
"Sial, lagi-lagi mereka semua lolos begitu saja."
"Aaaahh..."
"Braak!"
"Bug!"
"Craang!"
Habis sudah semua yang ada di hadapan Tasya tanpa bersisa.
Kemarahan wanita gila itu semakin menjadi-jadi setelah menonton konferensi pers yang dilakukan Aksa untuk mengembalikan nama baik keluarga dan kejayaan perusahaan. Apalagi saat mendengar pengakuan mengejutkan Dara yang tiba-tiba berpihak pada keluarga itu.
Tasya seperti kehilangan akal mencari cara lain untuk menghancurkan keluarga itu, tapi dia tidak akan menyerah semudah ini.
Dua puluh tahun yang lalu, dia terpaksa melahirkan seorang anak yang tiba-tiba tumbuh di dalam rahimnya. Anak yang lahir karena pemerkosaan yang dia alami dari enam pria yang tidak dia kenal. Entah benih pria mana yang saat itu berkembang di dalam rahimnya?
Bertahun-tahun Tasya menyembunyikan anak itu dan berharap bisa membalaskan dendamnya, tapi sekarang harapannya musnah seiring rencana yang selalu gagal dan membuatnya sangat berang.
"Dengar baik-baik, ini tawaranku yang terakhir. Kesempatan mu tidak akan ada lagi setelah ini!"
"Oke, aku setuju."
"Nah, gitu dong. Buang anak buah bodohmu itu, mulai besok bekerjasama lah dengan anak buahku. Aku akan mengirim mereka padamu!"
"Baik, aku tunggu."
Setelah melakukan percakapan singkat itu dari balik telepon yang terhubung, Tasya tersenyum lebar penuh kemenangan. Dia yakin kali ini rencananya pasti berhasil. Apalagi dia sudah mendapat dukungan penuh dari bos besar yang sangat terkenal dengan kekejamannya. Kekuatan Baron cs tidak akan sanggup menandingi mereka.
...****************...
Hari berganti hari dan kini tibalah saat yang ditunggu-tunggu Aksa dan Inara, Rai dan Avika, Aryan dan juga Dara. Sayang kebahagiaan tidak nampak di wajah pasangan yang sudah terjerat dalam hubungan satu malam itu.
Seperti sebelumnya, acara dilangsungkan di kediaman Airlangga dengan para tamu istimewa yang sudah berdatangan menyambut pesta bahagia tiga pasang muda mudi itu.
Halaman dan rumah sudah dihias sedemikian rupa layaknya istana megah di negeri dongeng. Satu pelaminan besar terpampang dengan tiga kursi pengantin yang berjejer. Dua altar pernikahan juga dihias tak kalah mewah dengan bunga-bunga dan lampu warna warni yang menyala.
__ADS_1
Para keluarga pun sudah berkumpul termasuk Airlangga dan Leona yang baru saja mendarat di ibukota sejak malam tadi. Keluarga Rai juga turut hadir menyaksikan pernikahan putra mereka.
"Semoga kalian semua bahagia mengarungi bahtera rumah tangga ini. Oma berharap ini pernikahan kalian yang pertama dan terakhir, jangan sampai ada kata perpisahan diantara kalian." ucap Leona sesaat sebelum tiga pasang pengantin itu turun dari lantai dua.
Kemudian Leona menciumi satu persatu cucu dan cucu menantunya dengan penuh kasih sayang. Namun saat berhadapan dengan Dara, Leona tiba-tiba menautkan alis. Dia bisa melihat keterpaksaan di wajah gadis itu.
"Berjanjilah pada Oma untuk tidak meninggalkan Aryan setelah ini. Oma mohon, sayang! Terimalah dia di hatimu dan bukalah lembaran baru, tidak perlu menoleh ke belakang!" lirih wanita yang sekarang sudah semakin menua dengan kulit yang mulai keriput.
Dara tak menyahut, dia hanya diam dengan genangan air mata yang hampir jatuh di pipinya.
"Jangan sedih, kamu harus tersenyum. Sambut hari baru ini dengan penuh suka cita. Oma yakin setelah ini kamu akan menemukan kebahagiaan bersama Aryan. Oma akan menjewer kupingnya kalau nakal," seloroh Leona mencairkan suasana. Dara yang tadinya menunduk lesu, tiba-tiba mendongak dan berhamburan ke pelukan Leona.
Setitik air mata Dara jatuh di pundak Leona. Dia kembali mencoba berdamai dengan keadaan dan mengangguk lemah. "Akan Dara coba, Oma." lirihnya.
Sontak mata semua orang berkaca, terlebih Aryan yang masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan. Apa itu artinya Dara mau memberinya kesempatan?
"Sudah, sekarang bukan waktunya untuk bersedih. Semua harus bahagia dan tersenyum, benarkan Oma?" selang Aina.
"Iya, Mama Aina benar. Cucu Oma sudah cantik, sayang kalau makeup nya luntur." sambung Leona.
Setelah melepaskan pelukannya, Leona mengelus pipi Dara dan mengecupnya dengan penuh kasih sayang. Semua orang juga tau bagaimana lembutnya hati wanita tua itu, dia tidak pernah membedakan siapa saja yang sudah masuk ke dalam keluarganya.
Tidak sedikit yang terpukau melihat tiga pria tampan dan tiga wanita cantik itu. Gen Airlangga memang tidak pernah salah memilih menantu dan cucu menantu di dalam keluarga mereka.
Setelah Avika dan Rai duduk di altar nikah, Aryan dan Dara juga menyusul duduk di altar mereka. Tidak dengan Aksa dan Inara yang sudah lebih dulu mengikrarkan janji suci mereka, keduanya memilih duduk dalam barisan keluarga.
Untuk ikrar pertama akan diucapkan oleh Rai. Arhan sendiri yang menikahkan putri semata wayangnya kepada pria itu.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Raihan Pramana Putra bin Rusdi Agus dengan putri kandung saya yang bernama Queen Avika Airlangga binti Arhan Airlangga dengan mas kawin berupa perhiasan seberat dua puluh satu gram dan uang sebesar dua puluh satu juta rupiah, tunai." ucap Arhan lantang dan tegas.
"Saya terima nikah dan kawinnya Queen Avika Airlangga binti Arhan Airlangga dengan mas kawin tersebut, tunai." jawab Rai dengan suara tak kalah lantang dalam satu tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi?" tanya penghulu ke arah Baron dan Hendru yang menjadi saksi pernikahan itu.
"Sah..." jawab Hendru tegas.
"Sah..." sambung Baron lantang.
__ADS_1
"Alhamdulillah," penghulu mengucap syukur dan mulai membacakan doa. Semua orang tersenyum bahagia dan ikut mendoakan mereka.
Setelah doa dilantunkan, mereka diminta menandatangani surat nikah. Setelah itu Rai memasangkan cincin kawin di jari manis Avika dan begitupun sebaliknya. Lalu Avika mencium tangan Rai dan Rai mengecup kening Avika.
Kini dua sejoli itu sudah resmi menjadi sepasang suami istri mengikuti jejak Aksa dan Inara.
Kemudian penghulu berpindah ke altar yang sudah diduduki Aryan dan Dara. Mendadak air muka Aryan berubah keruh, dia ragu mau melanjutkan pernikahan ini atau tidak.
Dengan perasaan gelisah tak menentu, Aryan memberanikan diri menatap Dara dan menggenggam tangannya erat.
"Apa kamu yakin ingin menikah denganku?" tanya Aryan dengan mode serius dan tatapan tajam mengintimidasi.
"Aryan..." seru Aina dari belakang sana.
"Biar Aryan memastikan ini dulu, Ma. Aryan hanya ingin menikah sekali dan Aryan tidak akan pernah melepaskan Dara setelah pernikahan ini disahkan." tukasnya.
"Aryan, jangan bikin malu!" timpal Airlangga.
"Ya, aku mau." angguk Dara. Mereka sudah sampai di titik ini, tidak mungkin Dara menolak di hadapan semua orang. Dia tidak mau mempermalukan keluarga Airlangga yang sudah begitu baik padanya.
Setelah mendapatkan jawaban, Aryan melepaskan tangan Dara dan menghirup udara sebanyak-banyaknya lalu meminta penghulu memulai pernikahan mereka.
Kali ini tanggung jawab diambil alih oleh Hendru sebagai wali hakim untuk gadis itu. Dia yang akan menikahkan Dara kepada Aryan.
Setelah Hendru menjabat tangan Aryan dan mengucap ijab, Aryan lekas menjawab. "Saya terima nikah dan kawinnya Dara binti Fulan dengan mas kawin tersebut, tunai."
"Sah..." jawab Airlangga.
"Sah..." sambung Tobi.
Seperti yang dilakukan Rai dan Avika tadi, Aryan dan Dara juga menandatangani surat nikah dan memasangkan cincin kawin di jari masing-masing. Lalu Dara mencium tangan Aryan dan Aryan pun mengecup dahinya.
Lalu acara dilanjutkan dengan sungkeman kepada orang tua dan keluarga. Kali ini Aksa dan Inara ikut bergabung dengan keempat adiknya dan meminta doa restu pada Airlangga dan Leona yang belum sempat dia dapatkan secara langsung.
Setelah sesi itu selesai dilangsungkan, kini tibalah saatnya untuk melanjutkan resepsi yang akan digelar hingga malam nanti.
Mereka berenam meninggalkan altar dan naik ke pelaminan yang megahnya seperti kerajaan besar di negeri antah barantah.
__ADS_1
Setelah tiga pasang pengantin baru itu duduk sesuai formasi, anggota keluarga mulai sibuk menghampiri para tamu dan menyuruh mereka mencicipi hidangan yang sudah disediakan. Satu persatu dari mereka ada juga yang mulai naik ke pelaminan memberikan doa restu untuk tiga pasang raja dan ratu sehari itu.
Sementara mulai jam delapan malam nanti, acara akan dilanjutkan kembali untuk sesi kedua. Nampaknya hari ini akan sangat melelahkan untuk pengantin baru dan semua anggota keluarga yang mulai kerepotan menyambut tamu penting mereka.