Ternyata, Istri Muda

Ternyata, Istri Muda
Bab 79


__ADS_3

...****Jadi, cuma mimpi?****...


Suasana menjadi sunyi. Suara kendaraan yang berlalu-lalang pun, seakan redam. Begitu sunyi sampai detik jam dapat terdegar dengan jelas. Bukan hanya itu saja, bahkan, degup jantung ke duanya terasa dengan jelas.


Napas hangat Dean secara tidak sengaja menyapa leher jenjang Zahra. Membuat wanita itu seketika merinding dan langsung mendorong tubuh Dean.


“Sudah cukup!” Katanya.


Ia pun segera berdiri, dan naik ke lantai atas. Berusaha menyembunyikan wajah merah meronanya secepat mungkin. Seperti gadis yang baru saja merasakan jatuh cinta. Zahra pun menjadi salah tingkah dan kabur tunggang langgang.


Melihat sikap Zahra, Dean pun menghela napas panjang sembari menyingkap rambutnya ke belakang. Seulas senyum pun lepas dari wajahnya.


Zahra cepat-cepat masuk ke kamar, mencari ponsel dan menghubungi Dania.


“Nia! Kamu dimana sih?” Tanyanya tanpa salam.


“Kantor lah! Kerja gue kerja! Ada apa sih?”


“Kalian pulang kok gak bilang-bilang sih? Mana aku di tinggal sendirian lagi!”


“Oh Baby, come on! Kamu yang terlalu pules tidurnya. Dah ah, aku mau kerja lagi nih!” Seru Dania yang langsung mengakhiri panggilan begitu saja.


Kesal dengan sikap Dania, Zahra melempar ponselnya di ranjang. Lalu, kembali merebahkan diri sembari tengkurap. Mengingat punggungnya masih terasa sakit akibat terbentur meja.


Sepertinya, beberapa hari ini dia bekerja terlalu keras hingga kurang tidur. Buktinya, Zahra cukup mampu untuk terlelap kembali setelah tidur pulas semalaman penuh.


Namun ...


Samar-samar telinganya mendengar bunyi panci dan alat-alat makan sedang bercengkrama ria di dapur. Bunyi ‘klontang’ yang cukup kencang akhirnya membuatnya sadar.


Penasaran dengan yang terjadi di belakang. Zahra akhirnya mengintip dari balik pintu. Manik matanya langsung menangkap sosok lelaki. Dengan kemeja biru dan clemek, berdiri tegak menghadap kompor.

__ADS_1


Semerbak bau harum nan gurih pun menyapa indra penciumannya.


Zahra berjalan mendekat, selangkah demi selangkah. Namun, sebelum ia benar-benar dekat, sosok lelaki itu menoleh. Memandangi wajah Zahra dengan senyum yang cukup menawan. Lalu, berkata ....


“Udah bangun? Makan dulu yuk, Sayang.”


Dengan santainya ia meletakkan piring di atas meja, lalu memeluk tubuh Zahra dengan mesra. Bahkan, Zahra pun meresponnya dengan baik.


“Kenapa? Gak suka makananya?”


Zahra menggeleng cepat sembari memainkan jemarinya di dada bidang Dean. Gemas dengan sikap manja Zahra, Dean meniup daun telinganya. Tiupan lembut dan pelan, namun mampu membuat pelukan wanita itu semakin erat. Cukup erat hingga Dean hampir kehabisan napas.


Pelukan erat dari Zahra membuat Dean memberontak, hingga tubuh mereka hilang keseimbangan dan akhirnya jatuh.


BRUK!


Zahra membuka matanya perlahan. Melihat guling yang sedang di peluknya erat-erat, seketika membuatnya berpikir.


Sial! Cuma mimpi!


“Mee ... apa yang jatuh tadi?” Suara Dean terdengar cukup khawatir.


Tak mau terlihat konyol, kalau dia baru saja bermimpi hingga jatuh dari ranjang. Zahra pun menggelak dengan cepat.


“Bu-buku!” ucapnya sembari membuka pintu.


Di tatapnya lelaki berkemeja biru dengan clemek, dan di tangannya memegang spatula. Zahra pun berpikir dengan keras.


Jadi, mimpinya di bagian mana?


Kenapa bisa pas?

__ADS_1


Mana bau masakan juga!


"Kenapa bengong gitu? Ayo makan, Mbak Sera baru ngirim ayam kalasan kesukaanmu."


"Ha-ah? Siapa, siapa yang anter?"


"Mbak Sera. Kenapa?"


Kaki Zahra mendadak lemas begitu mendengar nama Sera. Entah kenapa, ia jadi mengingat moment memalukan yang pernah ia lakukan dulu saat masa remaja.


Cemburu dengan kakak pacar sendiri?


Bahkan tidak mengenalinya sama sekali.


Konyol!



Othor jadi keinget zaman masih singel 🤣


Pas emak goreng ikan asin.


Beuhh itu baunya ...


sampe hadir dalam mimpi 🤣🤣🤣


Sekarang yang sering pas kebelet. Di mimpi keknya udah sampe gitu ya ke kamar mandi, gak taunya masih nyangkut 🤭


Ada pengalaman yang sama????


Part 80 kita balik ke Abram sama Nindira.

__ADS_1


Sebelum esmosi, nikmatin dulu selingan DeZa dan segala kehaluan othor 🤭🤭


Dah, sajen dan ritual jangan lupa!!!


__ADS_2