supaya nggak ketinggalan!...


__ADS_2