Ternyata, Istri Muda

Ternyata, Istri Muda
Bab 11


__ADS_3

Matahari sudah meninggi sedikit saat Abram keluar dari rumahnya dan masuk ke dalam mobil. Meninggalkan rumah dengan suasana yang mencengkam penuh emosi. Pergi tanpa pamit, bahkan tanpa salam. Membuat Zahra menangis sesengukan sembari meremas sendoknya kuat-kuat.


Makan, Ra ....


Makan yang banyak!


Nangis juga butuh tenaga, marah juga butuh kekuatan.


Sekuat apa pun ia mencoba untuk menikmati sarapan. Namun mulutnya sudah terlanjur pahit. Gurihnya nasih goreng bahkan tak mempu menekan rasa pahit itu.


Tak beberapa lama setelah kepergian Abram, sayup-sayup terdengar salam dari luar. Zahraburu-buru mengusap air mata dan membukakan pintu.


“Baru bangun, Ra?” tanya Mulan yang melihat Zahra masih bermuka bantal.


“I-iya l, Lan.”


“Aku gak masuk ya, cuma mau anter ini aja.” Cepat-cepat Mulan menyodorkan kantong keresek dan paper bag kecil. “Ada buah sama rendang. Mamaku kemarin bikin, trus keinget sama kamu.”


“Aduh, kok repot banget sih? Kamu gak masuk dulu?”


“Pengen sebenernya sih, numpang ngeteh gitu ... gak enak sama suamimu!”

__ADS_1


Zahra tersenyum getir, tanpa banyak kata langsung menarik tangan Mulan. “Gak ada gak ada. Dia barusan berangkat dinas!”


“Eh ... udah berangkat lagi?”


Zahra enggan menjawab dan langsung mengalihkan topik pembicaraan. Membicarakan rendang buatan mama Mulan memang lebih baik, menurutnya. Di balik hal receh yang mereka bahas, rupanya ada masalah penting yang di sembunyikan Mulan.


Beberapa menit yang lalu, sebelum salamnya terdengar di telinga Zahra. Mulan secara tak sengaja melihat Abram masuk ke dalam mobil. Alih-alih membahasnya dengan sang istri, Mulan lebih memilih membahasnya dengan Dania melalui pesan Whatsapp.


📳“Kamu kerja gak?”


“Masuk siang, nih.”


“Lan, becandamu gak lucu!”


📳”Serius! Aku dititipin rendang sama mama, pagi-pagi udah di suruh anter ke rumah Zahra. Pas banget, Zahra bilang Abram baru balik Jakarta!”


“Oke oke, gak usah ngomong sama dia. Aku OTW!”


Tak sampai setengah jam, Dania akhirnya sampai. Zahra hampir tak percaya, bagaimana bisa mereka datang tanpa kabar? Biasanya mereka akan mengabari dulu, karena sara senggan pada Abram, tapi kali ini berbeda.


“Kamu gak kerja?” tanya Zahra begitu Dania masuk rumah.

__ADS_1


“Masuk siang.”


Pembicaraan pun sedikit lebih serius, kala Mulan mulai bertanya soal Abram. Zahra tampak engan membahas masalah yang baru saja terjadi. Ingin menutupi permasalahan rumah tangga, begitu keinginannya. Namun pada akhirnya, dia berhasil menutupi mata sembabnya dengan senyuman.


Melihat respon Zahra, Dania sedikit khawatir. Mau tidak mau, dia harus menceritakan apa yang Mulan lihat sebelum ke rumah.


“Ra, sory sebelumnya, kita gak enak buat nyampein ini, tapi ... gimana ya?” Ucapan Dania membuat Zahra menatap serius ke arahnya. Pikirannya bermaksud menerka, dan sekali terka ... hap - tebakannya selalu benar.


“Gini, aku tadi lihat suamimu masuk ke mobil, ps buka pintu, ada cewek pake masker di dalam.”


Degh!


Jantung Zahra berhenti sejenak. Seperti mercusuar yang selama ini menerangi gelap di hatinya, padam untuk sejenak. Tangannya mulai basah, wajahnya sedikit pucat.


Namun ...


Sikap Zahra kepada dua temannya diluar ekspetasi Dania.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Jangan lupa untuk meninggalkan komentar yang baik dan bijak. Jika suka, jangan lupa like dan masukkan ke daftar Favorit. Jika tidak, Anda bisa langsung meninggalkannya.

__ADS_1


__ADS_2