
...Sebelum lanjut membaca mohon pastikan untuk :...
○like
○komen
○vote
○share cerita
○juga masukan dalam keranjang favorit kalian
...-------------------------🌾------------------------------...
Dokter dengan telaten mengobati luka Yasmin, namun ia sedikit terganggu dengan pandangan Jo yang terus menerus mengawasinya. Rasanya begitu kikuk dan sangatlah tak nyaman, apalagi ketika Yasmin merintih Jo akan langsung bereaksi.
(Anggap aja lagi pakai bahasa inggris ya guys,)
"Bagaimana," tanya Jo cemas.
"Semua baik, hanya perlu dirawat agar tak terkena air untuk beberpa hari ini."
Jo begitu lega, ia mengusap kasar wajahnya dan membanting dirinya diatas sofa. Pengawal mengantar dokter untuk segera meninggalkan rumah, meninggalkan rumah yang akan segera menjadi neraka akibat kemarahan Jo kali ini.
"Istirahatlah dulu, sisanya serahkan sama saya," berbalik meninggalkan Yasmin didalam kamarnya.
"Dimana kalian menahannya?"
"Lewat sini tuan."
__ADS_1
Salah seorang dari mereka mengantarkan Jo pada Tania yang sedang ditahannya. Membawa kemarahan pada tempatnya seharusnya dilampiaskan.
"Lepaskan, kalian semua brengsek," teriak Tania.
"Begitu berisik sekali."
"Pengecut, lepas topeng itu kalau berani," tantang Tania.
"Nggak pantas melihat tuanku."
"Tutup mulutmu, dasar pengawal rendahan!"
"Kalian dengar baik-baik, jangan ada yang masuk kedalam sini tanpa seijin saya. Beri dia makan hanya dengan nasi juga minum satu gelas, selain itu saya melarangnya."
"Hak apa loe, lepasin!"
Jo tak menghiraukannya, ia pergi begitu saja dengan pengawal dan mengunci kembali tempat tersebut. Ia tak bisa meluapkan semua kemarahannya, ia tak ingin begitu lancang pada tuannya Edwart.
...
Kondisi Matius mulai membaik, dan kini Malik bisa bernafas lega dengan itu. Malik begitu bersyukur karena Matius telah melewati masa kritisnya, dan itu tak luput dari kerja keras dokter yang Edwart pekerjakan.
"Dimana tuan kalian," tanya Malik pada anak buah Edwarrt.
"Tuan sedang menangani masalah yang ada diperusahaan."
"Apa masalah itu cukup parah?"
"Cukup untuk tuan kami yang harus menanganinya."
__ADS_1
"Baiklah, kalian boleh istirahat didepan kalau gitu."
Malik yang merasa lega setelah berbicara dengan pengawal memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sudah sangat kelelahan. Ia pun tertidur ranjang tambahan yang telah Edwart persiapkan.
Elena bangun dari tidurnya dengan penuh kekosongan, ia merindukan suaminya merindukan harum Edwart yang tidur disebelahnya. Ia begitu emosional pagi ini, air mata mengalir denga begitu derasnya membasahi pipinya.
El tak tahu jika kini Ed tengah sangat kebingungan mencari dirinya, dan bahkan Ed belum pulang sama sekali kerumah. Laki-laki itu merasa bersalah pada istrinya, ia merasa tak memperhatikan istrinya yang tengah hamil itu.
Edwart yang tak sengaja tertdiur didalam mobil terkejut saat ada orang yang mengetuk mobilnya. Itu adalah petugas kebersihan yang sedang bertugas dan meminta Ed memindahkan mobilnya.
Elena dengan rutinitasnya, tidur sambil menunggu pesanan makanannya datang. Entah mengapa ia begitu nyaman didalam apartemen itu, ia juga begitu bermalas-malasan setiap harinya.
"Lapar banget, kenapa belum sampai juga sih makanannya," protesnya.
"Sabar ya nak, habis ini kita makan puas deh," membelai perutnya yang membuncit.
Dan tak lama ada orang yang mengetuk pintu, benar saja itu adalah makanannya yang telah tiba. Elena makan dengan begitu lahapnya, seperti orang yang tak pernah makan untuk beberpa hari.
Edwart begitu malas untuk pulang kerumahnya, ia memutuskan untuk mendatangi apartemen milik Jo yang tak jauh dari tempatnya saat ini. Ed tak perlu bertanya pada Jo tentang apartemen tersebut, sebab Ed bisa masuk tanpa akses dari sang pemilik aslinya.
Begitu lelah hingga tak lama setelah tubuhnya bersentuhan dengan ranjang, Ed langsung terlelap. Melupakan sejenak apa yang mengusik pikiranya dan mengistirahatkan tubuhnya. Sedang El yang merasa bosan didalam kamar memilih keluar untuk membeli beberapa baju yang bisa ia gunakan.
Namun saat ia melewati tempat Jo, ia sejenak menghentikan langkahnya. Mengendus tempat itu seperti mencari sesuatu.
"Kenapa aku mencium bau suamiku disini ya," bingungnya menggaruk kepalanya.
"Ckckck, udah gila ini gue. Mana mungkin ada suami super sibuk itu disini," kesalnya lalu kembali berjalan.
Elena tak menyadari jika memang suaminya kini berada ditempat yang sama dengan dirinya, sedang tidur karena kelelahan mencarinya seharian.
__ADS_1
•••••••••••••••jangan lupa pesan diatas ya•••••••••••••