
Dean
Dia mengerjap perlahan. Entah apa yang membuatnya bangun setelah beberapa jam tertidur. Lampu ruangan yang masih menyala membuat kepalanya berkunang-kunang. Netra matanya bahkan butuh beberapa waktu untuk beradaptasi.
Aku ketiduran?
Setelah di ingat dengan baik. Saat itu Zahra mengajaknya makan di dalam. Dia memanaskan bebek yang di belinya tadi, dan makan berdua tanpa ada rasa canggung. Setelah solat subuh, dia masih melihat Zahra duduk di sofa dengan mata yang fokus menatap laptopnya.
Ngak ingat lagi. Mungkin aku tertidur saat itu.
Dia menelisik, memandang ruangan yang kosong dengan televisi yang masih menyala. Sambil menyeritkan alis, ia berdiri, meregangkan tubuh yang terasa kaku. Lalu, ia berjalan ke arah jendela dan membuka tirai. Silau matahari langsung menyambutnya. Dia tak menyangka, waktu berjalan cukup cepat.
Jam berapa sekarang?
Dean menoleh, menatap jam dinding besar yang ada di atas televisi baru menunjukkan pukul delapan pagi. Ia pun memutar kepala, menelisik segala sudut untuk mencari keberadaan Zahra.
“Mee ... kamu tidur?” Dean mengetuk pintu kamar Zahra beberapa kali. Namun, ia tak mendapat respon.
Takut terjadi sesuatu, Dean membuka handel pintu. Beruntung, pintu rupanya tak di kunci oleh Zahra. Manik mata berwarna coklat pun mulai mencari, kesemua sudut yang terlihat masih rapih dan sepi.
Dimana dia?
“Mee ...” panggilnya lirih.
Sayup-sayup, telinganya mendengar Zahra bergam. Setelah ia perjelas, arahnya datang dari kamar mandi. Dean buru-buru berjalan masuk, dan begitu ia sampai di depan pintu, betapa terkejutnya ia.
“Kamu ngapain, Mee?”
Zahra sedang bersandar di bathub, dengan mata yang di tutup kain basah.
__ADS_1
“Mataku bengkak.”
Tak habis pikir, kenapa wanita yang dia cintai bisa sepolos dan selugu itu?
Dean pun tak mampu menyembunyikan senyum gelinya. Ia berjongkok, lalu membuka kain putih yang menutupi mata Zahra.
“Kamu nangis?” Dean menatap mata Zahra yang memang sedikit bengkak.
“Ngak!” Zahra merebut kain basah yang di pegang Dean, lalu mengompres matanya lagi. “Siapa yang nangis? Aku cuma gak bisa tidur!”
Tak mau banyak bicara dan berdebat. Dean merebut kembali kain itu, dan melemparkannya. Lalu, dengan cepat mengendong tubuh Zahra.
“Ma-mau ngapain! Dean! Turunin ngak?” Zahra meronta, membuat Dean makin sulit mengendalikan berat tubuhnya.
“Bisa diem gak? Kalau jatuh, tulang ekormu bisa kena!”
Mendengar itu, Zahra langsung menghentikan kakinya. Menurut, mungkin pilihan yang lebih baik.
“Kamu mau bawa aku kemana?”
Dean melangkah keluar, lalu, dengan hati-hati membaringkan tubuh Zahra di kasur. “Obat kantung mata ya tidur!” Dean menyalakan Ac, dan menyelimuti tubuh Zahra.
“Tapi, aku perlu jemput ayah sama ibu.”
“Aku yang jemput! Lagi pula, ada Dania juga kan?”
“Tapi kan ....”
“Ngak usah ngeyel! Mata mu bengkak, mau buat mereka khawatir?”
Zahra tak bisa mengelak lagi. Pada akhirnya, dia dengan terpaksa menutup mata, meski dia tidak merasa ngantuk. Namun, setelah beberapa menit matanya tertutup, ia akhirnya terlelap.
__ADS_1
Kenapa kamu selalu cantik?
Tidurpun masih cantik.
Dean menelan salivanya kuat-kuat. Lalu, segera pergi meninggalkan kamar Zahra. Jantungnya mengebu-gebu bak genderang perang.
Makin lama di kamar, makin gila aku!
Ia merebahkan tubuhnya di sofa, sembari mengipas leher yang berkeringat. Padahal, AC di ruang itu sudah menyala, bahkan cukup dingin. Pada akhirnya, ia melepas kaos yang di pakai, untuk meredakan hawa panas yang datang entah dari mana.
Baru sebentar merasa sejuk. Ponselnya berdering. Ia menoleh, melihat panggilan itu berasal dari Dania.
“Nomer Zahra gak aktif lagi! Kamu dimana?” Nada Dania terdengar cemas.
“Apartemen, aku yang matiin HPnya. Dia belum tidur, matanya bengkak, jadi aku suruh dia tidur.”
“Kamu di apartemen? Dia tidur?” Dean di buru pertanyaan oleh Dania.
“Jangan macam-macam ya! Atau gue sunat burung perkututmu!” Lanjut Dania.
“Pikiran kolotmu gak ilang-ilang!” Dean mengusap keningnya.
“Kamu jelasin sama orang tua Zahra, nanti aku yang jemput di bandara. Biarin Zahra istirahat bentar.”
“Oke!” Jawab Dania singkat.
Panas ya Bang? Gerah?
Gih minta kopi sama readers. Biar tenang 🤭😆
__ADS_1
Bab selanjutnya OTW
Like, Vote sama sajen jangan sampe lupa.