Terjebak Cinta

Terjebak Cinta
TC 68


__ADS_3

Elena kini dalam keadaan kritis, banyak sekali alat tertempel pada tubuhnya. Ed atk bisa berbuat apa-apa, ia hanya bisa menemani Elena dan tak ingin meninggalkannya. Dimana orang yang dicintainya kini tengah terbaring kesakitan, disitulah rasanya jiwanya hampa.


"Nak istirahatlah dulu, biar papa yang menunggu istri kamu,' tawar Billy agar putranya sejenak mengistirahatkan dirinya.


"Nggak usah pah, aku cuma mau sama istri aku."


Billy tak memaksa, ia mencoba mengerti apa yang kini anaknya tengah rasakan. Mungkin Ed kini takut jika harus kehilangan orang ynag dicintainya untuk kedua kalinya, ia mungkin tak akan sanggup.


Billy kembali menemani Maya yang kini tengah terlelap dalam tidurnya, pandangan mata terus saja menatap bergantian anak juga menantu yang disayanginya. Ia hanya berharap semua akan baik-baik saja.


Jam terus bergulir, waktu terus berlalu. Kini malam sudah berganti dengan pagi yang bergitu sendu dengan dingin menusuk kalbu. Hujan dimalam hari menjadikan pagi begitu terasa enggan untuk beranjak, menghangatkan diri dalam kungkungan selimut tebal diatas ranjang.


Namun dari semua orang yang baru saja membuka matanya, ada mata yang tak pernah terpejam sedari malam. Edwart terus saja terjaga dari tidurnya, ,matanya tak sedetikpun beralih dari istrinya.


"Astaga Ed, kamu nggak tidur nak," seru Maya melihat anaknya yang masih terjaga.


"Ada apa mah, pagi-pagi udah ribut aja," tegur Billy.


"Lihat anak kamu pah, nggak tiddur semalaman."

__ADS_1


Billy hanya bisa diam memandangi anaknya yang terus saja terdiam, bahkan rasanya kini anaknya hanya bisa membisu. Billy memegang bahu istrinya, memberikan pengertian pada Maya agar tak terlalu menekan anaknya.


Yang saat ini Ed butuhkan adalah istrinya, apapun itu asalkan Elena terbangun maka Edwart akan baik-baik saja. Laki-laki yang tangguh itu kini hanya bisa terdiam menatap istrinya yang tak sadarkan diri.


Dokter terus saja bergantian memeriksa keadaan Elena, namun kondisinya masih sama saja. Edwart bergitu terluka melihat kondisi Elena, rasa bersalahnya teramat besar karena telah menyebabkan istrinya terluka.


"Gimana nak," tanya Billy pada putranya yang masih saja termenung.


"Sama saja pah, nggak ada perubahan."


Billy hanya bisa menghela nafasnya, ia juga menyemangati Maya untuk tak juga terpuruk layaknya putranya. Apapun mungkin akan mereka lakukan asal Elena bisa tersadar, namun kini tak ada satupun cara untuk itu.


..


"Sudah sampai," ucap Jo.


Yasmin menatap sekilas bangunan rumah yang dibelinya, rumah yang selama ini menjadi saksi bagaimana kerasnya semua yang telah dia lakukan. " Terima kasih pak, maaf merepotkan," ucap Yasmin.


"Istirahat, kondisi kamu belum stabil," ingatkan Jo pada Yasmin yang dianggapnya ceroboh.

__ADS_1


Yasmin hanya menganggukan kepalanya, ia perlahan keluar dari dalam mobil dan berjalan mendekati rumahnya. Jo menerima sebuah panggilan hingga ia terpaksa berhenti sejenak didepan rumah Yasmin.


Yasmin begitu terkejut saat pintu rumah itu tak terkunci, ia ingat betul jika semua sudah terkunci sebelum mereka pergi.


"Siapa yang masuk rumah aku ya," guamamnya perlahan memasuki rumah.


Matanya begitu terkejut saat melihat siapa yang kini tengah duduk dengan santainya di atas sofa ruang tamunya. Ia adalah orang tua angkatnya, orang yang selama ini menyiksanya dan hampir saja menjual dirinya.


Sudah bertahun-tahun lamanya ia menghindari mereka, namun kini mengapa harus kembali bertemu jika hanya mengingatkan luka dimasa lalu. Tubuh Yasmin ketakutan, tangannya gemetar saat ingin menyentuh sebuah barang.


"Wow, putri cantik kita ternyata sudah pulang," seru ayahnya.


Kedua orang itu berjalan mendekat sedang Yasmin dengan spontan memundurkan langkahnya. Kondisinya yang masih tak stabil membuat Yasmin begitu lemah hingga terjatuh. Dengan kasar ibu itu menarik paksa rambut Yasmin, memaksanya berdiri dan berjalan mengikutinya.


Tubuh Yasmin yang lemah itu diseretnya keluar dengan begitu kasarnya, Yasmin hanya bisa pasrah dengan air matanya yang terus berjatuhan. Ingin sekali ia berteriak namun sudah tak ada lagi tenaga dalam dirinya.


"Yasmin!!"


...‐Happy reading semuanya‐...

__ADS_1


__ADS_2