Ternyata, Istri Muda

Ternyata, Istri Muda
Bab 104


__ADS_3

"Pak, Mas Johan baru kecelakaan tadi, di depan. Gak mau di rumah sakit, langsung ke sini." Cetus salah seorang pria yang berjalan di samping Pak Gun, saat membawa tubuh Jordhan ke mobil.


"Kok bisa? Kenapa gak ada yang kasih tau sih?!"


...Beberapa saat yang lalu ......


CEKIITTT ... BRUK


Suara gesekan antara ban, rem, serta aspal, terdengar di telinga beberapa orang yang sedang duduk di warung. Beberapa detik kemudian, terdengar ada hantaman benda keras, serta suara kaca yang pecah.


Orang-orang yang tadinya duduk di warung kopi pinggir jalan, langsung berhamburan. Beberapa pengguna jalan bahkan berhenti. Tukang becak, ojek pengkolan yang mangkal di depan Polsek, juga tak mau ketinggalan.


"Tolongin, woi!" Teriak beberapa orang, saat melihat dua orang tergeletak di jalanan.


Mereka berbondong-bondong, menolong pengemudi mobil, juga pengemudi sepeda. Tak lupa, dengan Jordhan yang juga tergeletak tak sadarkan diri. Namun, saat orang-orang itu ingin menggotongnya, dia membuka matanya.


"Mas, mas gak papa?" tanya seorang pemuda dengan jaket dari salah satu perusahaan ojek online.

__ADS_1


Jordhan hanya diam, tak menjawab atau pun merespon. Pandangan matanya justru fokus menatap beberapa berkas yang tercecer di jalan. Dengan badan yang remuk redam, ia bangkit, langkah, dan memunggut berkas-berkas itu. Beruntung, beberapa orang membantunya memunggut dan langsung memberikan kertas penting itu pada Jordhan.


"Terima kasih, terima kasih," ucapnya beberapa kali sembari membungkuk sedikit.


"Mas ,gak papa? Ayo ke rumah sakit dulu, itu kepalanya berdarah!" Cetus ibu-ibu sambil menunjuk kepala Jordhan.


Jordhan melambaikan tangan, seolah luka di kepalanya bukan sesuatu yang serius. Seorang wanita muda terlihat berlari kecil dengan membawa sebotol air, dan memberikannya pada Jordhan. Jordhan menyeruput sedikit, lalu menuang air itu di atas kepalanya untuk menghilangkan darah.


Pada saat yang sama, beberapa orang berseragam coklat, berlari ke lokasi kejadian. Salah seorang diantara mereka sempat menanyakan kondisi Jordhan, sedang yang lainnya, membantu supir pic up yang terjepit.


"Aku gak papa. Orang dari polda masih disini kan?" Tanya Jordhan yang masih tidak perduli dengan kondisi tubuhnya.



Rumah Sakit


Pak Gun, sekaligus dua anak buahnya, langsung membawa Jordhan ke rumah sakit terdekat. Mereka pikir, Jordhan hanya luka kecet dan sedikit terkejut. Namun, saat hidung dan telinganya mengeluarkan darah, semua yang ada di dalam IGD panik.

__ADS_1


Dokter yang berjaga pun langsung memberikan pertolongan pertama untuk menghentikan darah yang keluar. Beberapa suster pun terlihat sibuk dengan alat-alat medis.


"Langsung di CT!" Cetus seorang dokter paruh baya yang baru saja datang.


Setengah jam berlalu setelah Jordhan dibawa dokter dan perawat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mereka akhirnya keluar dengan membawa kabar yang tidak enak di dengar oleh yang lain.


"Indikasinya Hemotorax. Apa pasien baru saja terbentur benda keras atau jatuh?" Tanya seorang dokter.


"Iya, iya. Mereka bilang dia baru aja kecelakaan, tapi kita ngak tau posisi jatuhnya gimana."


"Langsung kita oprasi ya. Tulang rusuknya patah, ada darah yang masuk ke paru-paru dan harus cepat di keluarkan. Nanti, ada perawat yang kasih data untuk di isi keluarga atau wali pasien ya, Pak."


Pak Gun dan dua orang yang membawa Jordhan pun melonggo mendengar perkataan dokter. Mereka sama sekali tak berpikir, jika kondisi Jordhan akan separah itu. Mengingat, lelaki itu masih bisa berjalan ke ruangan Pak Gun tadi.


...๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ...


Nyemil dulu, abis ini lanjut lagi.

__ADS_1


Vote dan hadiah jangan sampai lupa โ™กโ™ก


__ADS_2