
...***Kebohongan Abram bertambah***...
Tiga jam mereka menempuh perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Akhirnya, sampailah mereka di depan rumah besar berlantai dua. Terlihat cukup mewah memang. Kombinasi warna putih dan cream, membuatnya nampak elegan.
“Di belakang ada dua payung, Dania tolong ambilin ya.” Dean menunjuk ke arah kursi bagian belakang.
Hujan rintik yang sedari tadi menyapa, belum kunjung mereda. Pak Ahmed menolak memakai payung, ia lebih suka berlari ke rumah besannya. Merasa tak enak hati, Dean pun mengikuti langkah Pak Ahmed.
Rumah ini ... aku pernah dua kali di ajak Mas Abram ke sini. Semuanya masih sama sejak terakhir kali.
Pak Ahmed menekan bel beberapa kali, sesekali berteriak salam. Sampai akhirnya, seorang lelaki muda berjalan santai membuka gerbang. Wajah terkejut nampak terukir di wajah Rolan, terlebig, ia langsung menatao Zahra yang berdiri di pojok.
“Te-Teh Zahra ....”
“Masuk, masuk.”
“Mama sama Papa ada?” tanya Zahra tanpa basa-basi.
“Papa lagi keluar, Teh. Mama di dalam. Ayo masuk.” Ajaknya ramah.
Zahra melangkah di depan pintu, tiba-tiba seorang wanita paruh baya berteriak. Ia berlari kecil seperti seorang anak kecil, memeluk Zahra sembari berkata, “Mantuku ....”
“Maaf, Ma. Zahra kesini dadakan. Bawa ayah sama Ibu juga.”
Seketika, pelukan mertua itu terlepas. Saat itu, barulah ia menyadari bahwa besan mereka sedang berdiri di sana. Sontak saja, dia langsung menyapa besannya dengan ramah.
__ADS_1
“Masya Allah, duduk dulu, Jeng.” Ajaknya ramah mempersilahan semua tamu duduk.
Mengingat hal yang mereka bicarakan adalah masalah keluarga. Dean dan Dania memilih untuk duduk di teras, sembari menikmati gemercik hujan yang cukup menenangkan.
“Papa lagi keluar ya, Ma?” tanya Zahra.
“Iya, keluar sebelum hujan tadi. Sebentar, mama telfon dulu.” Mertua perempuannya baru saja berdiri, tiba-tiba sebuah motor memasuki garasi.
“Nah, itu datang,” ucap Mama Mertua Zahra saat mendengar bunyi motor yang baru masuj ke garasi.
Mereka saling bertegur sapa dengan ramah seperti biasanya. Raut wajah mereka pun seakan tak menunjukkan masalah. Layaknya besan dan menantu yang sedang berkunjung. Sampai pada saat mama mertua Zahra membahas soal kehamilan.
“Kamu kesini kok gak sama Abram sih? Katanya lagi hamil.”
Perkataan mama mertuanya seakan memberi sengatan listrik yang cukup kuat. Ayah dan ibunya bahkan menoleh ke arahnya. Seakan tak percaya kalau anaknya sedang hamil, karena yang mereka tahu, yang hamil bukan Zahra.
Permainan apa lagi yang kamu mainkan, Mas?
“Mama denger dari siapa?” tanya Zahra mencoba bersikap tenang.
“Lah, kan Abram sendiri yang bilang. Dia kirim foto USG juga looh. Katanya sudah 20 minggu ya?”
Zahra semakin shock lagi. Bisa-bisanya suaminya mengarang istrinya yang sah secara hukum sedang hamil, dan memilih menutupi kabar istri lainnya.
Mama dan papa ngak tau kalau anaknya punya dua istri?
__ADS_1
Pak, Syam, papa mertua Zahra menyodorkan ponselnya. Di layar terdapat foto USG yang cukup jelas. Mulai dari tanggal, rumah sakit, bahkan nama pasien.
Ini diambil 2 hari yang lalu, 16w8D. Jadi, Nindira sudah hamil empat bulan.
Hati Zahra mendadak sakit, jantungnya berdetak dengan kencang, tangannya dingin, bahkan matanya basah. Rasa sakitnya ternyata masih sama, seperti saat dia tahu bahwa suaminya menikahi wanita lain lebih dulu.
Pak Ahmed terlihat jengkel, juga marah. Ia langsung mengambil ponsel besannya, dan menaruhnya di atas meja. Melihat sikap aneh dari ayah sang menantu, membuat Pak Syam dan istrinya pun bertanya-tanya.
“Mau Zahra yang ngomong, atau ayah?” Tanya Pak Ahmed menepuk pundak Zahra.
“Zahra aja, Yah.” Nadanya terdengar sendu, bahkan ia tak sungkan saat menyeka air mata yang basah.
“Mah, foto USG itu bukan punya Zahra.”
Singkat, padat dan jelas. Perkataan Zahra mampu membuat dua orang yang duduk di hadapannya saling menoleh. Wajah heran juga terkejut, tak bisa mereka sembunyikan.
Lihat ekspresi mereka. Sepertinya, mereka memang tidak tahu kalau anaknya sudah menikah dengan wanita lain sebelum aku.
Vote Vote. Like Like
Sambil ngetik adegan seru ... keknya othor butuh secangkir kopi nih 🤭
Kembang juga gpp lah 🤣
__ADS_1